Pertanyaan klasik yang selalu masuk ke meja konsultasi kami di OSEE adalah “Mending saya ambil tes TOEFL atau TOEIC?”
Jawaban jujur dan tegas dari kami “Tergantung ke mana Anda akan membawa sertifikat tersebut.“
Banyak orang membuang uang dan waktu mempelajari TOEFL padahal perusahaan yang mereka tuju meminta TOEIC, atau sebaliknya. Keduanya adalah produk dari ETS (Educational Testing Service), namun diciptakan untuk “pasar” dan tujuan yang sangat berbeda. Salah pilih tes bisa berarti gagal administrasi.
Artikel ini akan membedah perbedaan fundamental keduanya agar Anda bisa mengambil keputusan strategis untuk masa depan Anda.
Mengenal Definisi Dasar
TOEFL (Test of English as a Foreign Language): TOEFL dirancang untuk menguji kemampuan bahasa Inggris Anda dalam konteks akademik. Soal-soalnya berkutat seputar perkuliahan, percakapan di kampus, sejarah, sains, dan antropologi. Jika Anda ingin kuliah ke luar negeri, TOEFL adalah rajanya.
TOEIC (Test of English for International Communication): Sesuai namanya, TOEIC menguji kemampuan bahasa Inggris dalam konteks profesional/dunia kerja. Soal-soalnya berisi tentang rapat bisnis, perjalanan dinas, email kantor, perbankan, dan manufaktur.
Perbandingan Struktur dan Materi
Agar lebih jelas, mari kita lihat perbandingan apple-to-apple antara kedua tes ini (khususnya TOEFL ITP yang umum di Indonesia vs TOEIC Listening & Reading).
| Aspek | TOEFL (ITP) | TOEIC (L&R) |
|---|---|---|
| Fokus Materi | Akademik (Sains, Sejarah, Kampus) | Bisnis & Sehari-hari (Kantor, Travel) |
| Komponen | Listening, Structure (Grammar), Reading | Listening, Reading |
| Jumlah Soal | 140 Soal | 200 Soal |
| Durasi | ± 115 Menit | 120 Menit |
| Rentang Skor | 310 – 677 | 10 – 990 |
| Tingkat Kesulitan | Cenderung lebih kompleks (kosakata akademik) | Cenderung lebih praktis |
Mana yang Harus Anda Pilih?
Mari kita bedah berdasarkan tujuan Anda. Saya akan membagi ini menjadi beberapa skenario umum.
Skenario 1: Melamar Kerja di BUMN atau Perusahaan Swasta (MNC)
Pilihan: TOEIC. Mayoritas perusahaan multinasional di Indonesia, Jepang, dan Korea lebih menyukai TOEIC. Kenapa? Karena HRD ingin tahu apakah Anda bisa memahami email dari klien atau memimpin rapat dalam bahasa Inggris. Mereka tidak peduli apakah Anda paham sejarah revolusi industri (materi TOEFL). BUMN tertentu juga spesifik meminta TOEIC.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai persiapan karier dengan tes TOEIC, Anda bisa mengecek program kami.
Skenario 2: Beasiswa Luar Negeri (LPDP, AAS, Chevening)
Pilihan: TOEFL iBT atau IELTS. Untuk kuliah ke negara berbahasa Inggris, universitas membutuhkan bukti bahwa Anda sanggup mengikuti materi kuliah yang berat. TOEFL ITP terkadang masih diterima untuk beasiswa dalam negeri, tapi untuk ke luar negeri, TOEFL iBT (internet-based) adalah standar emasnya. TOEIC jarang diterima untuk pendaftaran universitas jenjang S2/S3.
Skenario 3: Syarat Skripsi / Kelulusan S1 Dalam Negeri
Pilihan: Cek kebijakan kampus. Banyak universitas di Indonesia menerima keduanya. Namun, TOEFL ITP (atau prediksinya) biasanya lebih umum dijadikan standar kelulusan di kampus-kampus negeri. Pastikan Anda bertanya ke bagian akademik fakultas Anda.
Skenario 4: CPNS
Pilihan: TOEFL ITP / TOEFL Prediction. Berdasarkan pembukaan CPNS tahun-tahun sebelumnya, mayoritas instansi pemerintah meminta skor TOEFL. Namun, ada beberapa instansi spesifik (seperti yang berhubungan dengan perdagangan atau pariwisata) yang mulai menerima TOEIC. Baca persyaratan formasi dengan teliti.
Mitos: “TOEIC Lebih Gampang dari TOEFL”
Apakah pernyataan ini benar? Bisa ya, bisa tidak.
Secara kosakata, TOEIC memang terasa lebih “membumi” karena menggunakan bahasa sehari-hari. Anda tidak akan diminta memahami teks tentang fotosintesis tanaman. Namun, tantangan TOEIC ada pada daya tahan dan kecepatan. Mengerjakan 200 soal tanpa henti membutuhkan stamina luar biasa. Banyak orang yang skor TOEFL-nya bagus, tapi skor TOEIC-nya rendah karena meremehkan faktor kelelahan ini.
Rekomendasi OSEE
Sebagai penasihat profesional Anda, inilah rekomendasi langkah kerja (Action Plan) dari saya:
- Tentukan Tujuan Akhir Dulu. Jangan tes dulu baru mikir mau buat apa. Tentukan: Mau kerja atau mau kuliah?
- Riset Persyaratan. Buka website perusahaan atau kampus tujuan. Cari tulisan kecil di bagian “Requirements”.
- Lakukan Simulasi. Jika masih ragu mana yang lebih cocok dengan gaya belajar Anda, cobalah simulasi tes keduanya di lembaga seperti OSEE. Rasakan sendiri bedanya mengerjakan soal tentang “negosiasi kontrak” (TOEIC) vs “arkeologi kuno” (TOEFL).
Kesimpulan
Tidak ada tes yang “lebih baik”. Yang ada adalah tes yang “lebih relevan”. Jika Anda ingin menjadi profesional global yang siap kerja, TOEIC adalah investasi terbaik. Jika Anda ingin menjadi akademisi atau peneliti, TOEFL adalah jalan Anda.
Pilihlah dengan bijak, persiapkan dengan matang, dan jangan ragu menghubungi OSEE jika Anda membutuhkan bimbingan terarah untuk mencapai skor target Anda.






Leave a Reply