150 Kosakata Akademik Wajib Dikuasai untuk TOEFL Reading

150 Kosakata Akademik Wajib Dikuasai untuk TOEFL Reading

Menguasai bagian Reading dalam tes TOEFL membutuhkan pemahaman mendalam terhadap kosakata akademik. Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris dalam konteks akademis, seperti yang digunakan di perguruan tinggi atau lingkungan profesional.

Bagian Reading sering kali menyajikan teks panjang dengan topik ilmiah, sejarah, atau sosial, yang penuh dengan istilah khusus. Untuk itu, memahami 150 kosakata akademik esensial bisa menjadi kunci sukses.

Artikel ini akan menjelaskan pentingnya kosakata tersebut, cara mempelajarinya, dan contoh-contoh yang relevan.

Mengapa Kosakata Akademik Penting untuk TOEFL Reading?

Bagian Reading TOEFL biasanya terdiri dari tiga hingga empat teks akademik, masing-masing panjangnya sekitar 700 kata, dengan 10-14 pertanyaan per teks. Teks ini sering membahas topik seperti biologi, antropologi, atau ekonomi, yang menuntut pemahaman terhadap istilah teknis dan konsep spesifik.

Kosakata akademik adalah kata-kata yang umum digunakan dalam tulisan formal, seperti jurnal ilmiah, buku teks, atau diskusi kelas. Menguasai kata-kata ini membantu Anda memahami ide utama, menangkap detail penting, dan menjawab pertanyaan inferensial yang kompleks.

Tanpa pemahaman kosakata yang memadai, Anda mungkin kesulitan memahami makna teks atau hubungan antaride. Misalnya, kata seperti “hypothesis” atau “correlation” sering muncul dalam teks ilmiah.

Jika Anda tidak tahu artinya, Anda bisa salah menafsirkan argumen penulis. Oleh karena itu, mempelajari kosakata akademik bukan hanya tentang menghafal kata, tetapi juga memahami penggunaannya dalam konteks.

Daftar 150 Kosakata Akademik yang Perlu Dikuasai untuk TOEFL Reading

Berikut adalah daftar 150 kosakata akademik yang sering muncul dalam bagian Reading tes TOEFL, beserta arti dan contoh penggunaannya dalam kalimat. Kata-kata ini dipilih berdasarkan frekuensi kemunculannya dalam teks akademik resmi dari ETS, mencakup berbagai bidang seperti sains, sejarah, sosial, dan ekonomi.

  1. Acknowledge (mengakui): Menerima atau menyatakan kebenaran sesuatu.
    Contoh: “The researcher acknowledged the limitations of the study.”
  2. Acquire (memperoleh): Mendapatkan pengetahuan atau keterampilan.
    Contoh: “Students acquire knowledge through active learning.”
  3. Adapt (menyesuaikan): Mengubah sesuatu untuk kondisi baru.
    Contoh: “The species adapted to the changing climate.”
  4. Adequate (memadai): Cukup untuk memenuhi kebutuhan.
    Contoh: “The funding was adequate for the project.”
  5. Advocate (mendukung): Mempromosikan atau memperjuangkan sesuatu.
    Contoh: “She advocates for environmental conservation.”
  6. Affect (mempengaruhi): Memberikan efek pada sesuatu.
    Contoh: “Pollution affects air quality significantly.”
  7. Alter (mengubah): Mengubah sesuatu secara signifikan.
    Contoh: “The policy altered the company’s operations.”
  8. Analysis (analisis): Proses memecah informasi untuk memahami komponennya.
    Contoh: “The analysis of the data revealed significant trends.”
  9. Anticipate (mengantisipasi): Memperkirakan sesuatu sebelum terjadi.
    Contoh: “The team anticipated challenges during the experiment.”
  10. Approach (pendekatan): Cara atau metode untuk menangani masalah.
    Contoh: “The scientist adopted a new approach to solve the issue.”
  11. Approximate (mendekati): Hampir sama atau mirip.
    Contoh: “The approximate cost of the project was $10,000.”
  12. Arbitrary (sewenang-wenang): Berdasarkan keputusan acak, bukan logika.
    Contoh: “The decision seemed arbitrary to the team.”
  13. Assess (menilai): Mengevaluasi atau mengukur sesuatu.
    Contoh: “The study assessed the impact of urban growth.”
  14. Assume (menganggap): Mengambil sesuatu sebagai benar tanpa bukti.
    Contoh: “They assumed the theory was correct.”
  15. Assumption (anggapan): Keyakinan yang dianggap benar tanpa bukti.
    Contoh: “The conclusion was based on a false assumption.”
  16. Attribute (atribut/mengaitkan): Menghubungkan sesuatu sebagai penyebab.
    Contoh: “Success was attributed to teamwork.”
  17. Authority (otoritas): Kekuasaan atau keahlian dalam suatu bidang.
    Contoh: “The professor is an authority on ancient history.”
  18. Benefit (manfaat): Keuntungan atau hasil positif.
    Contoh: “The new policy brought significant benefits.”
  19. Bias (bias): Kecenderungan atau prasangka.
    Contoh: “The study avoided bias in its methodology.”
  20. Challenge (tantangan): Situasi atau tugas yang sulit.
    Contoh: “Climate change poses a global challenge.”
  21. Claim (klaim): Pernyataan yang dianggap benar.
    Contoh: “The article claims that technology improves learning.”
  22. Clarify (memperjelas): Membuat sesuatu lebih mudah dipahami.
    Contoh: “The teacher clarified the complex concept.”
  23. Coherent (koheren): Logis dan terorganisir dengan baik.
    Contoh: “The argument in the essay was coherent.”
  24. Coincide (bertepatan): Terjadi pada waktu atau tempat yang sama.
    Contoh: “The events coincided with the festival.”
  25. Collapse (runtuh): Gagal atau jatuh secara tiba-tiba.
    Contoh: “The economy collapsed after the crisis.”
  26. Colleague (kolega): Rekan kerja atau sejawat.
    Contoh: “She discussed the project with her colleagues.”
  27. Commence (memulai): Mulai secara resmi.
    Contoh: “The experiment commenced in January.”
  28. Compatible (sesuai): Dapat bekerja bersama dengan baik.
    Contoh: “The software is compatible with most systems.”
  29. Compile (mengumpulkan): Mengumpulkan informasi atau data.
    Contoh: “They compiled data from multiple sources.”
  30. Complex (kompleks): Rumit atau memiliki banyak bagian.
    Contoh: “The issue is more complex than it appears.”
  31. Component (komponen): Bagian dari sesuatu yang lebih besar.
    Contoh: “The engine has several key components.”
  32. Comprehensive (komprehensif): Lengkap dan menyeluruh.
    Contoh: “The report provided a comprehensive overview.”
  33. Concept (konsep): Ide atau gagasan abstrak.
    Contoh: “The concept of evolution is central to biology.”
  34. Conclude (menyimpulkan): Mencapai keputusan berdasarkan bukti.
    Contoh: “The study concluded that the method was effective.”
  35. Consequence (konsekuensi): Hasil atau akibat dari tindakan.
    Contoh: “The consequence of inaction was severe.”
  36. Consider (mempertimbangkan): Memikirkan sesuatu dengan hati-hati.
    Contoh: “They considered all possible outcomes.”
  37. Consistent (konsisten): Selalu sama atau dapat diandalkan.
    Contoh: “The results were consistent across trials.”
  38. Constraint (keterbatasan): Batasan atau hambatan.
    Contoh: “Budget constraints limited the project.”
  39. Context (konteks): Situasi atau latar belakang.
    Contoh: “The meaning depends on its context.”
  40. Contribute (berkontribusi): Memberikan sumbangan atau peran.
    Contoh: “Her work contributed to the team’s success.”
  41. Controversy (kontroversi): Perdebatan atau ketidaksepakatan.
    Contoh: “The policy sparked controversy among scholars.”
  42. Convey (menyampaikan): Mengkomunikasikan atau mengekspresikan.
    Contoh: “The speech conveyed a powerful message.”
  43. Correlation (korelasi): Hubungan antara dua variabel.
    Contoh: “The study found a correlation between diet and health.”
  44. Criteria (kriteria): Standar untuk menilai sesuatu.
    Contoh: “The criteria for selection were strict.”
  45. Crucial (krusial): Sangat penting atau menentukan.
    Contoh: “Her role was crucial to the project’s success.”
  46. Data (data): Informasi atau fakta untuk analisis.
    Contoh: “The research relied on accurate data.”
  47. Debate (debat): Diskusi tentang topik yang kontroversial.
    Contoh: “The debate focused on climate policies.”
  48. Decline (menurun): Penurunan atau pengurangan.
    Contoh: “The population of the species declined rapidly.”
  49. Deduce (menyimpulkan): Mencapai kesimpulan berdasarkan logika.
    Contoh: “They deduced the cause from the evidence.”
  50. Define (mendefinisikan): Menjelaskan arti sesuatu dengan jelas.
    Contoh: “The term was clearly defined in the text.”
  51. Demonstrate (mendemonstrasikan): Menunjukkan atau membuktikan.
    Contoh: “The experiment demonstrated the theory.”
  52. Denote (menunjukkan): Mengindikasikan atau melambangkan.
    Contoh: “The symbol denotes a specific value.”
  53. Depend (bergantung): Mengandalkan sesuatu.
    Contoh: “The outcome depends on several factors.”
  54. Derive (berasal): Berasal dari sumber tertentu.
    Contoh: “The word derives from Latin.”
  55. Design (rancangan): Rencana atau pola untuk membuat sesuatu.
    Contoh: “The study’s design was carefully planned.”
  56. Determine (menentukan): Memutuskan atau menetapkan sesuatu.
    Contoh: “The test will determine their eligibility.”
  57. Develop (mengembangkan): Meningkatkan atau memperluas.
    Contoh: “They developed a new technology.”
  58. Differentiate (membedakan): Menunjukkan perbedaan antara dua hal.
    Contoh: “The study differentiates between two species.”
  59. Dimension (dimensi): Aspek atau ukuran sesuatu.
    Contoh: “The problem has multiple dimensions.”
  60. Distinct (berbeda): Jelas berbeda atau unik.
    Contoh: “The two theories are distinct in their approach.”
  61. Distribute (mendistribusikan): Membagi atau menyebarkan.
    Contoh: “Resources were distributed evenly.”
  62. Diverse (beragam): Berbeda atau bervariasi.
    Contoh: “The study included diverse populations.”
  63. Document (mendokumentasikan): Mencatat atau merekam informasi.
    Contoh: “The findings were documented in a report.”
  64. Dynamic (dinamis): Berubah atau bergerak terus-menerus.
    Contoh: “The economy is a dynamic system.”
  65. Emerge (muncul): Tampak atau menjadi terlihat.
    Contoh: “New trends emerged in the data.”
  66. Emphasize (menekankan): Memberikan perhatian khusus.
    Contoh: “The author emphasized the need for reform.”
  67. Enable (memungkinkan): Membuat sesuatu menjadi mungkin.
    Contoh: “The tool enables faster analysis.”
  68. Encounter (menemui): Menghadapi atau mengalami.
    Contoh: “They encountered challenges during research.”
  69. Enhance (meningkatkan): Memperbaiki atau memperkuat.
    Contoh: “Training enhanced their skills.”
  70. Environment (lingkungan): Kondisi fisik atau sosial.
    Contoh: “Pollution affects the environment.”
  71. Establish (mendirikan): Membangun atau membuktikan.
    Contoh: “The study established a new theory.”
  72. Estimate (memperkirakan): Memperkirakan jumlah atau nilai.
    Contoh: “They estimated the cost of the project.”
  73. Evaluate (mengevaluasi): Menilai kualitas atau nilai.
    Contoh: “The team evaluated the results.”
  74. Evidence (bukti): Informasi yang mendukung pernyataan.
    Contoh: “The fossil record provides evidence.”
  75. Evolve (berkembang): Berubah atau maju seiring waktu.
    Contoh: “The species evolved over millennia.”
  76. Exceed (melebihi): Melampaui batas atau harapan.
    Contoh: “The results exceeded expectations.”
  77. Exclude (mengecualikan): Tidak memasukkan sesuatu.
    Contoh: “Certain data were excluded from the study.”
  78. Exhibit (menunjukkan): Menampilkan atau memperlihatkan.
    Contoh: “The species exhibits unique behaviors.”
  79. Expand (memperluas): Meningkatkan ukuran atau cakupan.
    Contoh: “The company expanded its operations.”
  80. Facilitate (memfasilitasi): Membuat sesuatu lebih mudah.
    Contoh: “The tool facilitates data analysis.”
  81. Factor (faktor): Elemen yang memengaruhi hasil.
    Contoh: “Economic factors influenced the decision.”
  82. Feature (fitur): Ciri khas atau karakteristik.
    Contoh: “The device has several advanced features.”
  83. Focus (fokus): Pusat perhatian atau konsentrasi.
    Contoh: “The study focused on urban development.”
  84. Function (fungsi): Peran atau tujuan sesuatu.
    Contoh: “The function of the organ is to filter blood.”
  85. Fundamental (mendasar): Dasar atau sangat penting.
    Contoh: “The principle is fundamental to physics.”
  86. Generate (menghasilkan): Menciptakan atau menghasilkan.
    Contoh: “The project generated significant interest.”
  87. Hypothesis (hipotesis): Dugaan atau teori awal.
    Contoh: “The hypothesis was tested experimentally.”
  88. Identify (mengidentifikasi): Menentukan atau mengenali.
    Contoh: “They identified the cause of the issue.”
  89. Illustrate (menggambarkan): Menjelaskan dengan contoh.
    Contoh: “The diagram illustrates the process.”
  90. Impact (dampak): Efek atau pengaruh.
    Contoh: “Industrialization had a profound impact.”
  91. Implement (menerapkan): Melaksanakan atau menjalankan.
    Contoh: “The policy was implemented last year.”
  92. Implication (implikasi): Konsekuensi atau makna tersirat.
    Contoh: “The findings have significant implications.”
  93. Impose (memaksakan): Menerapkan secara paksa.
    Contoh: “The government imposed new regulations.”
  94. Incorporate (memasukkan): Menggabungkan ke dalam sesuatu.
    Contoh: “The design incorporates new technology.”
  95. Indicate (menunjukkan): Memberikan tanda atau sinyal.
    Contoh: “The results indicate a positive trend.”
  96. Individual (individu): Satu orang atau entitas tertentu.
    Contoh: “Each individual contributed to the study.”
  97. Influence (pengaruh): Kemampuan untuk memengaruhi.
    Contoh: “Media has a strong influence on opinions.”
  98. Initiate (memulai): Memulai sesuatu.
    Contoh: “The team initiated a new project.”
  99. Interact (berinteraksi): Berhubungan atau bekerja bersama.
    Contoh: “The species interact with their environment.”
  100. Interpret (menafsirkan): Menjelaskan makna sesuatu.
    Contoh: “The data were interpreted differently.”
  101. Involve (melibatkan): Mencakup atau memasukkan.
    Contoh: “The study involved multiple participants.”
  102. Issue (masalah): Topik atau permasalahan.
    Contoh: “The issue of deforestation was discussed.”
  103. Justify (membenarkan): Memberikan alasan yang valid.
    Contoh: “They justified their decision with evidence.”
  104. Maintain (mempertahankan): Menjaga atau melanjutkan.
    Contoh: “The system maintains stability.”
  105. Major (utama): Penting atau signifikan.
    Contoh: “The major cause of the problem was identified.”
  106. Method (metode): Cara atau prosedur tertentu.
    Contoh: “The study used a scientific method.”
  107. Modify (memodifikasi): Mengubah sebagian.
    Contoh: “The design was modified for efficiency.”
  108. Monitor (memantau): Mengawasi atau mengamati.
    Contoh: “They monitored the experiment closely.”
  109. Objective (tujuan): Sasaran atau maksud.
    Contoh: “The objective of the study was clear.”
  110. Obtain (memperoleh): Mendapatkan sesuatu.
    Contoh: “They obtained funding for research.”
  111. Occur (terjadi): Berlangsung atau muncul.
    Contoh: “The event occurred unexpectedly.”
  112. Outcome (hasil): Hasil akhir dari suatu proses.
    Contoh: “The outcome of the experiment was positive.”
  113. Overall (keseluruhan): Secara umum atau total.
    Contoh: “The overall impact was significant.”
  114. Participate (berpartisipasi): Ikut serta dalam sesuatu.
    Contoh: “Students participated in the survey.”
  115. Perceive (mempersepsikan): Memahami atau melihat sesuatu.
    Contoh: “The issue was perceived differently.”
  116. Period (periode): Jangka waktu tertentu.
    Contoh: “The study covered a ten-year period.”
  117. Perspective (perspektif): Sudut pandang atau cara pandang.
    Contoh: “The book offers a new perspective.”
  118. Phase (fase): Tahap dalam suatu proses.
    Contoh: “The project is in its final phase.”
  119. Phenomenon (fenomena): Peristiwa atau kejadian yang dapat diamati.
    Contoh: “The phenomenon was studied extensively.”
  120. Potential (potensi): Kemungkinan atau kemampuan.
    Contoh: “The technology has great potential.”
  121. Predict (memprediksi): Meramalkan sesuatu.
    Contoh: “The model predicted future trends.”
  122. Primary (primer): Utama atau paling penting.
    Contoh: “The primary goal was to reduce costs.”
  123. Principle (prinsip): Aturan atau dasar fundamental.
    Contoh: “The principle guided their decisions.”
  124. Prior (sebelumnya): Sebelum waktu atau urutan tertentu.
    Contoh: “Prior studies confirmed the results.”
  125. Process (proses): Serangkaian langkah untuk mencapai hasil.
    Contoh: “The process was carefully documented.”
  126. Promote (mempromosikan): Mendukung atau meningkatkan.
    Contoh: “The campaign promoted awareness.”
  127. Proportion (proporsi): Bagian atau persentase.
    Contoh: “A large proportion of the population agreed.”
  128. Publish (menerbitkan): Membuat informasi tersedia untuk umum.
    Contoh: “The findings were published in a journal.”
  129. Pursue (mengejar): Mengikuti atau menjalankan.
    Contoh: “She pursued a career in science.”
  130. Range (rentang): Jangkauan atau variasi.
    Contoh: “The study covered a wide range of topics.”
  131. Refine (menyempurnakan): Memperbaiki atau memperhalus.
    Contoh: “They refined the experimental method.”
  132. Region (wilayah): Area atau daerah tertentu.
    Contoh: “The region experienced economic growth.”
  133. Regulate (mengatur): Mengontrol atau mengelola.
    Contoh: “Laws regulate industrial emissions.”
  134. Reinforce (memperkuat): Memberikan dukungan tambahan.
    Contoh: “The evidence reinforced the theory.”
  135. Reject (menolak): Tidak menerima atau menyetujui.
    Contoh: “The hypothesis was rejected after testing.”
  136. Relevant (relevan): Berhubungan atau sesuai dengan topik.
    Contoh: “The data were relevant to the study.”
  137. Require (memerlukan): Membutuhkan sesuatu.
    Contoh: “The project requires more funding.”
  138. Research (penelitian): Investigasi sistematis untuk menemukan fakta.
    Contoh: “The research focused on climate change.”
  139. Resolve (menyelesaikan): Menemukan solusi untuk masalah.
    Contoh: “They resolved the issue quickly.”
  140. Resource (sumber daya): Aset atau bahan yang tersedia.
    Contoh: “Natural resources are vital for growth.”
  141. Respond (menanggapi): Memberikan reaksi terhadap sesuatu.
    Contoh: “The team responded to the feedback.”
  142. Restrict (membatasi): Membatasi atau mengurangi.
    Contoh: “The law restricts certain activities.”
  143. Retain (mempertahankan): Menjaga atau menyimpan.
    Contoh: “The material retains heat effectively.”
  144. Reveal (mengungkapkan): Menunjukkan sesuatu yang tersembunyi.
    Contoh: “The study revealed new insights.”
  145. Role (peran): Fungsi atau posisi seseorang.
    Contoh: “Her role in the project was critical.”
  146. Significant (signifikan): Penting atau bermakna.
    Contoh: “The findings were statistically significant.”
  147. Source (sumber): Asal atau referensi informasi.
    Contoh: “The data came from a reliable source.”
  148. Specific (spesifik): Jelas dan terperinci.
    Contoh: “The instructions were very specific.”
  149. Structure (struktur): Organisasi atau susunan.
    Contoh: “The structure of the essay was clear.”
  150. Theory (teori): Penjelasan berdasarkan pengamatan.
    Contoh: “The theory explains the phenomenon.”

Catatan Penting!

Daftar ini mencakup kosakata yang sering muncul dalam teks akademik TOEFL Reading, seperti yang diterbitkan oleh ETS. Untuk menguasainya, gunakan strategi seperti flashcard, membaca jurnal akademik, dan latihan soal resmi. Fokus pada penggunaan kata dalam konteks untuk memahami nuansa maknanya.

BACA JUGA: 6 Cara Cepat Belajar TOEFL Sendiri dengan Efektif

Cara Efektif Mempelajari Kosakata Akademik

Memahami dan mengingat kosakata akademik membutuhkan strategi yang terarah. Berikut adalah beberapa langkah praktis yang bisa Anda terapkan:

  1. Gunakan Konteks Nyata
    Jangan hanya menghafal arti kata. Bacalah teks akademik, seperti artikel dari jurnal ilmiah atau situs seperti National Geographic, untuk melihat bagaimana kata-kata ini digunakan. Misalnya, saat membaca tentang ekologi, perhatikan kata seperti “ecosystem” atau “biodiversity” dalam kalimat.
  2. Buat Flashcard
    Tulis kata di satu sisi kartu dan arti serta contoh kalimat di sisi lain. Gunakan aplikasi seperti Anki untuk mengulang kata secara teratur. Misalnya, untuk kata “hypothesis,” tulis: “A proposed explanation; e.g., The hypothesis was tested through experiments.”
  3. Latihan Soal TOEFL
    Gunakan buku latihan TOEFL resmi dari ETS atau sumber terpercaya seperti Official TOEFL iBT Tests. Latihan ini membantu Anda mengenali kosakata dalam format tes asli. Perhatikan kata-kata yang sering muncul di bagian Reading.
  4. Kelompokkan Kata Berdasarkan Tema
    Susun kata-kata berdasarkan bidang studi, seperti sains, sejarah, atau ekonomi. Misalnya, untuk sains, pelajari “variable,” “experiment,” dan “observation” bersama-sama agar lebih mudah diingat.
  5. Gunakan Sinonim dan Antonim
    Memahami sinonim (kata dengan arti serupa) dan antonim (kata dengan arti berlawanan) membantu Anda menangkap nuansa makna. Misalnya, sinonim dari “significant” adalah “important,” sedangkan antonimnya bisa “minor” atau “insignificant.”

Tips Tambahan untuk Sukses di TOEFL Reading

Selain menguasai kosakata, ada beberapa strategi lain untuk meningkatkan skor di bagian Reading:

  • Latih Kecepatan Membaca
    Teks TOEFL sering panjang dan padat. Latih membaca cepat tanpa kehilangan pemahaman. Mulailah dengan membaca artikel akademik selama 10-15 menit setiap hari.
  • Pahami Struktur Teks
    Teks TOEFL biasanya memiliki struktur jelas: pendahuluan, isi, dan kesimpulan. Kenali pola ini untuk menemukan ide utama dan detail pendukung dengan cepat.
  • Jawab Pertanyaan Inferensial
    Banyak pertanyaan TOEFL meminta Anda menyimpulkan informasi yang tidak dijelaskan secara eksplisit. Kosakata seperti “imply” atau “infer” sering muncul dalam pertanyaan ini, jadi pastikan Anda memahaminya.
  • Manfaatkan Sumber Resmi
    Gunakan materi dari ETS atau lembaga terpercaya seperti OSEE TOEFL Test Center, yang menyediakan simulasi tes dan kursus persiapan berstandar ETS.

Kesimpulan

Menguasai 150 kosakata akademik untuk TOEFL Reading adalah langkah penting menuju skor tinggi. Kata-kata ini bukan hanya alat untuk memahami teks, tetapi juga jembatan untuk menguasai konteks akademik yang diujikan.

Dengan strategi belajar yang tepat, seperti membaca teks akademik, menggunakan flashcard, dan berlatih soal resmi, Anda bisa meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri. Mulailah sekarang dengan fokus pada kata-kata yang sering muncul dan terus latih kemampuan Anda dalam konteks nyata.

OSEE (One Stop English Education) adalah pusat tes TOEFL resmi ETS, menyediakan simulasi tes akurat, kursus persiapan intensif, dan sertifikat resmi yang diakui internasional. Dengan fasilitas modern dan tutor berpengalaman, OSEE membantu Anda mencapai skor TOEFL impian untuk kebutuhan akademik, beasiswa, atau karir. Daftar sekarang di OSEE TOEFL Test Center dan wujudkan langkah Anda menuju kesuksesan global!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Home
Schedule
Registration
Chat