Perbedaan TOEFL ITP Online dan Offline yang Perlu Diketahui

Perbedaan TOEFL ITP Online dan Offline yang Perlu Diketahui

TOEFL ITP (Institutional Testing Program) adalah tes kemampuan bahasa Inggris yang sering digunakan untuk keperluan akademik, seperti syarat kelulusan universitas atau pendaftaran beasiswa dalam negeri.

Tes ini tersedia dalam dua format, yaitu online (digital) dan offline (paper-based). Meski keduanya memiliki tujuan yang sama, ada beberapa perbedaan penting yang perlu dipahami sebelum memilih format tes.

Berikut adalah penjelasan mengenai perbedaan TOEFL ITP online dan offline berdasarkan aspek utama.

1. Sistem Pelaksanaan Tes

TOEFL ITP offline dilakukan dengan metode konvensional menggunakan kertas dan pensil. Peserta mengerjakan soal dalam buku tes dan mengisi lembar jawaban komputer (LJK) dengan pensil 2B. Tes ini biasanya diadakan di lokasi resmi, seperti pusat bahasa universitas atau lembaga tes yang bekerja sama dengan Indonesian International Education Foundation (IIEF). Peserta harus datang ke lokasi tes sesuai jadwal yang telah ditentukan, biasanya di akhir bulan.

Sebaliknya, TOEFL ITP online dilakukan melalui komputer atau laptop dengan koneksi internet yang stabil. Peserta dapat mengikuti tes dari mana saja, seperti rumah, selama memenuhi persyaratan teknis, seperti webcam, aplikasi TOEFL Browser, dan kecepatan internet minimal 8-10 Mbps. Tes online ini menggunakan pengawasan jarak jauh (remote proctoring) untuk memastikan integritas tes. Jadwalnya lebih fleksibel, sering diadakan beberapa kali dalam sebulan, misalnya setiap Selasa dan Kamis di beberapa pusat tes.

2. Pengalaman Tes

Tes offline menawarkan pengalaman yang lebih tradisional. Peserta mengerjakan soal dalam suasana ruang ujian dengan pengawas langsung di lokasi. Namun, format ini tidak memiliki fitur interaktif, sehingga kurang menarik bagi sebagian orang.

Sebaliknya, tes online menggunakan antarmuka digital yang memungkinkan navigasi soal lebih mudah dan pemeriksaan jawaban otomatis. Namun, tes online membutuhkan keterampilan komputer dasar dan kesiapan teknis, seperti memastikan perangkat dan koneksi internet berfungsi baik.

Tantangan tes online adalah potensi gangguan teknis, seperti koneksi internet yang terputus atau masalah perangkat. Jika hal ini terjadi, tes bisa terganggu, dan peserta harus memastikan lingkungan tes bebas dari gangguan. Sementara itu, tes offline memiliki pengawasan yang lebih ketat, sehingga risiko kecurangan lebih rendah, tetapi peserta harus menyesuaikan diri dengan jadwal dan lokasi tes.

3. Hasil Tes dan Sertifikat

Salah satu perbedaan utama adalah waktu pengumuman hasil. Pada tes TOEFL ITP online, peserta langsung mendapatkan Unofficial Score Report setelah selesai tes, yang dapat diunduh secara mandiri.

Skor ini bersifat tidak resmi, tetapi biasanya tidak berbeda dengan skor resmi yang tercantum dalam sertifikat. Sertifikat resmi, bersama dengan TOEFL ITP Score Report dan CEFR Score Descriptor, dikirim dalam bentuk fisik sekitar 14-20 hari kerja setelah tes. Beberapa institusi menerima Unofficial Score Report sebagai skor sementara untuk keperluan tertentu, seperti pendaftaran beasiswa.

Sebaliknya, peserta tes offline tidak mendapatkan skor langsung. Mereka harus menunggu sertifikat resmi yang dikirim dalam waktu 8-20 hari kerja, tergantung penyelenggara. Sertifikat ini berlaku selama dua tahun dan hanya diberikan kepada peserta dengan skor di atas 433. Skor di bawah itu hanya mendapatkan Score Report dan CEFR Descriptor tanpa sertifikat.

4. Biaya dan Persiapan

Biaya tes TOEFL ITP bervariasi, tetapi umumnya berkisar antara Rp500.000 hingga Rp650.000, baik untuk format online maupun offline, tergantung penyelenggara. Namun, tes online sering dianggap lebih praktis karena tidak memerlukan biaya transportasi ke lokasi tes.

Untuk tes online, peserta harus mempersiapkan perangkat sendiri, seperti laptop dengan webcam dan sistem operasi yang kompatibel (Windows 10 atau MacOS Catalina ke atas). Mereka juga perlu melakukan “Check Readiness” sebelum tes untuk memastikan perangkat dan koneksi internet memenuhi syarat.

Tes offline tidak memerlukan persiapan teknis, tetapi peserta harus membawa kartu identitas dan kartu peserta yang dicetak. Mereka juga perlu tiba 15 menit sebelum tes dimulai untuk menghindari pembatalan.

Kesimpulan

Pemilihan antara TOEFL ITP online dan offline tergantung pada kebutuhan dan preferensi Anda. Tes online cocok untuk mereka yang menginginkan fleksibilitas waktu dan tempat serta hasil skor yang lebih cepat. Namun, tes ini membutuhkan kesiapan teknis dan lingkungan yang mendukung.

Sementara itu, tes offline lebih cocok untuk mereka yang lebih nyaman dengan format tradisional dan tidak ingin bergantung pada teknologi.

Keduanya memiliki standar yang sama dalam mengukur kemampuan bahasa Inggris (Listening, Structure and Written Expression, serta Reading Comprehension) dan diakui untuk keperluan lokal, seperti beasiswa LPDP atau syarat kelulusan universitas. Pastikan Anda memilih format yang sesuai dengan situasi dan tujuan Anda.

🎓 Mau Kuliah Gratis? Cek 123+ Beasiswa 2026!

Dari LPDP sampai Fulbright, dari Jepang sampai Eropa. Semua info lengkap + tips persiapan TOEFL.

OSEE — Official ETS Test Center | Gold Award 2024 IIEF

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *