Ujian TOEFL (Test of English as a Foreign Language) menjadi standar penting untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris, terutama bagi mereka yang ingin melanjutkan studi atau bekerja di lingkungan berbahasa Inggris. Namun, tidak semua jenis TOEFL memiliki fungsi yang sama.
Dua jenis yang sering dibahas di Indonesia adalah TOEFL ITP (Institutional Testing Program) dan TOEFL Prediction. Meski keduanya dirancang untuk menilai kemampuan bahasa Inggris, tujuan, format, dan penggunaannya berbeda.
Artikel ini akan menjelaskan perbedaan keduanya secara jelas agar Anda dapat memilih tes yang sesuai dengan kebutuhan.
Apa Itu TOEFL ITP?
TOEFL ITP adalah ujian resmi yang diselenggarakan oleh ETS (Educational Testing Service) melalui perwakilan resminya di Indonesia, yaitu IIEF (Indonesian International Education Foundation). Tes ini biasanya digunakan untuk keperluan institusional, seperti menilai kemampuan bahasa Inggris mahasiswa baru, syarat kelulusan, atau pendaftaran beasiswa dalam negeri. TOEFL ITP tersedia dalam format kertas (paper-based) atau digital, tergantung penyelenggara.
Ujian ini menguji tiga keterampilan utama: Listening Comprehension, Structure and Written Expression, serta Reading Comprehension. Durasi tes sekitar 115 menit, dengan skor berkisar antara 310 hingga 677.
Sertifikat TOEFL ITP berlaku selama dua tahun dan diterima di banyak institusi di Indonesia serta beberapa negara di Asia, seperti untuk beasiswa LPDP atau Australia Awards Scholarship. Namun, skor ini tidak diakui secara internasional untuk keperluan studi atau imigrasi ke negara seperti Amerika Serikat atau Kanada, yang biasanya mensyaratkan TOEFL iBT.
Apa Itu TOEFL Prediction?
TOEFL Prediction, sering disebut sebagai tes simulasi TOEFL, adalah ujian tidak resmi yang dirancang untuk membantu peserta mempersiapkan diri menghadapi TOEFL resmi, baik ITP maupun iBT. Tes ini biasanya diselenggarakan oleh lembaga kursus bahasa Inggris atau pusat bahasa di universitas, bukan oleh test center resmi ETS. Tujuannya adalah memberikan gambaran tentang kemampuan bahasa Inggris seseorang sebelum mengikuti ujian resmi.
Sama seperti TOEFL ITP, TOEFL Prediction juga menguji Listening, Structure, dan Reading, dengan durasi sekitar 1-2 jam. Skor yang dihasilkan juga berada dalam rentang 310-677, mirip dengan TOEFL ITP.
Namun, sertifikat yang dikeluarkan tidak berasal dari ETS, melainkan dari lembaga penyelenggara tes, sehingga validitasnya terbatas pada keperluan lokal, seperti syarat yudisium, melamar pekerjaan dalam negeri, atau seleksi CPNS di beberapa instansi.
Perbedaan Utama TOEFL ITP dan Prediction
Untuk memudahkan pemahaman, berikut adalah perbedaan utama antara TOEFL ITP dan TOEFL Prediction berdasarkan aspek-aspek penting:
| Aspek | TOEFL ITP | TOEFL Prediction |
|---|---|---|
| Penyelenggara | ETS melalui test center resmi (contoh: IIEF di Indonesia) | Lembaga kursus atau pusat bahasa non-ETS |
| Tujuan | Evaluasi resmi untuk keperluan akademik atau beasiswa dalam negeri | Simulasi untuk latihan sebelum tes resmi |
| Format Tes | Paper-based atau digital, 3 bagian: Listening, Structure, Reading | Paper-based atau online, 3 bagian: Listening, Structure, Reading |
| Durasi | Sekitar 115 menit | 1-2 jam |
| Skor | 310-677, sertifikat resmi dari ETS | 310-677, sertifikat dari lembaga penyelenggara |
| Biaya | Rp500.000 – Rp600.000 | Rp75.000 – Rp250.000 |
| Validitas | Berlaku 2 tahun, diakui untuk beasiswa dalam negeri dan beberapa di Asia | Berlaku 2 tahun, terbatas untuk keperluan lokal (CPNS, yudisium) |
| Penerimaan Internasional | Tidak diakui secara global, hanya untuk institusi tertentu | Tidak diakui secara resmi, hanya untuk latihan atau keperluan lokal |
1. Penyelenggara dan Keabsahan
TOEFL ITP diselenggarakan oleh institusi resmi yang bekerja sama dengan ETS, sehingga sertifikatnya memiliki keabsahan lebih tinggi.
Sebaliknya, TOEFL Prediction diadakan oleh lembaga non-resmi, dan sertifikatnya tidak diakui oleh ETS.
Hal ini membuat TOEFL Prediction lebih cocok sebagai alat latihan daripada untuk keperluan resmi.
2. Tujuan Penggunaan
TOEFL ITP sering digunakan untuk keperluan akademik formal, seperti syarat masuk universitas, kelulusan, atau beasiswa dalam negeri. Beberapa perusahaan multinasional di Indonesia juga menerima skor ITP untuk rekrutmen.
Sementara itu, TOEFL Prediction lebih berfungsi sebagai simulasi untuk mengukur kesiapan peserta sebelum mengikuti tes resmi. Beberapa instansi di Indonesia, seperti untuk CPNS atau syarat wisuda, menerima sertifikat Prediction, tetapi ini bergantung pada kebijakan masing-masing institusi.
3. Biaya dan Aksesibilitas
TOEFL ITP memiliki biaya yang lebih tinggi, sekitar Rp500.000 hingga Rp600.000, karena merupakan tes resmi.
Sebaliknya, TOEFL Prediction jauh lebih terjangkau, dengan biaya mulai dari Rp75.000 hingga Rp250.000, menjadikannya pilihan populer bagi pelajar atau mahasiswa yang ingin berlatih tanpa mengeluarkan biaya besar.
Tes Prediction juga lebih mudah diakses karena diadakan oleh banyak lembaga kursus, baik secara langsung maupun online.
4. Format dan Tingkat Kesulitan
Kedua tes memiliki format yang hampir sama, menguji Listening, Structure, dan Reading. Namun, soal-soal pada TOEFL ITP dirancang oleh ETS dengan standar internasional, sehingga tingkat kesulitannya lebih terkontrol dan konsisten.
TOEFL Prediction menggunakan soal yang dibuat oleh lembaga penyelenggara, sering kali diambil dari buku persiapan seperti Barron atau Longman, sehingga kualitas dan tingkat kesulitannya bisa bervariasi.
Mana yang Harus Anda Pilih?
Pilihan antara TOEFL ITP dan Prediction tergantung pada tujuan Anda. Jika Anda membutuhkan sertifikat resmi untuk keperluan akademik atau beasiswa dalam negeri, seperti LPDP atau syarat kelulusan universitas, TOEFL ITP adalah pilihan yang tepat.
Namun, jika Anda masih dalam tahap persiapan atau hanya membutuhkan sertifikat untuk keperluan lokal seperti CPNS atau yudisium, TOEFL Prediction bisa menjadi alternatif yang lebih hemat dan praktis.
Pastikan untuk memeriksa persyaratan instansi terkait sebelum memilih tes.
Kesimpulan
TOEFL ITP dan TOEFL Prediction memiliki peran yang berbeda dalam mengukur kemampuan bahasa Inggris. TOEFL ITP adalah tes resmi dengan sertifikat yang diakui untuk keperluan akademik dan profesional di lingkup nasional atau regional.
Sebaliknya, TOEFL Prediction adalah simulasi yang membantu Anda berlatih sebelum menghadapi tes resmi dengan biaya yang lebih terjangkau. Dengan memahami perbedaan ini, Anda dapat membuat keputusan yang tepat sesuai kebutuhan dan anggaran.
Sebagai test center resmi ETS, OSEE menawarkan TOEFL ITP dengan fasilitas terbaik dan jadwal fleksibel. Dapatkan pengalaman tes yang terpercaya dan sertifikat resmi untuk mendukung tujuan akademik atau profesional Anda. Kami juga menyediakan kursus persiapan TOEFL untuk membantu Anda meraih skor maksimal. Daftar sekarang di OSEE dan wujudkan impian Anda!






Leave a Reply