Saat merencanakan kuliah di luar negeri, salah satu hal yang sering bikin pusing adalah memenuhi syarat kemampuan bahasa Inggris. Bagi banyak universitas, skor TOEFL (Test of English as a Foreign Language) menjadi tolok ukur utama untuk menilai apakah Anda siap mengikuti perkuliahan dalam bahasa Inggris.
Tapi, berapa sih skor TOEFL minimal untuk kuliah di luar negeri? Jawabannya tidak satu ukuran untuk semua, karena setiap universitas, negara, dan program studi punya standar sendiri.
Artikel ini akan membantu Anda memahami gambaran umum, memberikan contoh skor dari universitas ternama, dan menawarkan tips praktis untuk mencapai target skor Anda.
Mengapa Skor TOEFL Penting?
TOEFL dirancang untuk mengukur kemampuan Anda dalam empat aspek bahasa Inggris, membaca (reading), mendengar (listening), berbicara (speaking), dan menulis (writing). Universitas di luar negeri, terutama di negara berbahasa Inggris seperti Amerika Serikat, Inggris, atau Australia, ingin memastikan Anda bisa mengikuti kuliah, berdiskusi, dan mengerjakan tugas akademik tanpa kendala bahasa.
Skor TOEFL yang memadai menunjukkan bahwa Anda tidak hanya paham bahasa Inggris, tapi juga mampu menggunakannya dalam konteks akademik yang menuntut pemahaman mendalam.
Namun, standar skor TOEFL minimal untuk kuliah di luar negeri bervariasi. Universitas bergengsi seperti Harvard atau Oxford biasanya menetapkan syarat lebih tinggi dibandingkan universitas dengan peringkat lebih rendah. Selain itu, jurusan seperti kedokteran, hukum, atau sastra sering kali membutuhkan skor lebih tinggi karena sifatnya yang intensif secara bahasa.
Skor TOEFL Minimal di Berbagai Negara
Berikut adalah gambaran skor TOEFL minimal untuk kuliah di luar negeri berdasarkan beberapa negara populer sebagai tujuan studi. Perlu diingat, angka ini adalah rata-rata dan bisa berbeda tergantung universitas atau program studi. Selalu cek situs resmi universitas untuk informasi terbaru.
1. Amerika Serikat
Amerika Serikat adalah destinasi utama bagi mahasiswa internasional. Skor TOEFL iBT (Internet-Based Test) yang umum diminta berkisar antara 80 hingga 100. Universitas top seperti Harvard atau MIT sering menetapkan batas minimal 100, bahkan bisa lebih untuk program pascasarjana. Misalnya:
- Harvard University: Minimal 100 (iBT), dengan skor per bagian (reading, listening, speaking, writing) minimal 25.
- University of California, Berkeley: Minimal 90 (iBT).
- Arizona State University: Minimal 80 (iBT).
Jika Anda menargetkan beasiswa seperti Fulbright, skor minimal biasanya sekitar 80–90 (iBT), tapi universitas tujuan mungkin mensyaratkan skor lebih tinggi.
2. Inggris
Inggris, dengan universitas ternama seperti Oxford dan Cambridge, memiliki standar tinggi. Skor TOEFL iBT minimal biasanya berada di kisaran 90–100 untuk program sarjana (S1) dan 100–110 untuk pascasarjana (S2). Contoh:
- University of Oxford: Minimal 100 (iBT), dengan skor minimal 25 per bagian.
- University College London (UCL): Minimal 92 (iBT), dengan skor minimal 24 per bagian.
Banyak universitas di Inggris juga menerima IELTS, jadi pastikan Anda memilih tes yang sesuai dengan kebutuhan.
3. Australia
Australia dikenal dengan lingkungan multikultural dan universitas berkualitas seperti Monash University atau University of Melbourne. Skor TOEFL minimal untuk kuliah di luar negeri di Australia biasanya berkisar antara 79–90 (iBT). Contoh:
- Monash University: Minimal 79 (iBT), dengan skor minimal 21 untuk writing dan 18 untuk bagian lain.
- University of Sydney: Minimal 85 (iBT), dengan skor minimal 17 per bagian.
Program pascasarjana di bidang hukum atau kedokteran bisa mensyaratkan skor hingga 90 atau lebih.
4. Singapura
Singapura menjadi pilihan populer karena pendidikannya yang berstandar global dan lokasinya yang strategis di Asia. Universitas seperti National University of Singapore (NUS) dan Nanyang Technological University (NTU) biasanya meminta skor TOEFL iBT minimal 90–100. Contoh:
- NUS: Minimal 92 (iBT).
- NTU: Minimal 90 (iBT).
Jurusan seperti bisnis atau MBA sering kali membutuhkan skor di atas 100.
5. Jerman
Meski banyak program di Jerman menggunakan bahasa Jerman, universitas ternama seperti Technical University of Munich menawarkan program berbahasa Inggris yang mensyaratkan TOEFL. Skor minimal biasanya sekitar 80–90 (iBT), tergantung program studi.
Jenis TOEFL yang Diterima
Saat membahas skor TOEFL minimal untuk kuliah di luar negeri, penting untuk tahu jenis TOEFL yang diterima. TOEFL iBT adalah format paling umum dan diakui secara global, menguji keempat keterampilan bahasa Inggris dengan skor maksimal 120.
Sementara itu, TOEFL ITP (Institutional Testing Program) dengan skor maksimal 667 sering digunakan untuk keperluan dalam negeri atau beasiswa tertentu, seperti LPDP di Indonesia, tapi tidak diterima oleh banyak universitas luar negeri. Pastikan Anda mengikuti TOEFL iBT jika tujuan Anda adalah kuliah di luar negeri.
TOEFL Home Edition juga tersedia untuk kenyamanan tes dari rumah, dengan standar penilaian yang sama dengan TOEFL iBT, sedangkan TOEFL ITP biasanya hanya diterima untuk keperluan tertentu seperti beasiswa LPDP dalam negeri (skor minimal 500–550).
Tips Mencapai Skor TOEFL yang Dibutuhkan
Mencapai skor TOEFL minimal untuk kuliah di luar negeri membutuhkan persiapan matang. Berikut beberapa langkah praktis yang bisa Anda coba:
- Pahami Format Tes: Kenali struktur TOEFL iBT, termasuk jenis soal di setiap bagian. Latihan dengan materi resmi dari ETS (penyelenggara TOEFL) akan membantu Anda terbiasa dengan formatnya.
- Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris: Fokus pada kelemahan Anda, misalnya listening atau speaking. Baca artikel berbahasa Inggris, tonton film tanpa subtitle, atau berlatih berbicara dengan penutur asli.
- Ikuti Kursus Persiapan: Kursus TOEFL, seperti yang ditawarkan oleh lembaga terpercaya, bisa memberikan bimbingan terarah dan simulasi tes.
- Latihan Rutin: Gunakan buku latihan TOEFL atau aplikasi resmi ETS untuk mengerjakan soal-soal simulasi. Ini membantu Anda mengukur kemajuan dan mengelola waktu selama tes.
- Ambil Tes Lebih Awal: Lakukan tes 1–2 bulan sebelum tenggat pendaftaran universitas. Jika skor belum memenuhi syarat, Anda masih punya waktu untuk mengulang. TOEFL bisa diambil berulang kali tanpa batasan, meski ada biaya tambahan.
Faktor yang Mempengaruhi Skor TOEFL Minimal
Beberapa hal yang memengaruhi standar skor TOEFL minimal untuk kuliah di luar negeri meliputi:
- Negara Tujuan: Negara seperti Inggris atau Amerika Serikat biasanya punya standar lebih tinggi dibandingkan negara non-Inggris seperti Jerman.
- Reputasi Universitas: Universitas top dunia seperti Ivy League menetapkan skor lebih tinggi (100+).
- Program Studi: Jurusan seperti kedokteran atau hukum sering membutuhkan skor di atas 100 karena kebutuhan bahasa yang intensif.
Selain itu, beberapa beasiswa, seperti LPDP untuk program luar negeri, mensyaratkan TOEFL iBT minimal 80, tapi universitas tujuan mungkin meminta skor lebih tinggi.
Kesimpulan
Skor TOEFL minimal untuk kuliah di luar negeri bervariasi, umumnya antara 80–100 untuk TOEFL iBT, dengan universitas ternama atau jurusan tertentu mensyaratkan hingga 100 atau lebih.
Kunci sukses adalah memahami kebutuhan universitas tujuan Anda, mempersiapkan diri dengan latihan rutin, dan memanfaatkan sumber belajar yang kredibel.
Dengan perencanaan yang baik, Anda bisa meraih skor yang membuka pintu menuju kampus impian di luar negeri. Jangan lupa cek situs resmi universitas untuk memastikan syarat terbaru, dan mulailah persiapan dari sekarang!






Leave a Reply