Saat Anda berencana melanjutkan studi, melamar pekerjaan, atau mengajukan beasiswa, sering kali Anda akan menemui syarat sertifikat TOEFL. Tapi, tahukah Anda bahwa TOEFL punya beberapa jenis, dan dua yang paling umum adalah TOEFL iBT dan TOEFL ITP? Meski keduanya dirancang untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris, ternyata ada perbedaan signifikan yang perlu Anda pahami sebelum memilih salah satu.
Artikel ini akan membantu Anda memahami perbedaan TOEFL iBT dan TOEFL ITP secara jelas, mulai dari format, tujuan, hingga biaya, sehingga Anda bisa memutuskan mana yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Apa Itu TOEFL iBT dan TOEFL ITP?
Sebelum masuk ke perbedaan, mari kenali dulu kedua tes ini. TOEFL, atau Test of English as a Foreign Language, adalah ujian standar internasional yang mengukur kemampuan bahasa Inggris non-penutur asli. Tes ini dikembangkan oleh ETS (Educational Testing Service), sebuah lembaga di Amerika Serikat.
- TOEFL iBT (Internet-Based Test): Tes ini dilakukan secara online melalui komputer dengan koneksi internet. TOEFL iBT dirancang untuk mengevaluasi kemampuan bahasa Inggris secara menyeluruh, mencakup kehidupan akademik dan profesional di lingkungan internasional. Tes ini diterima secara luas oleh lebih dari 12.000 universitas dan institusi di 160 negara, menjadikannya pilihan utama untuk studi atau pekerjaan di luar negeri.
- TOEFL ITP (Institutional Testing Program): Berbeda dengan iBT, TOEFL ITP biasanya digunakan untuk keperluan lokal, seperti syarat kelulusan universitas atau beasiswa dalam negeri. Tes ini bisa dilakukan secara digital atau berbasis kertas (paper-based), tergantung penyelenggara, dan lebih terfokus pada konteks akademis atau sosial di lingkungan lokal.
Perbedaan Utama TOEFL iBT dan TOEFL ITP
Agar lebih mudah dipahami, berikut adalah perbedaan utama antara kedua tes ini berdasarkan beberapa aspek penting:
1. Format dan Komponen Tes
TOEFL iBT menguji empat keterampilan bahasa Inggris: Reading, Listening, Speaking, dan Writing. Tes ini dirancang untuk mencerminkan penggunaan bahasa Inggris dalam situasi nyata, seperti diskusi di kelas atau presentasi akademik. Contohnya, Anda mungkin diminta mendengarkan kuliah, lalu menulis esai berdasarkan informasi yang Anda dengar. Durasi tes ini sekitar 3 jam, dan semua dikerjakan secara online.
Sementara itu, TOEFL ITP hanya menguji tiga keterampilan: Listening Comprehension, Structure and Written Expression (tata bahasa), dan Reading Comprehension. Tidak ada bagian Speaking atau Writing seperti di iBT, sehingga tes ini cenderung lebih sederhana. Durasi tes ITP lebih singkat, sekitar 2 jam, dan formatnya bisa digital atau kertas, tergantung penyelenggara. Baca juga: Cara Lulus TOEFL Tanpa Belajar, Mitos atau Fakta?
2. Skala Penilaian
Skor TOEFL iBT berkisar antara 0-120, dengan masing-masing bagian (Reading, Listening, Speaking, Writing) memiliki bobot maksimal 30 poin. Skor ini mencerminkan kemampuan Anda secara menyeluruh, dan banyak universitas luar negeri menetapkan skor minimal, misalnya 79 untuk Jepang atau 100 untuk Amerika Serikat.
Sebaliknya, TOEFL ITP memiliki skala skor 310-677. Skor ini dibagi ke dalam tiga level: Bronze (460-542), Silver (543-626), dan Gold (627-677). Di Indonesia, skor 500-550 sudah dianggap cukup baik untuk keperluan lokal, seperti beasiswa atau kelulusan universitas.
3. Tujuan dan Pengakuan
TOEFL iBT diakui secara global, menjadikannya pilihan utama untuk keperluan studi di luar negeri, aplikasi visa, atau pekerjaan di perusahaan multinasional. Banyak beasiswa internasional, seperti LPDP, Fulbright, atau AAS, menerima skor TOEFL iBT sebagai syarat utama.
Di sisi lain, TOEFL ITP lebih terbatas penggunaannya, terutama untuk keperluan lokal di Indonesia atau beberapa negara Asia. Tes ini sering dipakai untuk syarat kelulusan universitas (misalnya, Universitas Indonesia atau UGM), pendaftaran beasiswa dalam negeri, atau evaluasi kemampuan bahasa Inggris di tempat kursus. Namun, beberapa beasiswa internasional, seperti AAS, juga menerima TOEFL ITP dengan skor minimal tertentu, biasanya sekitar 500.
4. Biaya Tes
Biaya TOEFL iBT jauh lebih mahal, berkisar antara Rp3.000.000 hingga Rp3.500.000 (sekitar USD 205, tergantung nilai tukar). Ini karena tes ini menggunakan teknologi canggih dan diakui secara internasional. Anda bisa mendaftar melalui situs resmi ETS di www.ets.org/toefl. Pelajari lebih lanjut tentang: Memahami Skor TOEFL iBT dan Tingkat CEFR
Sebaliknya, TOEFL ITP jauh lebih terjangkau, dengan biaya sekitar Rp500.000 hingga Rp1.000.000, tergantung penyelenggara tes. Biaya yang lebih rendah ini membuat ITP menjadi pilihan populer untuk keperluan lokal atau bagi yang ingin mengukur kemampuan bahasa Inggris tanpa mengeluarkan banyak biaya.
5. Masa Berlaku
Baik TOEFL iBT maupun TOEFL ITP memiliki masa berlaku sertifikat selama 2 tahun sejak tanggal tes. Setelah itu, Anda perlu mengikuti tes ulang jika ingin menggunakannya untuk keperluan tertentu.
Hal ini dikarenakan kemampuan bahasa Inggris seseorang bisa berubah seiring waktu, terutama jika tidak sering digunakan.
Mana yang Harus Anda Pilih?
Memilih antara TOEFL iBT dan TOEFL ITP tergantung pada tujuan Anda. Berikut panduan sederhana untuk membantu Anda memutuskan:
- Pilih TOEFL iBT jika: Anda ingin melanjutkan studi ke luar negeri, mengajukan beasiswa internasional, atau melamar pekerjaan di perusahaan multinasional. Tes ini lebih cocok jika institusi tujuan Anda mensyaratkan pengakuan global atau jika Anda ingin mengukur kemampuan berbicara dan menulis dalam bahasa Inggris.
- Pilih TOEFL ITP jika: Anda membutuhkan sertifikat untuk keperluan lokal, seperti kelulusan universitas, beasiswa dalam negeri, atau evaluasi kemampuan di tempat kursus. Tes ini juga cocok jika Anda ingin persiapan awal sebelum mengambil TOEFL iBT, karena formatnya lebih sederhana dan biayanya lebih murah.
Sebelum memilih, pastikan Anda memeriksa persyaratan institusi atau program yang Anda tuju. Misalnya, beberapa universitas di Indonesia mungkin menerima TOEFL ITP untuk kelulusan, tapi universitas di Amerika Serikat hampir pasti mensyaratkan TOEFL iBT.
Tips Persiapan Tes
Untuk hasil maksimal, persiapan adalah kunci. Anda bisa memulai dengan membaca buku persiapan TOEFL, seperti Barron’s TOEFL iBT atau Kaplan’s TOEFL iBT Prep Plus. Artikel terkait: Perbedaan Durasi Tes TOEFL ITP dan iBT
Jika waktu terbatas, pertimbangkan mengikuti kursus persiapan di lembaga terpercaya, seperti LBI FIB UI atau Vista Education. Latihan soal juga penting, terutama untuk membiasakan diri dengan format tes dan meningkatkan kecepatan membaca serta mendengar.
Jika Anda memilih TOEFL iBT, fokuslah pada latihan Speaking dan Writing, karena kedua bagian ini sering dianggap paling menantang.
Untuk TOEFL ITP, perbanyak latihan soal tata bahasa dan membaca teks akademis, karena keduanya mendominasi tes ini.
Kesimpulan
Perbedaan TOEFL iBT dan TOEFL ITP terletak pada format, komponen tes, skala penilaian, tujuan, dan biaya. TOEFL iBT lebih komprehensif, diakui secara global, dan cocok untuk keperluan internasional, tetapi biayanya lebih mahal.
Sebaliknya, TOEFL ITP lebih sederhana, terjangkau, dan ideal untuk keperluan lokal, meski pengakuannya terbatas. Dengan memahami kebutuhan Anda dan persyaratan institusi tujuan, Anda bisa memilih tes yang tepat tanpa membuang waktu atau biaya.






Leave a Reply