Bagian Incomplete Sentences atau Part 5 dalam tes TOEIC sering menjadi ladang poin bagi peserta yang cerdas. Kamu sebenarnya hanya perlu memahami pola kalimat tanpa harus menerjemahkan seluruh soal kata per kata. Kecepatan dan ketepatan menjadi kunci utama di sesi ini karena waktu pengerjaan sangat terbatas.
Kami di OSEE sering menemukan peserta yang menghabiskan waktu terlalu lama untuk memikirkan arti kata sulit. Padahal soal tersebut hanya menguji struktur tata bahasa dasar atau grammar. Kamu bisa meningkatkan skor secara signifikan jika fokus menguasai pola grammar yang berulang kali muncul dalam ujian.
1. Word Families (Keluarga Kata)
Materi ini mendominasi hampir 40 persen soal pada bagian Incomplete Sentences. Soal jenis ini meminta kamu menentukan jenis kata yang tepat untuk mengisi titik-titik. Kamu harus memilih antara kata benda (noun), kata kerja (verb), kata sifat (adjective), atau kata keterangan (adverb).
Kami menyarankan kamu untuk melihat akhiran kata pada pilihan jawaban terlebih dahulu. Kamu bisa mengenali kata benda dari akhiran seperti tion, ment, atau ness. Kata sifat biasanya berakhiran ive, al, atau ful. Sedangkan kata keterangan umumnya diakhiri dengan ly.
Kamu cukup melihat kata sebelum dan sesudah titik-titik untuk menjawab soal ini. Jika sebelum titik-titik ada artikel “the” dan setelahnya kosong, kemungkinan besar jawabannya adalah kata benda. Jika ada to be, kemungkinan besar jawabannya adalah kata sifat atau Verb-ing.
2. Verb Tenses dan Time Markers
Penguasaan tenses sangat krusial dalam tes TOEIC karena soal ini menguji pemahaman kamu terhadap konteks waktu. Kami melihat banyak peserta terjebak pada penggunaan Present Perfect dan Past Simple. Kamu harus jeli melihat penanda waktu atau time marker yang ada dalam kalimat.
Kalimat yang menggunakan kata “ago”, “last year”, atau “yesterday” pasti menggunakan Past Simple. Sebaliknya kalimat dengan penanda “since” atau “for” biasanya menuntut penggunaan Present Perfect Tense. Kamu tidak perlu membaca keseluruhan cerita untuk menemukan kunci jawaban ini.
Selain itu perhatikan juga Subject-Verb Agreement. Kamu harus memastikan kata kerja sesuai dengan subjeknya apakah tunggal atau jamak. Subjek tunggal membutuhkan kata kerja tunggal dan subjek jamak membutuhkan kata kerja jamak. Kesalahan sepele di sini sering mengurangi poin peserta secara drastis.
3. Prepositions dan Conjunctions
Dua elemen ini sering membingungkan peserta karena memiliki arti yang mirip dalam bahasa Indonesia namun berbeda fungsi gramatikal. Preposisi berfungsi menghubungkan kata benda sedangkan konjungsi berfungsi menghubungkan klausa atau kalimat.
Kamu bisa mempelajari perbedaan mendasar ini melalui tabel berikut.
| Kategori | Kata Hubung (Conjunction) | Kata Depan (Preposition) |
|---|---|---|
| Sebab Akibat | Because, Since, As | Because of, Due to, Thanks to |
| Pertentangan | Although, Even though, While | Despite, In spite of |
| Waktu | When, While, Before, After | During, For, In, On, At |
Perhatikan apa yang mengikuti titik-titik pada soal. Jika setelah titik-titik adalah kalimat utuh yang terdiri dari subjek dan predikat, maka kamu harus memilih Conjunction. Namun jika setelahnya hanya berupa frasa kata benda atau Noun Phrase, maka jawaban yang tepat adalah Preposition.
Memahami logika ini memang membutuhkan latihan rutin. Kami di OSEE menyediakan berbagai materi dan simulasi tes yang dirancang untuk melatih kepekaan kamu terhadap pola-pola jebakan seperti ini.
4. Gerunds dan Infinitives
Soal tentang Gerund dan Infinitive menguji pengetahuan kamu tentang pasangan kata kerja tertentu. Ada kata kerja yang wajib diikuti oleh Gerund (Verb-ing) dan ada yang wajib diikuti oleh Infinitive (to + Verb 1). Kamu tidak bisa mengandalkan logika bahasa Indonesia di sini karena ini adalah aturan baku bahasa Inggris.
Kata kerja seperti “enjoy”, “suggest”, “recommend”, dan “mind” harus selalu diikuti oleh Gerund. Contohnya adalah kalimat “I enjoy reading” bukan “I enjoy to read”. Kamu harus menghafal daftar kata kerja ini karena sering muncul dalam soal.
Sebaliknya kata kerja seperti “decide”, “plan”, “hope”, dan “want” harus diikuti oleh Infinitive. Contoh yang benar adalah “We decide to go” bukan “We decide going”. Menghafal pasangan kata ini adalah cara tercepat untuk menjawab soal tanpa ragu.
5. Pronouns (Kata Ganti)
Soal Pronoun terlihat sederhana tetapi sering mengecoh jika kamu tidak teliti melihat fungsi kata dalam kalimat. Kamu akan diminta memilih antara Subject Pronoun, Object Pronoun, Possessive Adjective, atau Reflexive Pronoun.
Kami sering mengingatkan peserta untuk melihat posisi titik-titik. Jika titik-titik berada di awal kalimat sebelum kata kerja, kamu butuh Subject Pronoun seperti I, You, We, They. Jika berada setelah kata kerja atau preposisi, kamu butuh Object Pronoun seperti Me, You, Us, Them.
Hati-hati dengan penggunaan Reflexive Pronoun yang berakhiran self atau selves. Kata ini hanya digunakan jika subjek dan objek adalah orang yang sama atau untuk memberi penekanan. Soal TOEIC sering menjebak peserta dengan menyelipkan opsi ini pada kalimat yang sebenarnya hanya membutuhkan Object Pronoun biasa.
6. Conditional Sentences (Kalimat Pengandaian)
Jenis grammar ini juga langganan muncul di soal TOEIC terutama Tipe 1 dan Tipe 2. Kamu harus memahami pasangan tenses yang digunakan dalam struktur kalimat pengandaian ini. Pola ini bersifat tetap dan tidak bisa diubah seenaknya.
Tipe 1 menggunakan Present Simple di klausa If dan Future Simple di klausa utama. Tipe ini menyatakan kemungkinan yang bisa terjadi di masa depan. Contohnya adalah “If I study hard, I will pass the exam”.
Tipe 2 menggunakan Past Simple di klausa If dan “would” di klausa utama. Tipe ini menyatakan pengandaian yang berlawanan dengan fakta saat ini. Kamu cukup melihat salah satu bagian kalimat untuk menentukan jawaban bagian lainnya. Jika ada “would”, carilah Past Simple.
7. Comparative dan Superlative
Soal perbandingan kata sifat atau adverbia juga sering muncul untuk menguji ketelitian peserta. Kamu harus bisa membedakan kapan menggunakan bentuk Comparative dan kapan menggunakan Superlative.
Bentuk Comparative biasanya ditandai dengan kata “than”. Jika kamu melihat kata “than” setelah titik-titik, carilah kata sifat yang berakhiran er atau diawali kata more. Contohnya adalah “faster than” atau “more expensive than”.
Bentuk Superlative ditandai dengan artikel “the” sebelum titik-titik. Jika ada kata “the” dan konteks kalimat menyatakan yang paling unggul, pilihlah kata sifat berakhiran est atau diawali kata most. Contohnya adalah “the fastest” atau “the most expensive”.
Kesimpulan
Menguasai ketujuh topik grammar di atas adalah langkah strategis untuk menaklukkan bagian Incomplete Sentences. Kamu tidak perlu menjadi ahli bahasa Inggris untuk mendapatkan skor tinggi. Kamu hanya perlu menjadi ahli dalam mengenali pola soal yang diberikan.
Kami menyarankan kamu untuk terus berlatih mengerjakan soal-soal latihan yang spesifik membahas topik-topik tersebut. Konsistensi dan ketelitian dalam melihat detail kecil seperti akhiran kata dan penanda waktu akan membawa kamu pada pencapaian skor yang memuaskan.






Leave a Reply