Banyak pencari kerja sering merasa bingung saat persyaratan lamaran mencantumkan skor kompetensi bahasa Inggris. Kebingungan ini sering memunculkan berbagai asumsi keliru mengenai jenis tes yang harus diambil. Padahal pemahaman yang tepat mengenai jenis sertifikasi sangat menentukan kesuksesan administrasi lamaran kerja kamu.
Kami di OSEE sering menemukan calon peserta yang mendaftar tes tanpa memahami fungsi utamanya. Akibatnya persiapan mereka menjadi kurang maksimal karena termakan informasi yang tidak valid. Kamu perlu menyimak ulasan mendalam ini agar strategi karier kamu berjalan mulus dan tepat sasaran.
1. TOEIC Sama Saja dengan TOEFL
Anggapan ini adalah kekeliruan paling umum yang beredar di masyarakat. Banyak orang mengira bahwa sertifikat TOEFL bisa menggantikan peran TOEIC dalam dunia kerja. Kenyataannya kedua tes ini memiliki orientasi dan tujuan penggunaan yang sangat berbeda meskipun sama-sama menguji bahasa Inggris.
TOEFL atau Test of English as a Foreign Language memiliki desain khusus untuk keperluan akademis. Konten soal biasanya berkutat pada materi kuliah, sejarah, atau sosiologi yang berat. Universitas menggunakan tes ini sebagai syarat penerimaan mahasiswa baru.
Sebaliknya, TOEIC atau Test of English for International Communication berfokus pada penggunaan bahasa Inggris dalam lingkungan kerja global. Soal-soal dalam tes TOEIC berkaitan dengan situasi rapat, telekonferensi, perjalanan dinas, hingga negosiasi bisnis. Perusahaan multinasional lebih menyukai skor TOEIC karena mencerminkan kemampuan komunikasi praktis karyawan.
2. Harus Mahir Bicara untuk Mendapat Skor Tinggi
Banyak calon peserta merasa takut mengambil tes ini karena merasa kemampuan speaking atau berbicara mereka kurang lancar. Ketakutan ini sebenarnya tidak berdasar karena jenis TOEIC yang paling umum digunakan di Indonesia adalah tipe Listening and Reading.
Kami perlu meluruskan bahwa pada tes TOEIC Listening and Reading, kamu hanya akan mengerjakan soal pilihan ganda. Peserta hanya perlu menajamkan kemampuan menyimak audio dan memahami teks bacaan. Kemampuan berbicara aktif tidak diujikan dalam sesi ini sehingga kamu bisa lebih fokus pada pemahaman konteks.
Namun demikian kamu tetap harus mempersiapkan diri dengan matang. OSEE sebagai penyelenggara tes resmi selalu menyarankan peserta untuk sering mendengarkan percakapan bisnis agar telinga terbiasa dengan aksen dan istilah dunia kerja.
Tabel Perbedaan Fokus Materi
Agar kamu lebih mudah memahaminya, perhatikan tabel perbandingan sederhana berikut ini.
| Aspek | TOEFL (Academic) | TOEIC (Professional) |
|---|---|---|
| Tujuan | Syarat kuliah/beasiswa | Syarat kerja/promosi jabatan |
| Konteks Soal | Sejarah, sains, sosiologi | Rapat, email, reservasi, kantor |
| Kosakata | Akademis dan formal | Bisnis dan fungsional |
| Pengguna | Universitas & Kampus | HRD Perusahaan & BUMN |
3. Sertifikat Berlaku Seumur Hidup
Informasi ini sangat menyesatkan dan bisa berakibat fatal jika kamu melamar pekerjaan dengan sertifikat kadaluarsa. Kemampuan bahasa merupakan keterampilan yang bersifat dinamis dan bisa menurun jika tidak diasah secara rutin.
Masa berlaku sertifikat resmi TOEIC adalah dua tahun sejak tanggal tes dilaksanakan. Pihak Educational Testing Service (ETS) menetapkan aturan ini untuk menjaga validitas skor peserta. Perusahaan ingin mengetahui kemampuan terkini kamu dan bukan kemampuan kamu lima tahun yang lalu.
Jika kamu menyadari sertifikatmu sudah hampir habis masa berlakunya, segera jadwalkan tes ulang. Kamu bisa menghubungi tim OSEE untuk mendapatkan jadwal tes terbaru yang fleksibel dan proses verifikasi yang cepat. Jangan menunggu sampai panggilan kerja datang baru sibuk mencari jadwal tes.
4. Skor TOEIC Hanya Sistem Lulus atau Gagal
Sering kali peserta bertanya berapa nilai minimal untuk lulus tes ini. Pertanyaan tersebut sebenarnya kurang tepat karena TOEIC tidak mengenal sistem lulus atau gagal seperti ujian sekolah. Tes ini dirancang untuk mengukur tingkat kemahiran seseorang dalam rentang skor tertentu.
Rentang skor TOEIC Listening and Reading bergerak dari angka 10 hingga 990. Setiap rentang nilai merepresentasikan level kemampuan komunikasi peserta. Perusahaanlah yang menentukan standar skor minimal sesuai kebutuhan posisi yang mereka tawarkan.
Sebagai contoh posisi staf administrasi mungkin hanya mensyaratkan skor 450. Sementara itu posisi manajer yang sering berhubungan dengan klien asing mungkin membutuhkan skor di atas 700. Jadi fokuslah untuk mencapai skor setinggi mungkin dan bukan sekadar mencari status lulus.
5. TOEIC Hanya untuk Perusahaan Asing
Dulu mungkin anggapan ini benar adanya. Namun tren rekrutmen di Indonesia telah bergeser secara signifikan dalam satu dekade terakhir. Penggunaan skor TOEIC tidak lagi eksklusif milik perusahaan asing atau multinasional saja.
Banyak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia kini mewajibkan pelamar melampirkan skor TOEIC dalam seleksi administrasi mereka. Instansi pemerintahan tertentu juga mulai melirik standar ini untuk mengukur kompetensi pegawainya dalam rangka pertukaran tugas atau beasiswa dinas.
Perusahaan swasta nasional yang memiliki orientasi ekspor juga pasti membutuhkan karyawan dengan kemampuan bahasa Inggris bisnis yang baik. Memiliki sertifikat ini akan membuka peluang karier kamu lebih luas di berbagai sektor industri dalam negeri.
6. Grammar Adalah Segalanya
Peserta sering menghabiskan waktu berbulan-bulan hanya untuk menghafal rumus grammar atau tata bahasa yang rumit. Mereka mengira bahwa kunci sukses tes ini terletak pada penguasaan struktur kalimat yang sempurna.
Faktanya penguasaan kosakata atau vocabulary jauh lebih krusial dalam tes TOEIC. Konteks soal sangat bergantung pada pembendaharaan kata seputar dunia bisnis seperti invoice, merger, appointment, hingga warranty. Jika kamu paham grammar tapi tidak tahu arti kata kuncinya, kamu akan kesulitan menjawab soal.
Kami menyarankan kamu untuk menyeimbangkan belajar tata bahasa dengan memperkaya kosakata bisnis harian. Membaca berita ekonomi atau menyimak podcast bisnis bisa menjadi cara ampuh untuk meningkatkan skor secara alami.
7. Tes Online Tidak Valid
Pandemi mengubah banyak hal termasuk metode pelaksanaan tes bahasa Inggris. Muncul anggapan bahwa tes yang dilakukan secara daring atau remote tidak memiliki nilai yang sama dengan tes tatap muka di kertas.
Faktanya penyelenggara resmi telah menggunakan sistem keamanan tinggi untuk menjamin integritas tes daring. Skor yang dihasilkan dari tes resmi berbasis komputer atau daring memiliki validitas yang sama di mata perusahaan selama dikeluarkan oleh lembaga terakreditasi.
Lembaga kami memastikan setiap pelaksanaan tes mengikuti protokol keamanan ketat agar sertifikat yang kamu terima diakui secara luas. Pastikan kamu selalu mengambil tes dari penyedia resmi untuk menghindari masalah verifikasi di kemudian hari.
Kesimpulan
Memahami fakta di balik mitos seputar TOEIC akan membantu kamu mempersiapkan diri lebih baik. Tes ini bukan sekadar formalitas melainkan bukti nyata kompetensi komunikasi profesional kamu. Jangan biarkan informasi yang salah menghambat langkahmu meraih karier impian di perusahaan bonafide.
Persiapan yang matang dimulai dari pemahaman yang benar. Pastikan kamu selalu memverifikasi informasi tes kepada penyelenggara resmi seperti OSEE untuk mendapatkan data yang akurat. Investasi pada sertifikasi bahasa Inggris yang tepat adalah langkah strategis untuk masa depan karier yang gemilang.






Leave a Reply