Perbedaan TOEFL PBT dan IBT

Perbedaan TOEFL PBT dan IBT

TOEFL, atau Test of English as a Foreign Language, adalah ujian standar internasional untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris seseorang, terutama bagi non-penutur asli. Tes ini sering menjadi syarat masuk universitas, beasiswa, atau pekerjaan di lingkungan berbahasa Inggris.

Namun, TOEFL memiliki beberapa format, dan dua di antaranya adalah TOEFL PBT (Paper-Based Test) dan TOEFL iBT (Internet-Based Test). Meski keduanya dirancang untuk tujuan yang sama, ada perbedaan signifikan dalam cara pelaksanaan, komponen tes, dan kegunaannya.

Artikel ini akan menjelaskan perbedaan utama antara kedua format ini agar Anda bisa memilih yang sesuai dengan kebutuhan.

Latar Belakang TOEFL PBT dan iBT

TOEFL pertama kali diperkenalkan pada tahun 1964 oleh Educational Testing Service (ETS), sebuah lembaga di Amerika Serikat yang mengelola tes ini. Awalnya, TOEFL menggunakan format PBT, yang mengandalkan kertas dan pensil. Seiring perkembangan teknologi, ETS memperkenalkan TOEFL iBT pada tahun 2005 sebagai format yang lebih modern dan berbasis internet.

Saat ini, TOEFL iBT telah menggantikan PBT di sebagian besar wilayah, tetapi PBT masih digunakan di beberapa tempat dengan keterbatasan akses teknologi. Di Indonesia, TOEFL PBT sudah sangat jarang diselenggarakan dan lebih sering digantikan oleh TOEFL ITP (Institutional Testing Program), yang mirip dengan PBT.

Perbedaan Utama antara TOEFL PBT dan iBT

Berikut adalah penjelasan mendalam tentang perbedaan antara TOEFL PBT dan iBT, yang mencakup format tes, komponen yang diuji, durasi, sistem penilaian, dan tujuan penggunaannya.

1. Format dan Cara Pelaksanaan

TOEFL PBT dilakukan secara tradisional dengan kertas dan pensil. Peserta menjawab soal di lembar jawaban menggunakan pensil 2B, dan semua sesi tes berupa pilihan ganda, kecuali bagian menulis yang dinilai secara terpisah. Tes ini biasanya diadakan di daerah dengan akses internet terbatas.

Sebaliknya, TOEFL iBT dilakukan secara daring melalui komputer yang terhubung ke internet di pusat tes resmi ETS. Peserta mengerjakan soal langsung di komputer, dan tes ini mencakup sesi interaktif seperti merekam jawaban berbicara melalui mikrofon. Format iBT memungkinkan penilaian yang lebih cepat dan efisien, dengan hasil yang tersedia secara online dalam waktu 6-10 hari.

2. Komponen Tes

Salah satu perbedaan paling mencolok antara PBT dan iBT adalah komponen yang diuji. TOEFL PBT terdiri dari tiga sesi utama:

  • Listening Comprehension: Mengukur kemampuan memahami dialog atau narasi berbahasa Inggris melalui audio.
  • Structure and Written Expression: Menguji pemahaman tata bahasa dan struktur kalimat.
  • Reading Comprehension: Mengukur kemampuan memahami teks akademik atau non-akademik.

Selain itu, PBT memiliki sesi Test of Written English (TWE) yang dinilai terpisah, di mana peserta menulis satu esai dalam waktu 30 menit.

Sementara itu, TOEFL iBT menguji empat keterampilan bahasa secara terintegrasi:

  • Reading: Membaca teks akademik (3-4 teks, masing-masing sekitar 700 kata) dan menjawab pertanyaan terkait ide utama, kosakata, dan inferensi.
  • Listening: Mendengarkan kuliah atau percakapan akademik, lalu menjawab pertanyaan.
  • Speaking: Merekam enam respons lisan, termasuk tugas independen (berpendapat) dan terintegrasi (merangkum informasi dari teks atau audio).
  • Writing: Menulis dua esai, satu terintegrasi (berdasarkan teks dan audio) dan satu independen (berdasarkan opini pribadi).

Perbedaan signifikan di sini adalah iBT menguji kemampuan berbicara (Speaking), yang tidak ada di PBT, sehingga iBT lebih komprehensif dalam mengevaluasi kemampuan komunikasi.

3. Durasi Tes

Durasi tes juga berbeda. TOEFL PBT berlangsung sekitar 2,5 jam, mencakup tiga sesi utama dan TWE.

Sebaliknya, TOEFL iBT memakan waktu sekitar 3-4 jam, tergantung pada jumlah soal di sesi Reading dan Listening.

Durasi yang lebih panjang pada iBT mencerminkan kompleksitas dan jumlah sesi yang diuji.

4. Sistem Penilaian

Skor TOEFL PBT berkisar antara 310 hingga 677 untuk tiga sesi utama, dengan TWE dinilai terpisah pada skala 0-6. Skor ini dihitung berdasarkan jumlah jawaban benar, dengan bobot yang berbeda untuk setiap sesi.

TOEFL iBT memiliki rentang skor 0-120, dengan masing-masing dari empat sesi (Reading, Listening, Speaking, Writing) bernilai maksimal 30 poin. Penilaian iBT menggabungkan penilaian otomatis dan manual oleh penguji ETS, terutama untuk sesi Speaking dan Writing, untuk memastikan objektivitas.

5. Tujuan dan Penerimaan

TOEFL iBT diterima secara luas oleh lebih dari 12.000 universitas dan institusi di 160 negara, menjadikannya pilihan utama untuk studi, beasiswa, atau imigrasi ke negara berbahasa Inggris seperti Amerika Serikat, Kanada, atau Australia. Sertifikat iBT berlaku selama dua tahun dan dianggap lebih relevan untuk kebutuhan akademik global.

Sebaliknya, TOEFL PBT kurang umum digunakan secara internasional karena sudah digantikan oleh iBT di banyak wilayah. Namun, skor PBT masih diterima di beberapa institusi atau beasiswa tertentu, seperti beasiswa StuNed dari Belanda.

Di Indonesia, format serupa PBT, yaitu TOEFL ITP, lebih sering digunakan untuk keperluan lokal, seperti syarat kelulusan universitas atau beasiswa dalam negeri.

Tabel Perbandingan TOEFL PBT dan iBT

AspekTOEFL PBTTOEFL iBT
FormatBerbasis kertas, menggunakan pensil 2BBerbasis internet, menggunakan komputer
Komponen TesListening, Structure, Reading, TWE (terpisah)Reading, Listening, Speaking, Writing
DurasiSekitar 2,5 jamSekitar 3-4 jam
Rentang Skor310-677 (TWE: 0-6)0-120 (masing-masing sesi 0-30)
PenilaianPilihan ganda, TWE dinilai terpisahKombinasi otomatis dan manual oleh ETS
TujuanBeasiswa tertentu, institusi lokal, daerah dengan akses internet terbatasStudi, beasiswa, pekerjaan, imigrasi di skala global
BiayaSekitar Rp1.700.000 (jika tersedia)Sekitar Rp3.000.000 (USD 210)
KetersediaanJarang, hanya di wilayah tertentuTersedia di seluruh dunia, termasuk tes dari rumah (Home Edition)

Mana yang Harus Anda Pilih?

Memilih antara TOEFL PBT dan iBT tergantung pada tujuan Anda. Jika Anda ingin melamar ke universitas internasional, beasiswa seperti LPDP untuk studi luar negeri, atau keperluan imigrasi, TOEFL iBT adalah pilihan yang tepat karena diterima secara global dan menguji keterampilan berbicara, yang penting dalam lingkungan akademik.

Namun, jika Anda berada di wilayah dengan akses teknologi terbatas atau hanya membutuhkan sertifikat untuk keperluan lokal (misalnya, kelulusan universitas di Indonesia), Anda mungkin cukup mengikuti TOEFL ITP, yang mirip dengan PBT.

Perhatikan juga bahwa TOEFL PBT sudah jarang diselenggarakan sejak 2017, dan banyak institusi beralih ke format iBT atau ITP. Pastikan Anda memeriksa persyaratan institusi atau beasiswa yang dituju sebelum mendaftar tes. Untuk mempersiapkan diri, ETS menyediakan materi latihan gratis di situs resminya (www.ets.org/toefl), dan Anda juga bisa mengikuti kursus persiapan di pusat tes resmi.

Kesimpulan

TOEFL PBT dan iBT memiliki perbedaan mendasar dalam format, komponen, durasi, penilaian, dan tujuan penggunaannya. TOEFL iBT lebih modern, komprehensif, dan diterima secara global, sementara PBT lebih sederhana namun terbatas dalam penggunaan dan ketersediaan.

Dengan memahami perbedaan ini, Anda bisa memilih tes yang sesuai dengan kebutuhan akademik atau profesional Anda. Persiapan yang matang, seperti mengikuti simulasi tes atau kursus, akan membantu Anda meraih skor terbaik.

Tingkatkan kemampuan bahasa Inggris Anda dan raih skor TOEFL impian di One Stop English Education (OSEE), pusat tes resmi ETS di Indonesia. Kami menyediakan fasilitas tes TOEFL iBT yang nyaman, jadwal fleksibel, dan kursus persiapan dengan pengajar berpengalaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Home
Schedule
Registration
Chat