Memiliki sertifikat TOEFL ITP dengan skor tinggi seringkali menjadi tiket emas untuk berbagai kesempatan, mulai dari melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, mendapatkan beasiswa impian, hingga meningkatkan jenjang karier. Banyak yang merasa cemas sebelum menghadapi tes ini, namun kecemasan itu seringkali bersumber dari ketidaktahuan.
Kunci utama untuk menaklukkan tes ini sebenarnya sederhana, yaitu dengan memahami “medan perangnya” secara mendalam. Dengan mengetahui struktur tes TOEFL ITP, kamu tidak hanya akan lebih siap, tetapi juga dapat menyusun strategi yang paling efektif untuk meraih skor maksimal.
Memahami format setiap sesi, tipe pertanyaan yang akan dihadapi, dan alokasi waktu yang diberikan adalah langkah pertama yang paling fundamental. Ini bukan sekadar menghafal, melainkan membangun sebuah peta jalan di dalam pikiranmu.
Saat kamu sudah akrab dengan struktur tes, kamu bisa fokus mengasah kemampuan yang benar-benar diuji, bukan lagi meraba-raba apa yang akan keluar. Anggap saja ini adalah persiapan sebelum pertandingan besar, di mana kamu mempelajari taktik lawan agar bisa menang telak.
Mengenal Tiga Sesi Krusial dalam Tes TOEFL ITP
Secara keseluruhan, TOEFL ITP (Institutional Testing Program) dirancang untuk mengukur kemampuan berbahasa Inggrismu dalam konteks akademis. Tes ini dibagi menjadi tiga sesi utama yang harus kamu selesaikan secara berurutan. Setiap sesi memiliki fokus, format, dan tantangannya sendiri. Mari kita bedah satu per satu agar kamu mendapatkan gambaran yang utuh.
- Listening Comprehension (Pemahaman Mendengarkan)
- Structure and Written Expression (Struktur dan Ungkapan Tulis)
- Reading Comprehension (Pemahaman Membaca)
Total durasi pengerjaan tes ini adalah sekitar 115 menit atau kurang dari dua jam. Waktu yang terasa singkat ini menuntut konsentrasi penuh dan manajemen waktu yang sangat baik.
Sesi 1: Listening Comprehension, Menguji Kepekaan Pendengaran
Sesi pertama yang akan kamu hadapi adalah Listening Comprehension. Sesi ini bertujuan untuk mengukur kemampuanmu dalam memahami percakapan dan monolog singkat dalam bahasa Inggris lisan. Kamu akan diberikan waktu sekitar 35 menit untuk menjawab 50 pertanyaan. Sesi ini terbagi lagi menjadi tiga bagian.
Part A: Percakapan Singkat (Short Conversations)
Pada bagian ini, kamu akan mendengarkan 30 percakapan singkat antara dua orang. Setelah setiap percakapan, akan ada satu pertanyaan yang diajukan oleh narator. Baik percakapan maupun pertanyaannya tidak akan tertulis di lembar soal, jadi kamu harus fokus mendengarkan.
- Tantangan: Percakapan berlangsung sangat cepat dan seringkali menggunakan ekspresi idiomatik atau ungkapan yang tidak harfiah.
- Tips Jitu:
- Fokus pada pembicara kedua. Seringkali, jawaban dari pertanyaan berada pada kalimat yang diucapkan oleh orang kedua.
- Waspadai ekspresi persetujuan (misalnya, “You can say that again!”), saran, atau simpulan.
- Manfaatkan jeda singkat antar soal untuk melihat pilihan jawaban berikutnya sekilas, ini membantumu mengantisipasi topik percakapan.
Part B: Percakapan Panjang (Longer Conversations)
Di Part B, tantangannya sedikit meningkat. Kamu akan mendengarkan dua percakapan yang lebih panjang, masing-masing diikuti oleh beberapa pertanyaan (biasanya 4 pertanyaan per percakapan). Topik percakapannya lebih bersifat akademis atau seputar kehidupan di lingkungan kampus.
- Tantangan: Kamu harus mampu mengingat detail informasi dari percakapan yang durasinya lebih lama.
- Tips Jitu:
- Sambil mendengarkan, coba identifikasi ide utama atau topik pembicaraan. Tanyakan pada diri sendiri, “Apa yang sedang mereka diskusikan?”
- Perhatikan pertanyaan-pertanyaan dasar seperti siapa, apa, kapan, di mana, dan mengapa saat percakapan berlangsung.
- Jika memungkinkan, buat catatan kecil atau coretan singkat untuk poin-poin penting.
Part C: Monolog atau Ceramah (Talks/Lectures)
Bagian terakhir dari sesi listening adalah Part C. Kamu akan mendengarkan tiga monolog atau ceramah singkat, seolah-olah kamu sedang berada di dalam sebuah kelas perkuliahan. Setiap ceramah akan diikuti oleh beberapa pertanyaan.
- Tantangan: Kosakata yang digunakan lebih formal dan akademis. Kamu perlu memahami struktur dan alur informasi dari sebuah presentasi lisan.
- Tips Jitu:
- Fokus untuk menangkap topik utama dan poin-poin pendukung yang disampaikan pembicara.
- Perhatikan kata-kata penanda (signaling words) seperti “first”, “next”, “in conclusion” yang menandakan alur presentasi.
- Jangan panik jika kamu tidak mengerti satu atau dua kata. Coba pahami maknanya dari konteks kalimat secara keseluruhan.
Sesi 2: Structure and Written Expression, Ujian Tata Bahasa
Setelah sesi Listening, kamu akan beralih ke sesi Structure and Written Expression. Sesi ini adalah momok bagi banyak orang, namun sebenarnya bisa dikuasai dengan latihan yang tepat. Kamu punya waktu 25 menit untuk menyelesaikan 40 pertanyaan yang menguji pemahamanmu tentang tata bahasa (grammar) dan struktur kalimat dalam bahasa Inggris formal.
Bagian Structure (Pertanyaan 1-15)
Pada bagian pertama, kamu akan disajikan 15 kalimat yang tidak lengkap. Tugasmu adalah memilih satu dari empat pilihan jawaban yang paling tepat untuk melengkapi kalimat tersebut secara gramatikal.
- Fokus: Mengidentifikasi elemen kalimat yang hilang, seperti subjek, kata kerja (verb), objek, atau konektor.
- Tips Jitu:
- Cari subjek dan kata kerja utama dalam kalimat terlebih dahulu. Pastikan keduanya sudah ada dan sesuai (subject-verb agreement).
- Perhatikan penanda waktu (time markers) untuk menentukan tenses yang benar.
- Waspadai struktur kalimat majemuk yang membutuhkan kata hubung (conjunctions) yang tepat.
Bagian Written Expression (Pertanyaan 16-40)
Di bagian kedua, kamu akan berhadapan dengan 25 kalimat utuh. Di setiap kalimat, ada empat kata atau frasa yang digarisbawahi. Tugasmu adalah menemukan satu bagian yang digarisbawahi yang salah secara tata bahasa.
- Fokus: Menemukan kesalahan dalam penggunaan tenses, preposisi, struktur paralel, susunan kata, dan lain-lain.
- Tips Jitu:
- Baca kalimat secara keseluruhan untuk memahami konteksnya terlebih dahulu.
- Periksa setiap bagian yang digarisbawahi satu per satu. Curigai semua hal, mulai dari bentuk kata kerja, kata ganti (pronoun), hingga penggunaan artikel (a, an, the).
- Salah satu kesalahan yang sering muncul adalah struktur paralel. Pastikan elemen yang setara dalam kalimat memiliki bentuk gramatikal yang sama.
Sesi 3: Reading Comprehension, Mengukur Kemampuan Membaca
Sesi terakhir dan terpanjang adalah Reading Comprehension. Kamu akan diberikan waktu 55 menit untuk menjawab 50 pertanyaan yang didasarkan pada 5-6 bacaan (passage). Setiap bacaan memiliki panjang sekitar 250-350 kata dengan topik yang beragam, mulai dari ilmu pengetahuan, sejarah, seni, hingga biografi.
Sesi ini tidak hanya menguji kemampuanmu memahami arti kata per kata, tetapi juga kemampuanmu untuk:
- Menemukan ide pokok bacaan.
- Mencari detail informasi spesifik.
- Membuat simpulan (inference) berdasarkan informasi yang ada.
- Memahami arti kosakata berdasarkan konteks.
- Mengidentifikasi tujuan penulis.
Jenis Pertanyaan yang Sering Muncul
- Main Idea Question: Menanyakan gagasan utama atau topik dari bacaan.
- Detailed Question: Menanyakan informasi spesifik yang secara eksplisit tertulis di dalam teks.
- Vocabulary Question: Menanyakan sinonim dari sebuah kata yang ada di dalam teks.
- Inference Question: Menanyakan apa yang tersirat, tetapi tidak tertulis secara langsung di dalam teks.
- Reference Question: Menanyakan kata ganti (misalnya “it”, “they”, “that”) merujuk pada apa.
Strategi Jitu untuk Sesi Reading
- Jangan Baca Semuanya: Gunakan teknik skimming (membaca cepat) untuk mendapatkan gambaran umum dari bacaan. Baca kalimat pertama setiap paragraf untuk menemukan ide pokoknya.
- Baca Pertanyaan Terlebih Dahulu: Setelah skimming, baca pertanyaan-pertanyaannya. Ini membantumu tahu informasi apa yang harus kamu cari saat membaca lebih detail (scanning).
- Manajemen Waktu: Alokasikan waktu secara bijak. Jika ada 5 bacaan, berarti kamu punya sekitar 11 menit untuk setiap bacaan dan pertanyaannya. Jangan terlalu lama terpaku pada satu pertanyaan yang sulit.
Kesimpulan
Struktur tes TOEFL ITP mungkin terlihat rumit pada awalnya, tetapi sebenarnya sangat terprediksi. Setiap sesi, bagian, dan tipe soal memiliki polanya sendiri. Dengan membongkar dan memahami kerangka ini, kamu mengubah sesuatu yang asing dan menakutkan menjadi sebuah tantangan yang bisa dipetakan dan ditaklukkan.
Persiapan terbaik dimulai dari sini, dari pemahaman yang solid tentang apa yang akan kamu hadapi. Ini adalah fondasi yang akan membuat semua latihan dan materi yang kamu pelajari menjadi jauh lebih efektif dan tepat sasaran.






Leave a Reply