Sertifikat TOEFL sering menjadi salah satu syarat administrasi dalam pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Namun, tidak semua jenis TOEFL diterima oleh setiap instansi. Salah satu jenis yang kerap jadi pertanyaan adalah TOEFL Prediction.
Apakah sertifikat ini bisa digunakan untuk mendaftar CPNS? Artikel ini akan menjelaskan secara jelas dan ringkas berdasarkan informasi dari sumber terpercaya.
Apa Itu TOEFL Prediction?
TOEFL Prediction adalah tes simulasi yang dirancang untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris seseorang, menyerupai format TOEFL resmi seperti TOEFL ITP atau PBT. Tes ini biasanya diselenggarakan oleh lembaga kursus atau pendidikan di Indonesia dan memiliki biaya lebih terjangkau dibandingkan tes TOEFL resmi. Soal-soalnya mencakup tiga bagian utama, yaitu Listening Comprehension, Structure and Written Expression, dan Reading Comprehension. Artikel terkait: Cek Nomor Sertifikat TOEFL ITP yang Benar
Skor TOEFL Prediction biasanya berada dalam rentang 310 hingga 677, mirip dengan TOEFL PBT. Namun, karena ini bukan tes resmi yang dikeluarkan oleh ETS (Educational Testing Service), keabsahannya bergantung pada kebijakan instansi yang dituju.
Kebijakan Penggunaan TOEFL Prediction untuk CPNS
Berdasarkan informasi dari berbagai sumber resmi, penggunaan sertifikat TOEFL Prediction untuk pendaftaran CPNS diperbolehkan oleh beberapa instansi, tetapi tidak semuanya. Berikut penjelasan rinci berdasarkan instansi tertentu: Artikel terkait: Memahami Skor TOEFL iBT dan Tingkat CEFR
- Kementerian Luar Negeri (Kemenlu): Kemenlu memperbolehkan penggunaan TOEFL Prediction dengan skor minimal 525 untuk formasi umum dan 475 untuk formasi khusus seperti putra/putri Papua dan Papua Barat. Sertifikat ini harus masih berlaku saat pendaftaran.
- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo): Sertifikat TOEFL Prediction, termasuk English Proficiency Online Test (EPOT) dari YEC, dapat digunakan dengan skor minimal 450–500, tergantung formasi.
- Kejaksaan Agung: Pelamar boleh menggunakan TOEFL Prediction dengan skor minimal 450, kecuali untuk formasi Penerjemah Bahasa Inggris yang mensyaratkan TOEFL ITP skor 550 atau TOEFL iBT skor 80.
- Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dan Pemprov Jawa Timur: Kedua instansi ini juga menerima TOEFL Prediction, meskipun skor minimum dapat bervariasi.
Namun, tidak semua instansi menerima TOEFL Prediction. Beberapa instansi mengharuskan sertifikat TOEFL resmi seperti ITP, PBT, atau iBT karena memiliki keabsahan internasional.
Oleh karena itu, penting untuk memeriksa pengumuman resmi di laman instansi atau situs SSCASN (https://sscasn.bkn.go.id) sebelum mendaftar. Badan Kepegawaian Negara (BKN) juga menegaskan bahwa syarat administrasi, termasuk jenis sertifikat TOEFL, ditentukan oleh masing-masing instansi.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Meskipun TOEFL Prediction lebih mudah diakses dan murah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan: Lihat juga: Pahami Struktur Tes TOEFL ITP, Kunci Raih Skor Maksimal!
- Masa Berlaku Sertifikat: Sertifikat TOEFL Prediction biasanya berlaku 3–12 bulan, lebih pendek dibandingkan TOEFL resmi yang umumnya berlaku hingga 2 tahun. Pastikan sertifikat Anda masih valid saat mendaftar.
- Keabsahan Lembaga: Pilih lembaga penyelenggara tes yang terpercaya dan terdaftar, seperti YEC atau Titik Nol English Course, untuk memastikan sertifikat diterima.
- Verifikasi saat Wawancara: Beberapa instansi, seperti Kejaksaan Agung, mungkin menguji kemampuan bahasa Inggris saat wawancara untuk memverifikasi keabsahan skor.
Kesimpulan
TOEFL Prediction dapat digunakan untuk mendaftar CPNS di beberapa instansi seperti Kemenlu, Kemenkominfo, dan Kejaksaan Agung, dengan skor minimum yang bervariasi (400–525). Namun, tidak semua instansi menerimanya, jadi pastikan Anda memeriksa ketentuan resmi instansi yang dituju.
Dengan persiapan yang matang dan pemilihan lembaga tes yang terpercaya, TOEFL Prediction bisa menjadi alternatif praktis untuk memenuhi syarat administrasi CPNS.






Leave a Reply