Lebih Baik TOEFL atau IELTS untuk Daftar Beasiswa?

Lebih Baik TOEFL atau IELTS untuk Daftar Beasiswa?

Mendaftar beasiswa, baik untuk studi dalam maupun luar negeri, sering kali membutuhkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris sebagai salah satu syarat utama. Dua tes yang paling umum digunakan adalah TOEFL (Test of English as a Foreign Language) dan IELTS (International English Language Testing System).

Namun, di antara keduanya, mana yang lebih cocok untuk keperluan beasiswa?

Artikel ini akan membahas perbedaan kedua tes, kegunaannya untuk beasiswa, dan tips memilih tes yang tepat berdasarkan tujuan studi Anda.

Memahami TOEFL dan IELTS

TOEFL dan IELTS adalah tes standar internasional yang mengukur kemampuan berbahasa Inggris, khususnya bagi non-penutur asli. Meski tujuannya serupa, keduanya memiliki perbedaan dalam format, gaya bahasa, dan penerimaan di berbagai institusi.

TOEFL dikelola oleh Educational Testing Service (ETS) dari Amerika Serikat dan menggunakan bahasa Inggris Amerika. Tes ini terdiri dari empat bagian: Reading, Listening, Speaking, dan Writing. TOEFL memiliki dua jenis utama:

  • TOEFL iBT (Internet-Based Test): Tes berbasis internet yang diakui secara luas untuk pendaftaran universitas dan beasiswa di seluruh dunia, dengan skor maksimal 120.
  • TOEFL ITP (Institutional Testing Program): Tes institusional yang sering digunakan untuk keperluan dalam negeri atau beasiswa tertentu di Asia, dengan skor maksimal 677. Namun, TOEFL ITP tidak selalu diterima untuk pendaftaran universitas di luar Asia.

IELTS, di sisi lain, dikelola oleh British Council, IDP Education, dan Cambridge Assessment English, menggunakan bahasa Inggris British. Tes ini juga terdiri dari empat bagian: Listening, Reading, Writing, dan Speaking, dengan skor berkisar dari 0 hingga 9. IELTS memiliki dua jenis:

  • IELTS Academic: Untuk keperluan studi atau beasiswa.
  • IELTS General Training: Biasanya untuk keperluan imigrasi atau kerja, seperti Working Holiday Visa.

Kedua tes memiliki masa berlaku dua tahun sejak tanggal tes, jadi pastikan sertifikat Anda masih valid saat mendaftar beasiswa.

Perbedaan Utama TOEFL dan IELTS

Untuk memilih tes yang tepat, penting untuk memahami perbedaan keduanya dalam hal format dan kegunaan:

  1. Gaya Bahasa dan Aksen
    TOEFL berfokus pada bahasa Inggris Amerika, sehingga audio Listening-nya menggunakan aksen Amerika. IELTS menggunakan aksen British, Australia, atau Selandia Baru. Jika Anda lebih terbiasa dengan salah satu aksen, ini bisa memengaruhi kenyamanan Anda saat tes.
  2. Format Tes
    • Listening: Pada TOEFL iBT, Anda mendengarkan cuplikan audio panjang (40-60 menit) dan menjawab pertanyaan setelahnya. Pada IELTS, audio lebih pendek dan Anda menjawab sambil mendengarkan.
    • Speaking: TOEFL iBT mengharuskan Anda berbicara ke mikrofon, yang terasa kurang alami bagi sebagian orang. IELTS melibatkan wawancara langsung dengan penguji, yang mungkin lebih nyaman bagi yang terbiasa berinteraksi langsung.
    • Writing: TOEFL iBT meminta esai yang lebih terstruktur, sementara IELTS Academic meminta Anda menjelaskan grafik atau diagram untuk tugas pertama, diikuti esai argumentatif.
  3. Skor dan Konversi
    Skor TOEFL iBT berkisar dari 0-120, sedangkan IELTS dari 0-9. Misalnya, IELTS 6.5 setara dengan TOEFL iBT 79-93, dan IELTS 7.0 setara dengan TOEFL iBT 94-109. Pastikan Anda memeriksa konversi skor saat memilih tes.
  4. Biaya dan Ketersediaan
    Biaya tes bervariasi tergantung lokasi, tetapi IELTS sering kali sedikit lebih murah dan memiliki lebih banyak jadwal tes di beberapa negara. Periksa ketersediaan tes di kota Anda sebelum memutuskan.

BACA SELENGKAPNYA: Memahami Perbedaan TOEFL dan IELTS Paling Mendasar

Mana yang Lebih Baik untuk Beasiswa?

Pilihan antara TOEFL dan IELTS tergantung pada jenis beasiswa, negara tujuan studi, dan persyaratan institusi. Berikut panduan berdasarkan konteks:

1. Beasiswa Dalam Negeri

Untuk beasiswa dalam negeri seperti LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan), TOEFL ITP sering diterima karena lebih mudah diakses dan biayanya lebih terjangkau. LPDP mensyaratkan skor minimal TOEFL ITP 500 untuk magister dalam negeri, TOEFL iBT 61, atau IELTS 6.0.

Untuk doktor dalam negeri, skor minimalnya adalah TOEFL ITP 530, TOEFL iBT 70, atau IELTS 6.0. Namun, IELTS Academic juga diterima jika Anda sudah memilikinya.

2. Beasiswa Luar Negeri

Untuk beasiswa luar negeri, seperti Chevening, Australia Awards, atau Fulbright, TOEFL iBT atau IELTS Academic lebih sering diminta karena diakui secara global. Berikut beberapa contoh:

  • Inggris (Chevening): Memerlukan IELTS minimal 6.5 atau TOEFL iBT 79-93.
  • Australia (Australia Awards): Biasanya menerima IELTS 6.5 atau TOEFL iBT 80, tetapi TOEFL ITP juga diterima di beberapa kasus.
  • Amerika Serikat (Fulbright): TOEFL iBT lebih umum diterima, dengan skor minimal 80-100 tergantung program.
  • Jerman, Belanda, Jepang: Universitas di negara ini sering menerima keduanya, tetapi IELTS lebih populer di Eropa, sedangkan TOEFL iBT lebih umum di Jepang.

3. Universitas Tujuan

Banyak universitas ternama memiliki persyaratan skor spesifik. Misalnya:

  • Harvard, MIT (AS): TOEFL iBT 100 atau IELTS 7.0-7.5.
  • Oxford, Cambridge (Inggris): IELTS 7.0-7.5 atau TOEFL iBT 100-110.
  • University of Tokyo (Jepang): TOEFL iBT 80-100 atau IELTS 6.5.

Pastikan Anda memeriksa persyaratan universitas tujuan sebelum memilih tes, karena beberapa universitas hanya menerima salah satu dari keduanya.

4. Beasiswa Tanpa TOEFL/IELTS

Beberapa beasiswa, seperti Brunei Darussalam Government Scholarship, Turkiye Burslari, atau Global Korea Scholarship, tidak selalu mensyaratkan TOEFL atau IELTS.

Sebagai gantinya, Anda mungkin perlu menguasai bahasa lokal (misalnya, bahasa Turki atau Korea) atau menyertakan surat keterangan kemampuan bahasa Inggris dari institusi kredibel.

Namun, untuk program berbahasa Inggris, TOEFL iBT atau IELTS Academic tetap menjadi standar.

Tips Memilih Tes untuk Beasiswa

  1. Cek Persyaratan Beasiswa dan Universitas
    Selalu periksa syarat resmi dari penyelenggara beasiswa dan universitas tujuan. Jika keduanya menerima TOEFL dan IELTS, pilih tes yang sesuai dengan kekuatan Anda.
  2. Pertimbangkan Negara Tujuan
    Jika Anda menargetkan negara berbahasa Inggris seperti Inggris atau Australia, IELTS Academic sering lebih disukai. Untuk Amerika atau Jepang, TOEFL iBT biasanya lebih umum.
  3. Sesuaikan dengan Gaya Belajar
    Jika Anda lebih nyaman berbicara langsung, IELTS mungkin lebih cocok karena sesi Speaking-nya berupa wawancara. Jika Anda lebih suka format terstruktur dan berbasis komputer, TOEFL iBT bisa menjadi pilihan.
  4. Persiapan dan Latihan
    Kedua tes membutuhkan persiapan matang. Ikuti kursus persiapan di lembaga terpercaya seperti Titik Nol English Course atau IDP untuk IELTS. Latihan soal resmi dari ETS (TOEFL) atau Cambridge (IELTS) juga sangat membantu.
  5. Anggaran dan Jadwal
    Bandingkan biaya dan ketersediaan tes di daerah Anda. IELTS sering memiliki lebih banyak opsi jadwal, tetapi TOEFL ITP lebih murah untuk keperluan lokal.

Kesimpulan

Tidak ada jawaban pasti apakah TOEFL atau IELTS lebih baik untuk beasiswa, karena pilihan tergantung pada tujuan studi, persyaratan beasiswa, dan kenyamanan Anda dengan format tes.

TOEFL ITP cocok untuk beasiswa dalam negeri seperti LPDP atau beberapa program di Asia, sementara TOEFL iBT dan IELTS Academic lebih diakui untuk beasiswa internasional dan universitas ternama.

Pastikan Anda memeriksa persyaratan spesifik dari beasiswa dan universitas tujuan, lalu persiapkan diri dengan baik untuk mencapai skor yang dibutuhkan. Dengan perencanaan yang matang, Anda bisa selangkah lebih dekat untuk meraih beasiswa impian!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Home
Schedule
Registration
Chat