Bagian Listening pada tes TOEFL ITP sering kali jadi tantangan besar, terutama saat menghadapi percakapan panjang atau long conversation. Bagian ini, yang biasanya ada di Part B, mengharuskan kamu mendengarkan dialog yang lebih kompleks, sering kali bertema akademis, seperti diskusi antara dosen dan mahasiswa atau antar-mahasiswa tentang kehidupan kampus.
Durasi percakapan ini sekitar 40-80 detik dengan 140-290 kata, diikuti oleh beberapa pertanyaan yang menguji kemampuanmu menangkap ide utama, detail spesifik, dan makna tersirat. Karena audio hanya diputar sekali, kamu perlu strategi yang tepat untuk tetap fokus dan memahami isi percakapan dengan baik.
Artikel ini akan memandu kamu langkah demi langkah untuk menguasai long conversation di TOEFL Listening. Dengan pendekatan yang praktis dan terarah, kamu bisa meningkatkan kemampuan mendengarkan dan meraih skor yang lebih tinggi.
Memahami Struktur Long Conversation di TOEFL Listening
Percakapan panjang di TOEFL Listening biasanya melibatkan dua pembicara, seperti dosen dan mahasiswa, atau dua mahasiswa yang membahas topik akademis atau kehidupan kampus. Topiknya bisa beragam, mulai dari pendaftaran mata kuliah, persiapan ujian, hingga proyek penelitian.
Setiap percakapan diikuti oleh 3-5 pertanyaan yang menguji pemahaman tentang:
- Ide utama: Apa topik utama atau tujuan percakapan?
- Detail spesifik: Fakta atau informasi tertentu, seperti nama, angka, atau waktu.
- Makna tersirat: Apa yang disimpulkan dari nada bicara atau konteks pembicaraan.
- Konteks: Tempat, waktu, atau situasi percakapan.
Contohnya, dalam sebuah dialog, seorang mahasiswa mungkin bertanya tentang syarat magang, dan dosen menjelaskan detail program. Pertanyaan yang muncul bisa berupa “Apa topik utama percakapan ini?” atau “Mengapa mahasiswa kecewa?” Kunci suksesnya adalah mendengarkan dengan aktif dan menangkap informasi penting sejak awal.
Strategi Efektif untuk Menguasai Long Conversation
Untuk memahami percakapan panjang dengan baik, kamu perlu melatih fokus, mengenali pola soal, dan membiasakan diri dengan aksen native speaker. Berikut adalah strategi yang sudah terbukti membantu:
1. Kenali Topik di Awal Percakapan
Narator biasanya menyebutkan nomor soal dan konteks sebelum percakapan dimulai, misalnya, “Questions 1 through 4. Listen to a conversation about internship programs.” Gunakan informasi ini untuk mempersiapkan diri. Kalimat awal percakapan juga sering mengungkap topik utama.
Misalnya, jika pembicara pertama berkata, “I’m thinking about joining the library internship,” kamu tahu dialog akan berfokus pada magang di perpustakaan.
Saat narator berbicara, lihat sekilas pilihan jawaban di lembar soal. Ini membantu kamu memprediksi informasi yang perlu diperhatikan, seperti nama tempat atau orang.
2. Dengarkan dengan Fokus pada 5W+1H
Pertanyaan di long conversation sering berkaitan dengan who (siapa), what (apa), where (di mana), when (kapan), why (mengapa), dan how (bagaimana). Misalnya:
- “Di mana percakapan ini berlangsung?”
- “Apa yang akan dilakukan mahasiswa selanjutnya?”
- “Mengapa dosen menyarankan opsi tertentu?”
Saat mendengarkan, bayangkan situasi percakapan dan catat poin-poin penting seperti lokasi, waktu, atau tindakan yang disebutkan. Meski mencatat dilarang di beberapa tes, visualisasi mental bisa membantu kamu mengingat detail.
3. Perhatikan Nada dan Intonasi
Nada bicara pembicara sering memberikan petunjuk tentang emosi atau maksud. Misalnya, nada kecewa seperti “I can’t believe the internship is full!” menunjukkan kekecewaan, yang mungkin jadi jawaban untuk pertanyaan makna tersirat.
Latih telinga untuk mengenali ekspresi seperti kejutan, persetujuan, atau ketidakpastian.
4. Biasakan Diri dengan Aksen Beragam
Pembicara di TOEFL Listening biasanya menggunakan aksen Amerika, tetapi kadang juga ada aksen Inggris atau Australia.
Untuk membiasakan diri, dengarkan podcast, film dokumenter, atau saluran seperti National Geographic dalam bahasa Inggris tanpa subtitle. Ini membantu kamu mengenali pengucapan dan intonasi yang berbeda.
5. Latih Teknik Mencatat Cepat
Di beberapa tes TOEFL, mencatat diperbolehkan. Buat catatan ringkas dengan simbol atau singkatan yang kamu pahami.
Misalnya, untuk percakapan tentang magang, catat: “internship → library → full → contact Emily.” Fokus pada kata kunci seperti nama, angka, atau tindakan, bukan menulis kalimat panjang.
6. Antisipasi Jebakan Umum
Beberapa jebakan dalam long conversation meliputi:
- Kata yang mirip bunyinya: Misalnya, “course” (mata kuliah) dan “coarse” (kasar).
- Informasi yang tidak relevan: Pembicara mungkin menyebutkan detail yang tidak ditanyakan, seperti “uh” atau “umm” (pengisi).
- Makna tersirat: Jawaban mungkin tidak diucapkan langsung, melainkan tersirat dari konteks.
Untuk menghindari jebakan, fokus pada kalimat yang relevan dengan pertanyaan dan abaikan informasi pengisi.
Latihan yang Efektif untuk Meningkatkan Kemampuan
Meningkatkan kemampuan mendengarkan untuk long conversation membutuhkan latihan rutin. Berikut adalah cara yang bisa kamu terapkan:
| Aktivitas Latihan | Manfaat | Sumber yang Direkomendasikan |
|---|---|---|
| Dengarkan podcast akademis | Membiasakan diri dengan topik akademis dan aksen native speaker | BBC Learning English, TED Talks |
| Tonton dokumenter tanpa subtitle | Melatih pemahaman konteks dan detail tanpa bantuan visual | National Geographic, Discovery Channel |
| Simulasi tes TOEFL Listening | Membiasakan diri dengan format dan waktu terbatas | ETS Official Practice, Yureka Education Center |
| Diskusi dengan native speaker | Mengasah kemampuan mendengar dan memahami aksen | Forum belajar bahasa Inggris, aplikasi seperti Tandem |
Cobalah dengarkan satu audio beberapa kali. Pertama, dengarkan tanpa mencatat untuk menangkap ide utama. Kedua, dengarkan sambil mencatat detail. Ketiga, periksa apakah catatanmu menjawab pertanyaan yang mungkin muncul.
Kesimpulan
Menguasai percakapan panjang di TOEFL Listening bukan hanya soal mendengar, tetapi juga memahami konteks, menangkap detail, dan mengenali maksud pembicara. Dengan strategi seperti fokus pada topik awal, memperhatikan 5W+1H, dan melatih telinga untuk aksen beragam, kamu bisa meningkatkan performa secara signifikan.
Latihan rutin dengan sumber seperti podcast, dokumenter, atau simulasi tes juga akan membantu kamu lebih siap menghadapi tes. Ingat, kunci utama adalah konsentrasi dan latihan yang konsisten. Dengan pendekatan yang tepat, bagian long conversation tidak lagi jadi momok, melainkan peluang untuk unggul.
Tingkatkan skor TOEFL Anda dengan kursus persiapan di OSEE, pusat tes TOEFL resmi dari ETS. Kami menawarkan program pelatihan intensif dengan instruktur berpengalaman, simulasi tes autentik, dan strategi teruji untuk menguasai Listening, Reading, Structure, dan Writing. Daftar sekarang di OSEE untuk mendapatkan bimbingan personal dan akses ke sumber belajar resmi ETS.






Leave a Reply