Bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke jenjang sarjana (S1), terutama di program internasional atau universitas ternama, kemampuan bahasa Inggris sering menjadi salah satu syarat penting.
Salah satu cara untuk membuktikan kemampuan ini adalah melalui tes TOEFL (Test of English as a Foreign Language). Namun, berapa sebenarnya nilai TOEFL minimal untuk S1 di Indonesia?
Artikel ini akan membahas standar skor TOEFL yang dibutuhkan, variasi persyaratan antar universitas, dan beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Mengapa TOEFL Penting untuk S1?
TOEFL dirancang untuk mengukur kemampuan seseorang dalam memahami dan menggunakan bahasa Inggris di lingkungan akademik. Di Indonesia, tes ini sering menjadi syarat masuk program S1, khususnya untuk kelas internasional atau program dengan bahasa pengantar Inggris. Cek juga: Begini Cara Mendapatkan Sertifikat TOEFL Online Gratis
Skor TOEFL menunjukkan kesiapan calon mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan, membaca jurnal ilmiah, berdiskusi, dan menyelesaikan tugas dalam bahasa Inggris. Universitas menggunakan standar skor ini untuk memastikan mahasiswa tidak kesulitan mengikuti pembelajaran.
Standar Nilai TOEFL Minimal untuk S1
Standar nilai TOEFL minimal untuk S1 bervariasi tergantung pada universitas dan jenis program studi. Secara umum, universitas di Indonesia menerima beberapa jenis tes TOEFL, seperti TOEFL iBT (Internet-Based Test), TOEFL ITP (Institutional Testing Program), atau tes setara seperti IELTS dan AcEPT (Academic English Proficiency Test). Berikut adalah gambaran umum standar skor berdasarkan jenis universitas:
- Universitas dengan Program Internasional: Program seperti International Undergraduate Program (IUP) biasanya mensyaratkan skor TOEFL iBT antara 61 hingga 100 atau TOEFL ITP antara 500 hingga 550. Misalnya, Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk program IUP di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik mensyaratkan TOEFL ITP minimal 500, TOEFL iBT minimal 61, atau IELTS 6.0.
- Universitas dengan Bahasa Pengantar Bilingual: Beberapa universitas yang menggunakan bahasa Indonesia dan Inggris secara bergantian biasanya menetapkan skor lebih rendah, seperti TOEFL iBT 60–80 atau TOEFL ITP 450–500.
- Program Khusus atau Double Degree: Program ini sering kali memiliki standar lebih tinggi, dengan TOEFL iBT minimal 80–100 atau TOEFL ITP 550–600, karena mahasiswa akan belajar di lingkungan internasional atau bermitra dengan universitas luar negeri.
Sebagai contoh, UGM melalui laman resminya menjelaskan bahwa calon mahasiswa IUP harus memiliki sertifikat TOEFL yang masih berlaku (maksimal dua tahun) dengan skor yang memenuhi syarat program studi tujuan. Persyaratan ini bisa berbeda antar fakultas, sehingga penting untuk memeriksa informasi langsung dari situs resmi universitas. Pelajari lebih lanjut tentang: Daftar Lembaga Resmi Penyelenggara Tes TOEFL ITP di Indonesia
Variasi Persyaratan Antar Universitas
Setiap universitas memiliki kebijakan sendiri terkait nilai TOEFL minimal. Berikut adalah beberapa contoh dari universitas ternama di Indonesia:
- Universitas Gadjah Mada (UGM): Untuk IUP, UGM mensyaratkan TOEFL ITP minimal 500 atau AcEPT UGM dengan skor setara. Jika calon mahasiswa tidak memiliki sertifikat TOEFL, mereka dapat mengikuti tes AcEPT yang diadakan oleh UGM.
- Universitas Indonesia (UI): Program internasional UI, seperti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, biasanya meminta TOEFL ITP minimal 500 atau TOEFL iBT 61. UI juga menerima IELTS dengan skor minimal 6.0.
- Institut Teknologi Bandung (ITB): Untuk program internasional, ITB menetapkan TOEFL ITP minimal 500 atau TOEFL iBT 61, tergantung pada fakultas.
- Universitas Airlangga (Unair): Unair mensyaratkan TOEFL ITP minimal 500 untuk beberapa program internasional, tetapi fakultas tertentu seperti kedokteran mungkin memiliki standar lebih tinggi.
Perlu diingat, beberapa universitas juga menerima tes alternatif seperti IELTS atau tes internal mereka sendiri, seperti AcEPT di UGM. Selain itu, fakultas atau program studi tertentu dalam satu universitas bisa memiliki standar yang lebih tinggi dibandingkan standar umum universitas.
BACA JUGA: Cara Menghitung Skor TOEFL ITP dan iBT
Hal yang Perlu Diperhatikan
Sebelum mendaftar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait persyaratan TOEFL untuk S1: Pelajari lebih lanjut tentang: Cara Lulus TOEFL Tanpa Belajar, Mitos atau Fakta?
- Masa Berlaku Sertifikat: Sertifikat TOEFL biasanya hanya berlaku selama dua tahun sejak tanggal tes. Pastikan sertifikat Anda masih valid saat mendaftar.
- Jenis Tes yang Diterima: Tidak semua universitas menerima semua jenis TOEFL. Misalnya, TOEFL ITP lebih umum diterima di Indonesia, tetapi beberapa program internasional mungkin hanya menerima TOEFL iBT.
- Persiapan Tes: Skor TOEFL tidak hanya soal kemampuan bahasa, tetapi juga pemahaman format tes. Latihan rutin dengan soal-soal resmi dari ETS (penyelenggara TOEFL) dapat membantu meningkatkan skor.
- Syarat Tambahan: Selain TOEFL, universitas biasanya juga mensyaratkan nilai akademik (IPK), tes potensi seperti GMST (Gadjah Mada Scholastic Test), atau wawancara. Pastikan semua dokumen pendukung sudah lengkap.
Jika skor TOEFL Anda belum memenuhi syarat, banyak universitas menawarkan opsi untuk mengikuti tes ulang atau mengambil kursus bahasa Inggris praprogram. Misalnya, UGM memungkinkan calon mahasiswa yang gagal memenuhi skor minimal untuk mendaftar kembali di gelombang berikutnya setelah meningkatkan skor mereka.
Kesimpulan
Nilai TOEFL minimal untuk S1 di Indonesia bervariasi, mulai dari TOEFL ITP 450–550 atau TOEFL iBT 60–100, tergantung pada universitas dan program studi. Universitas seperti UGM, UI, dan ITB memiliki standar yang jelas untuk program internasional, dengan skor TOEFL ITP 500 atau iBT 61 sebagai patokan umum. Untuk memastikan keakuratan informasi, selalu periksa situs resmi universitas tujuan atau hubungi bagian penerimaan mahasiswa.
Dengan persiapan yang matang, mulai dari memahami format tes hingga melengkapi dokumen, Anda bisa memenuhi syarat TOEFL dan melangkah lebih dekat ke impian kuliah di universitas ternama.






Leave a Reply