Jika Anda bercita-cita berkarir di perusahaan multinasional raksasa asal Jepang atau Korea Selatan, Anda harus paham aturan main mereka. Membawa sertifikat TOEFL ke hadapan HRD perusahaan seperti Toyota, Samsung, atau LG mungkin akan membuat mereka mengernyitkan dahi. Di ekosistem bisnis Asia Timur, TOEIC adalah raja.
Kami di OSEE sering mendapatkan pertanyaan dari pencari kerja tentang fenomena ini. Mengapa dua negara maju ini begitu fanatik dengan TOEIC? Jawabannya berakar pada budaya kerja, pragmatisme bisnis, dan sejarah panjang adopsi tes tersebut di negara mereka.
Budaya Kerja yang Pragmatis dan Efisien
Perusahaan Jepang dan Korea sangat menjunjung tinggi efisiensi. Mereka tidak butuh Anda menganalisis puisi sastra Inggris kuno atau menulis esai akademis tentang biologi laut. Mereka butuh Anda bisa membalas email pesanan barang, mengangkat telepon dari klien, dan membaca manual operasional mesin.
TOEFL dirancang untuk lingkungan akademis kampus. Kosakatanya berat dan topiknya sering kali abstrak. Sebaliknya, TOEIC dirancang spesifik untuk Business English. Soal-soalnya berkutat pada meeting, traveling, banking, dan office correspondence.
Bagi manajer HRD di Jepang atau Korea, kandidat dengan skor TOEIC tinggi dianggap “siap pakai”. Mereka tidak perlu dilatih lagi cara menulis email bisnis yang sopan. Inilah alasan pragmatis utama mengapa mereka lebih menyukai tes ini.
Standarisasi Internal Perusahaan (Zaibatsu & Chaebol)
Perusahaan besar di Jepang (sering disebut yang berafiliasi dengan Keiretsu) dan konglomerat Korea (Chaebol) menggunakan skor TOEIC sebagai Key Performance Indicator (KPI).
- Syarat Promosi Jabatan Di banyak perusahaan Korea, Anda tidak bisa naik jabatan dari Asisten Manajer ke Manajer jika skor Anda belum menembus angka 700 atau 800. Ini adalah kebijakan korporat yang kaku dan wajib dipatuhi.
- Penempatan Luar Negeri (Expat) Karyawan yang akan dikirim ke cabang luar negeri (termasuk ke Indonesia) disaring berdasarkan skor ini. Mereka menggunakan standar yang sama untuk merekrut staf lokal di Indonesia agar ada keseragaman standar kompetensi komunikasi.
- Data Statistik Penggunaan Jepang adalah salah satu negara dengan jumlah peserta tes TOEIC terbesar di dunia. Jutaan orang mengambil tes ini setiap tahunnya. Karena sudah menjadi standar nasional di sana, wajar jika perusahaan mereka membawa standar tersebut saat berekspansi ke Indonesia.
Kemudahan Kuantifikasi Kemampuan
Orang Jepang dan Korea sangat menyukai data angka yang presisi. Skor TOEIC yang merentang dari 10 sampai 990 memberikan skala yang sangat detail untuk membedakan kemampuan karyawan.
Perbedaan antara skor 600 dan 700 sangat jelas definisinya dalam matriks kompetensi mereka.
- Skor 600: Bisa komunikasi dasar, butuh bantuan untuk topik rumit.
- Skor 700: Bisa bekerja mandiri, rapat rutin lancar.
Sistem skor ini memudahkan manajemen pusat di Tokyo atau Seoul untuk memetakan kualitas SDM mereka di seluruh dunia tanpa harus mewawancarai satu per satu. Ini adalah alat manajemen SDM yang sangat efisien.
OSEE Sebagai Jembatan Karir Anda
Sebagai lembaga resmi kami melihat tren rekrutmen perusahaan Jepang dan Korea di Indonesia terus meningkat. Mereka mencari talenta lokal yang bisa berpikir global. Masalahnya banyak talenta lokal yang hebat secara teknis tapi gagal di administrasi karena salah sertifikat.
Jangan sampai Anda kehilangan peluang emas bekerja di perusahaan otomotif atau elektronik raksasa hanya karena Anda menyodorkan sertifikat yang tidak relevan. Kami di OSEE siap membantu Anda mendapatkan sertifikasi yang tepat sasaran.
Tes yang kami selenggarakan diakui validitasnya oleh perusahaan-perusahaan tersebut. Kami menjaga standar keamanan dan pelaksanaan tes yang ketat sehingga skor yang keluar benar-benar mencerminkan kemampuan Anda yang sesungguhnya.
Tips Menembus Perusahaan Jepang dan Korea
Jika target Anda adalah perusahaan-perusahaan ini, ubah pola pikir belajar Anda. Jangan belajar bahasa Inggris sastra. Pelajarlah bahasa Inggris fungsional.
- Pelajari Kosakata Bisnis: Fokus pada istilah shipping, invoice, appointment, dan contract.
- Latihan Mendengar Aksen Beragam: Soal listening TOEIC sering menggunakan variasi aksen (US, UK, Canada, Australia). Ini penting karena di dunia kerja nyata Anda akan bertemu mitra bisnis dari berbagai negara.
- Kecepatan Membaca: Dokumen bisnis harus dibaca cepat. Latih kemampuan skimming dan scanning Anda.
Kesimpulan
Preferensi perusahaan Jepang dan Korea terhadap TOEIC bukan tanpa alasan. Ini adalah soal kesesuaian kebutuhan bisnis. Mereka butuh komunikator bisnis yang efektif, bukan akademisi.
Jika Anda ingin sukses berkarir di lingkungan kerja mereka, bicaralah dengan “bahasa” yang mereka mengerti, yaitu skor TOEIC yang tinggi. Persiapkan diri Anda bersama lembaga yang kredibel dan raih posisi impian Anda di perusahaan multinasional.






Leave a Reply