IELTS Academic vs General Training: Perbedaan Lengkap & Mana yang Kamu Butuhkan
Kamu sudah memutuskan untuk ambil IELTS. Selamat — itu langkah besar! Tapi kemudian muncul pertanyaan yang bikin bingung: IELTS Academic atau General Training? Keduanya sama-sama “IELTS,” sama-sama diselenggarakan oleh British Council dan IDP, sama-sama diakui internasional. Lalu bedanya apa?
📑 Daftar Isi
- Gambaran Umum: Academic vs General Training
- Perbedaan Format Tes: Section by Section
- Listening: Sama Persis
- Speaking: Sama Persis
- Reading: Beda Signifikan
- IELTS Academic Reading
- IELTS General Training Reading
- Writing: Beda Format dan Konten
- IELTS Academic Writing
- IELTS General Training Writing
- Perbandingan Tingkat Kesulitan
- Kapan Harus Ambil IELTS Academic?
- 1. Kuliah di Luar Negeri
- 2. Registrasi Profesional
- 3. Beasiswa
- Kapan Harus Ambil IELTS General Training?
- 1. Imigrasi ke Australia, Kanada, atau UK
- 2. Kerja di Luar Negeri (Non-Profesional Registrasi)
- 3. Program Pelatihan atau Pengalaman Kerja
- Kalau Masih Bingung: Panduan Cepat
- Apakah Bisa Ambil Keduanya?
- Strategi Persiapan: Academic vs General Training
- Persiapan Reading
- Persiapan Writing Task 1
- Skor IELTS: Apakah Standar Penilaiannya Berbeda?
- Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- 1. Salah Pilih Versi
- 2. Underestimate General Training
- 3. Overestimate Academic
- 4. Tidak Mengecek Persyaratan Institusi
- Kesimpulan: Pilih yang Tepat, Bukan yang Mudah
Kalau kamu salah pilih, bukan cuma buang uang Rp3,3 juta — tapi juga buang waktu persiapan berminggu-minggu. Beberapa universitas dan badan imigrasi sangat spesifik soal jenis IELTS yang mereka terima. Salah ambil bisa berarti ditolak, meskipun skor kamu tinggi.
Jadi, mari kita bahas perbedaan IELTS Academic dan General Training secara mendalam — format tes, tingkat kesulitan, tujuan penggunaan, dan tentu saja, mana yang sebaiknya kamu pilih.
Gambaran Umum: Academic vs General Training
Sebelum masuk ke detail, ini ringkasan cepatnya:
- IELTS Academic: Dirancang untuk orang yang ingin kuliah atau registrasi profesional di negara berbahasa Inggris
- IELTS General Training: Dirancang untuk orang yang ingin bermigrasi, bekerja, atau mengikuti pelatihan non-akademik di negara berbahasa Inggris
Keduanya menguji 4 skill yang sama: Listening, Reading, Writing, dan Speaking. Tapi konten dan pendekatan di beberapa seksi berbeda. Mari kita bedah satu per satu.
Perbedaan Format Tes: Section by Section
Listening: Sama Persis
Kabar baik buat kamu yang masih bingung: Listening section di Academic dan General Training itu identik. Sama persis. Soal yang sama, durasi yang sama, format yang sama.
Detail Listening section:
- 4 bagian (Part 1-4)
- 40 soal
- 30 menit mendengarkan + 10 menit transfer jawaban (untuk paper-based)
- Tipe soal: multiple choice, matching, map labeling, note completion, sentence completion
Jadi untuk Listening, nggak ada yang perlu dibedakan. Persiapannya pun sama.
Speaking: Sama Persis
Speaking section juga identik di kedua versi. Kamu akan berbicara langsung dengan examiner manusia (bukan komputer!) selama 11-14 menit.
Format Speaking:
- Part 1 (4-5 menit): Pertanyaan umum tentang diri sendiri, keluarga, hobi, dll.
- Part 2 (3-4 menit): Monolog 1-2 menit tentang topik yang diberikan (Cue Card), diikuti 1-2 pertanyaan lanjutan
- Part 3 (4-5 menit): Diskusi mendalam tentang topik terkait Part 2
Jadi dari 4 skill yang diuji, 2 di antaranya (Listening dan Speaking) sama persis. Perbedaan ada di Reading dan Writing. Dan di sinilah segalanya jadi menarik.
Reading: Beda Signifikan
Reading section adalah perbedaan paling mencolok antara Academic dan General Training.
IELTS Academic Reading
- 3 passage panjang (masing-masing 700-900+ kata)
- Total 40 soal dalam 60 menit
- Teks bersifat akademis: diambil dari jurnal, buku teks, majalah ilmiah — topiknya bisa tentang biologi, sejarah, psikologi, teknologi, dll.
- Bahasa kompleks: kosakata akademis, kalimat panjang, argumen bertingkat
- Grafik dan diagram kadang menyertai teks
Tingkat kesulitannya: moderat hingga tinggi. Kamu perlu terbiasa membaca teks akademis dalam bahasa Inggris — bukan cuma paham artinya, tapi juga memahami struktur argumentasi dan kesimpulan implisit.
IELTS General Training Reading
- 3 seksi dengan beberapa teks pendek dan menengah
- Total 40 soal dalam 60 menit
- Teks bersifat praktis:
- Section 1: Teks sehari-hari — iklan, brosur, jadwal, pengumuman
- Section 2: Teks terkait pekerjaan — deskripsi pekerjaan, manual kantor, kontrak
- Section 3: Satu teks yang lebih panjang dan kompleks — bisa mirip teks Academic tapi tetap lebih general
- Bahasa lebih mudah diakses dibanding Academic
Tingkat kesulitannya: mudah di awal, meningkat di akhir. Section 1 biasanya straightforward, Section 3 bisa menantang tapi tetap lebih mudah dibanding teks Academic.
Writing: Beda Format dan Konten
Writing section juga berbeda antara kedua versi, khususnya di Task 1.
IELTS Academic Writing
- Task 1 (20 menit, minimal 150 kata): Mendeskripsikan data visual — grafik, tabel, diagram, peta, atau proses. Kamu harus merangkum informasi utama, membuat perbandingan, dan menjelaskan tren.
- Task 2 (40 menit, minimal 250 kata): Essay argumentatif. Kamu diberi topik dan diminta menyatakan pendapat, mendiskusikan kedua sisi, atau menjelaskan masalah beserta solusinya.
IELTS General Training Writing
- Task 1 (20 menit, minimal 150 kata): Menulis surat. Bisa surat formal (ke manajer, ke pemerintah), semi-formal (ke tetangga, ke guru), atau informal (ke teman). Kamu diberi situasi dan harus menulis surat yang relevan.
- Task 2 (40 menit, minimal 250 kata): Essay yang mirip dengan Academic, tapi topiknya cenderung lebih umum dan bahasa yang diharapkan sedikit lebih casual.
Penting: Task 2 di kedua versi nilainya dua kali lipat dibanding Task 1. Jadi prioritaskan waktumu di Task 2.
Perbandingan Tingkat Kesulitan
Pertanyaan yang sering muncul: “Mana yang lebih susah, Academic atau General Training?”
Jawabannya bukan sesederhana yang kamu pikir. Secara umum:
- IELTS Academic LEBIH SULIT di Reading dan Writing Task 1
- IELTS General Training LEBIH MUDAH di Reading section awal dan Writing Task 1
- Keduanya SETARA di Listening, Speaking, dan Writing Task 2
TAPI — dan ini penting — sistem scoring untuk General Training Reading memiliki threshold yang lebih tinggi. Artinya, untuk mendapat band score 7 di General Training Reading, kamu perlu menjawab lebih banyak soal benar dibanding Academic. Ini karena soalnya memang lebih mudah, jadi standarnya dinaikkan.
Jadi jangan berpikir “ah, General Training lebih gampang, gue ambil itu aja.” Pilih berdasarkan kebutuhanmu, bukan berdasarkan persepsi kesulitan.
Kapan Harus Ambil IELTS Academic?
Pilih IELTS Academic kalau tujuanmu adalah:
1. Kuliah di Luar Negeri
Hampir semua universitas di dunia mensyaratkan IELTS Academic untuk program sarjana (S1), magister (S2), dan doktoral (S3). Ini berlaku baik di UK, Australia, Kanada, Eropa, maupun negara-negara Asia seperti Hong Kong dan Singapura.
Skor yang biasanya diminta:
- S1: Band 6.0 – 6.5 (overall), dengan minimum per-skill 5.5 – 6.0
- S2: Band 6.5 – 7.0 (overall), dengan minimum per-skill 6.0 – 6.5
- S3: Band 7.0+ (overall)
- Program kesehatan/hukum/pendidikan: Band 7.0 – 7.5 (seringkali dengan minimum Writing 7.0)
2. Registrasi Profesional
Kalau kamu dokter, perawat, akuntan, insinyur, atau profesional lain yang ingin mendaftarkan kualifikasimu di negara lain, biasanya IELTS Academic yang diminta. Badan profesional seperti AHPRA (Australia), GMC (UK), dan NMC (UK) sangat spesifik soal ini.
3. Beasiswa
Program beasiswa bergengsi seperti Chevening, LPDP (jalur luar negeri), AAS (Australia Awards), dan Erasmus Mundus umumnya mensyaratkan IELTS Academic.
Kapan Harus Ambil IELTS General Training?
Pilih IELTS General Training kalau tujuanmu adalah:
1. Imigrasi ke Australia, Kanada, atau UK
Untuk visa imigrasi (skilled worker visa, permanent residency, dll.), biasanya yang diminta adalah IELTS General Training. Contoh:
- Australia Skilled Migration: Minimum band 6.0 di setiap skill (competent English) atau 7.0+ untuk poin tambahan
- Canada Express Entry: Minimum CLB 7 (setara IELTS band 6.0 overall dengan variasi per-skill)
- UK Spouse Visa: IELTS Life Skills Level A1 atau A2
2. Kerja di Luar Negeri (Non-Profesional Registrasi)
Untuk pekerjaan yang tidak memerlukan registrasi profesional, General Training biasanya cukup. Ini termasuk pekerja di bidang hospitality, retail, admin, dan banyak sektor lainnya.
3. Program Pelatihan atau Pengalaman Kerja
Working holiday visa, internship di luar negeri, atau program pelatihan non-akademik biasanya menerima General Training.
Kalau Masih Bingung: Panduan Cepat
Masih nggak yakin? Jawab pertanyaan berikut:
- Apakah kamu ingin kuliah? → Academic
- Apakah kamu ingin bermigrasi? → General Training
- Apakah kamu ingin registrasi profesional? → Academic
- Apakah kamu butuh visa UK? → Cek spesifik visa-mu, bisa Academic atau General Training, dan mungkin perlu versi UKVI
- Apakah universitas/institusi tujuanmu menyebutkan jenis IELTS tertentu? → Ikuti yang mereka minta
Golden rule: SELALU cek persyaratan spesifik dari institusi atau badan yang kamu tuju. Jangan assume. Kirim email atau cek website mereka untuk memastikan.
Apakah Bisa Ambil Keduanya?
Bisa! Tidak ada aturan yang melarang kamu mengambil kedua versi. Tapi tentu saja, setiap tes punya biaya sendiri (~Rp3,3 juta per tes). Kecuali memang butuh keduanya (misalnya untuk kuliah DAN imigrasi), lebih baik fokus ke satu versi dan maksimalkan persiapan.
Yang menarik: kalau kamu ambil IELTS Academic dan hasilnya bagus, beberapa badan imigrasi juga menerimanya. Tapi TIDAK berlaku sebaliknya — IELTS General Training TIDAK diterima untuk aplikasi universitas. Jadi kalau kamu ragu, Academic seringkali jadi pilihan yang lebih “aman.”
Strategi Persiapan: Academic vs General Training
Karena Listening dan Speaking identik, persiapan untuk kedua skill ini sama. Perbedaan ada di Reading dan Writing:
Persiapan Reading
Academic:
- Biasakan membaca jurnal ilmiah, artikel National Geographic, The Economist, New Scientist
- Latih skill skimming dan scanning di teks panjang
- Bangun kosakata akademis
- Latihan soal dengan timer ketat
General Training:
- Biasakan membaca iklan, brosur, manual — materi sehari-hari dalam bahasa Inggris
- Untuk Section 3, latihan membaca artikel feature dari koran/majalah berbahasa Inggris
- Perhatikan detail kecil — soal GT Reading sering tentang informasi spesifik
Persiapan Writing Task 1
Academic:
- Hafalkan frasa perbandingan data: “increased sharply,” “remained stable,” “reached a peak”
- Latih mendeskripsikan berbagai jenis grafik: line, bar, pie, table, process, map
- Jangan berikan opini — cukup sampaikan fakta dari data
General Training:
- Latih menulis surat formal, semi-formal, dan informal
- Hafalkan format: salam pembuka, paragraf isi, penutup yang sesuai dengan tingkat formalitas
- Surat formal: “Dear Sir/Madam”, surat informal: “Hi [name]”
Skor IELTS: Apakah Standar Penilaiannya Berbeda?
Sistem scoring IELTS menggunakan band score 1-9 untuk kedua versi. Kriteria penilaian untuk Writing dan Speaking juga sama:
- Writing: Task Achievement/Response, Coherence & Cohesion, Lexical Resource, Grammatical Range & Accuracy
- Speaking: Fluency & Coherence, Lexical Resource, Grammatical Range & Accuracy, Pronunciation
Yang berbeda hanya threshold untuk Reading (seperti yang sudah dibahas) dan standar konten di Writing Task 1.
Score report kamu akan mencantumkan jenis IELTS yang kamu ambil (Academic atau General Training), jadi institusi penerima bisa langsung melihat versi mana yang kamu tes.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Berdasarkan pengalaman ratusan peserta IELTS, ini kesalahan yang paling sering terjadi:
1. Salah Pilih Versi
Ini paling fatal. Pastikan kamu memilih versi yang benar SEBELUM mendaftar. Kalau sudah terlanjur tes, nggak bisa ditukar. Harus tes ulang.
2. Underestimate General Training
Banyak yang berpikir GT lebih gampang lalu nggak persiapan serius. Hasilnya? Skor di bawah target. Ingat: threshold scoring GT lebih tinggi.
3. Overestimate Academic
Sebaliknya, ada yang terlalu takut dengan Academic sampai over-prepare dan burn out sebelum hari tes. Balance itu penting.
4. Tidak Mengecek Persyaratan Institusi
Jangan assume berdasarkan info umum. SELALU cek persyaratan spesifik dari universitas, badan imigrasi, atau lembaga profesional yang kamu tuju.
Kesimpulan: Pilih yang Tepat, Bukan yang Mudah
Perbedaan IELTS Academic dan General Training bukan soal mana yang lebih baik — keduanya sama-sama tes berkualitas tinggi yang diakui secara global. Perbedaannya terletak pada untuk apa kamu membutuhkannya.
Academic untuk kuliah dan registrasi profesional. General Training untuk imigrasi dan kerja. Sesederhana itu. Yang kompleks adalah persiapannya — dan di situlah kamu perlu strategi yang tepat.
Masih bingung mau pilih yang mana? Konsultasi gratis dengan tim OSEE! Kami sudah membantu ratusan peserta menentukan jenis IELTS yang tepat berdasarkan tujuan mereka. Hubungi kami di WhatsApp 0882-007-616-701 atau kunjungi osee.co.id. Kami pastikan kamu memilih dan mempersiapkan tes yang benar — dari awal! 🎯
🎓 Mau Kuliah Gratis? Cek 123+ Beasiswa 2026!
Dari LPDP sampai Fulbright, dari Jepang sampai Eropa. Semua info lengkap + tips persiapan TOEFL.
OSEE — Official ETS Test Center | Gold Award 2024 IIEF

Leave a Reply