Perbedaan TOEIC dan TOEFL: Panduan Memilih Tes yang Tepat
Perbedaan TOEIC dan TOEFL adalah pertanyaan yang paling sering muncul ketika seseorang diminta menunjukkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris. Keduanya sama-sama dibuat oleh ETS, sama-sama diakui internasional, tapi fungsinya berbeda. Salah pilih tes bisa berarti membuang waktu dan uang — jadi pastikan Anda membaca artikel ini sampai selesai sebelum mendaftar.
📑 Daftar Isi
- Perbedaan TOEIC dan TOEFL: Panduan Memilih Tes yang Tepat
- Tabel Perbandingan Lengkap: TOEIC vs TOEFL ITP vs TOEFL iBT vs IELTS
- Perbedaan Tujuan: TOEIC untuk Kerja, TOEFL untuk Akademik
- Perbedaan Format Soal Secara Detail
- Format TOEIC L&R
- Format TOEFL ITP
- Format TOEFL iBT
- Perbedaan Skor dan Tabel Konversi TOEIC-TOEFL-IELTS-CEFR
- Perbedaan Biaya: TOEIC Jauh Lebih Terjangkau
- Perbedaan Tingkat Kesulitan: Mana yang Lebih Susah?
- Kapan Harus Pilih TOEIC?
- Melamar Kerja di Perusahaan yang Mensyaratkan TOEIC
- Bekerja di Perusahaan Jepang atau Korea
- Industri Manufaktur
- Penerbangan
- Lulusan SMK
- Program Magang ke Jepang/Korea
- Kapan Harus Pilih TOEFL?
- Beasiswa LPDP
- Studi S2/S3 di Dalam atau Luar Negeri
- CPNS yang Mensyaratkan TOEFL
- Keperluan Akademik Lainnya
- Kapan Harus Pilih IELTS?
- Beasiswa ke UK, Australia, atau Eropa
- Imigrasi ke Australia, Kanada, atau UK
- Anda Lebih Nyaman dengan British English
- Apakah TOEIC Bisa Dipakai untuk Beasiswa?
- Bisa Tidak Ambil Keduanya?
- Kesalahan Umum dalam Memilih Tes
- 1. Ambil TOEFL padahal butuh TOEIC
- 2. Ambil Prediction Test padahal butuh Official
- 3. Tidak Mengecek Persyaratan Spesifik
- 4. Menunggu Terlalu Lama untuk Tes
- FAQ: Pertanyaan Umum tentang Perbedaan TOEIC dan TOEFL
- Mana yang lebih mudah, TOEIC atau TOEFL?
- Apakah sertifikat TOEIC bisa menggantikan TOEFL?
- Kalau saya mahasiswa yang juga kerja, ambil yang mana?
- Apakah TOEIC diakui di luar negeri?
- Berapa lama persiapan yang dibutuhkan untuk TOEIC vs TOEFL?
- TOEIC vs TOEFL, mana yang lebih murah?
- Ringkasan: Pilih Tes Sesuai Kebutuhan, Bukan Tren
- Artikel TOEIC Lainnya
- Kenapa Memilih OSEE?
- OSEE — Test Center Resmi ETS Berpengalaman
- 📅 Jadwal Tes Setiap Hari
- 📍 Lokasi OSEE
- 🎯 Daftar Tes Sekarang!
Secara singkat: TOEIC untuk dunia kerja, TOEFL untuk dunia akademik. Tapi kenyataannya tidak sesederhana itu. Ada banyak nuansa yang perlu Anda pahami, dan itulah yang akan kita bahas secara mendalam di sini.
Tabel Perbandingan Lengkap: TOEIC vs TOEFL ITP vs TOEFL iBT vs IELTS
Sebelum masuk ke pembahasan detail, mari kita lihat perbandingan keempat tes bahasa Inggris yang paling populer di Indonesia dalam satu tabel:
| Aspek | TOEIC L&R | TOEFL ITP | TOEFL iBT | IELTS Academic |
|---|---|---|---|---|
| Pengembang | ETS | ETS | ETS | British Council, IDP, Cambridge |
| Fokus | Komunikasi kerja | Akademik (institutional) | Akademik (internasional) | Akademik (internasional) |
| Skill yang diuji | Listening, Reading | Listening, Grammar, Reading | Listening, Reading, Speaking, Writing | Listening, Reading, Speaking, Writing |
| Format | Pilihan ganda | Pilihan ganda (paper-based) | Komputer (internet-based) | Paper/komputer + interview |
| Jumlah soal | 200 | 140 | Bervariasi (~36 + esai + speaking) | Bervariasi (40 + esai + speaking) |
| Durasi | 2 jam | ~2 jam 15 menit | ~3 jam | ~2 jam 45 menit + 15 menit speaking |
| Range skor | 10–990 | 310–677 | 0–120 | 0–9.0 |
| Masa berlaku | 2 tahun | 2 tahun | 2 tahun | 2 tahun |
| Biaya (di Indonesia) | Rp 600.000 | Rp 550.000–700.000 | ~Rp 3.300.000 (US$215) | ~Rp 3.400.000 |
| Kegunaan utama | Melamar kerja, evaluasi karyawan | Persyaratan kampus dalam negeri | Beasiswa luar negeri, universitas internasional | Beasiswa luar negeri, imigrasi |
Dari tabel di atas, sudah terlihat bahwa masing-masing tes punya ranah yang berbeda. Sekarang mari kita bedah satu per satu perbedaannya.
Perbedaan Tujuan: TOEIC untuk Kerja, TOEFL untuk Akademik
Ini adalah perbedaan paling fundamental antara TOEIC dan TOEFL. Memahami ini saja sudah bisa menjawab 80% kebingungan Anda.
TOEIC dirancang untuk mengukur kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris di lingkungan kerja dan bisnis. Soal-soalnya berkisar tentang situasi di kantor, rapat, email bisnis, telepon, perjalanan dinas, negosiasi, dan interaksi profesional lainnya. Anda tidak akan menemukan soal tentang lecture sains atau esai akademik di TOEIC.
TOEFL (baik ITP maupun iBT) dirancang untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris dalam konteks akademik — memahami kuliah, membaca jurnal, menulis esai argumentatif, dan berdiskusi tentang topik akademik. Ini yang dibutuhkan kampus untuk memastikan mahasiswa asing bisa mengikuti perkuliahan.
Analogi sederhananya: TOEIC itu seperti SIM untuk berkendara di jalan raya (dunia kerja), sedangkan TOEFL itu seperti SIM untuk balapan di sirkuit (dunia akademik). Keduanya mengukur kemampuan mengendarai, tapi di medan yang berbeda.
Perbedaan Format Soal Secara Detail
Format TOEIC L&R
TOEIC Listening & Reading murni pilihan ganda, terdiri dari:
- Listening (100 soal, 45 menit): Photographs, Question-Response, Short Conversations, Short Talks
- Reading (100 soal, 75 menit): Incomplete Sentences, Text Completion, Reading Comprehension
Konteks soal: email kantor, memo internal, iklan lowongan kerja, jadwal meeting, invoice, brosur perusahaan, pengumuman di kantor/bandara.
Format TOEFL ITP
TOEFL ITP juga pilihan ganda, tapi strukturnya berbeda:
- Listening Comprehension (50 soal, 35 menit): Short conversations, long conversations, lectures
- Structure and Written Expression (40 soal, 25 menit): Grammar dan error identification
- Reading Comprehension (50 soal, 55 menit): Passage akademik (sains, sejarah, sosiologi, dll)
Konteks soal: kampus, perpustakaan, laboratorium, kuliah, seminar, jurnal ilmiah.
Format TOEFL iBT
TOEFL iBT jauh lebih kompleks karena menguji keempat skill:
- Reading: Membaca passage akademik panjang
- Listening: Mendengarkan lecture dan percakapan kampus
- Speaking: Merespons pertanyaan secara lisan (direkam)
- Writing: Menulis esai berdasarkan teks dan audio yang diberikan
Ini yang paling berat karena Anda harus benar-benar produktif (speaking dan writing), bukan hanya reseptif.
Perbedaan Skor dan Tabel Konversi TOEIC-TOEFL-IELTS-CEFR
Salah satu pertanyaan yang sering muncul: “Skor TOEIC saya 700, kira-kira berapa ya kalau dikonversi ke TOEFL?” Berikut tabel konversi kasarnya berdasarkan data ETS dan CEFR mapping:
| CEFR Level | TOEIC L&R | TOEFL ITP | TOEFL iBT | IELTS |
|---|---|---|---|---|
| C1 (Advanced) | 945–990 | 627–677 | 95–120 | 7.0–8.0 |
| B2 (Upper Intermediate) | 785–940 | 543–626 | 72–94 | 5.5–6.5 |
| B1 (Intermediate) | 550–780 | 460–542 | 42–71 | 4.0–5.0 |
| A2 (Elementary) | 225–549 | 337–459 | — | — |
| A1 (Beginner) | 120–224 | 310–336 | — | — |
Catatan penting: Tabel konversi ini bersifat perkiraan. Setiap tes mengukur aspek yang berbeda, jadi konversi langsung tidak selalu akurat. Seseorang dengan TOEIC 800 belum tentu akan mendapat TOEFL iBT 85, karena TOEFL iBT juga menguji Speaking dan Writing yang tidak ada di TOEIC L&R.
Perbedaan Biaya: TOEIC Jauh Lebih Terjangkau
Dari segi biaya, beda TOEFL dan TOEIC cukup signifikan:
- TOEIC L&R: Rp 600.000 (di OSEE)
- TOEFL ITP: Rp 550.000–700.000 (tergantung penyelenggara)
- TOEFL iBT: ~Rp 3.300.000 (sekitar US$215)
- IELTS Academic: ~Rp 3.400.000
TOEIC dan TOEFL ITP berada di kisaran harga yang mirip, sementara TOEFL iBT dan IELTS jauh lebih mahal karena melibatkan infrastruktur tes yang lebih kompleks (test center khusus, rater untuk speaking/writing, dll).
Jika tujuan Anda adalah melamar kerja di Indonesia dan bukan untuk beasiswa ke luar negeri, tidak ada alasan untuk mengeluarkan Rp 3 juta+ untuk TOEFL iBT atau IELTS. TOEIC seharga Rp 600.000 sudah lebih dari cukup — bahkan lebih relevan karena memang dirancang untuk konteks profesional.
Perbedaan Tingkat Kesulitan: Mana yang Lebih Susah?
Ini pertanyaan yang sering ditanyakan, dan jawabannya tidak sesederhana “A lebih susah dari B.” Berikut penilaian jujur berdasarkan pengalaman ribuan peserta:
TOEIC L&R dianggap relatif lebih mudah dibanding TOEFL, terutama karena:
- Format soal 100% pilihan ganda — tidak perlu menulis atau berbicara
- Konteks soal sehari-hari (kantor, meeting, email) — lebih familiar bagi orang yang sudah bekerja
- Tidak ada section grammar eksplisit (tidak perlu hafal rumus grammar yang rumit)
- Tidak ada penalti untuk jawaban salah
TOEFL ITP lebih sulit dari TOEIC karena:
- Ada section Structure & Written Expression yang menguji grammar secara eksplisit
- Reading passage-nya akademik dan seringkali membahas topik yang tidak familiar
- Listening lecture-nya lebih panjang dan kompleks
TOEFL iBT adalah yang paling menantang karena:
- Anda harus berbicara ke mikrofon (Speaking section) — banyak orang Indonesia yang grogi
- Anda harus menulis esai (Writing section) — butuh kemampuan mengarang dalam bahasa Inggris
- Durasi hampir 3 jam — stamina mental jadi faktor
- Integrated tasks yang mengombinasikan listening + reading + speaking/writing
IELTS Academic tingkat kesulitannya setara TOEFL iBT, tapi dengan format berbeda. Speaking-nya face-to-face interview (bisa lebih natural atau lebih menekan, tergantung orangnya).
Kapan Harus Pilih TOEIC?
Pilih TOEIC jika situasi Anda cocok dengan salah satu skenario berikut:
Melamar Kerja di Perusahaan yang Mensyaratkan TOEIC
Ini yang paling jelas. Kalau di lowongan kerja tertulis “skor TOEIC minimal XXX,” ya ambil TOEIC. Jangan ambil TOEFL lalu berharap HRD-nya mau mengonversi — kebanyakan tidak mau repot.
Bekerja di Perusahaan Jepang atau Korea
Perusahaan Jepang (Toyota, Honda, Yamaha, Panasonic, Mitsubishi) dan Korea (Samsung, LG, Hyundai, Kia) di seluruh dunia menggunakan TOEIC sebagai standar. Ini sudah mengakar dalam budaya kerja mereka.
Industri Manufaktur
Pabrik-pabrik di kawasan industri (Cikarang, Karawang, Surabaya, dll) mayoritas menggunakan TOEIC untuk evaluasi karyawan.
Penerbangan
Pilot, awak kabin, staff bandara, ground handling — semuanya TOEIC.
Lulusan SMK
Jika Anda lulusan SMK dan ingin menunjukkan kompetensi bahasa Inggris untuk melamar kerja, TOEIC adalah pilihan yang paling tepat dan ekonomis.
Program Magang ke Jepang/Korea
IM Japan, LPK, dan program magang teknis ke Jepang/Korea umumnya meminta TOEIC, bukan TOEFL.
Kapan Harus Pilih TOEFL?
Beasiswa LPDP
LPDP mensyaratkan skor TOEFL ITP minimal 500 atau TOEFL iBT minimal 61 (atau IELTS 6.0). TOEIC tidak diterima oleh LPDP.
Studi S2/S3 di Dalam atau Luar Negeri
Hampir semua universitas (baik dalam maupun luar negeri) meminta TOEFL atau IELTS untuk admisi program pascasarjana. TOEFL ITP biasanya cukup untuk universitas dalam negeri, sementara TOEFL iBT atau IELTS diperlukan untuk kampus luar negeri.
CPNS yang Mensyaratkan TOEFL
Beberapa formasi CPNS secara spesifik meminta TOEFL (biasanya ITP). Cek persyaratan formasi Anda dengan teliti.
Keperluan Akademik Lainnya
Seminar internasional, publikasi jurnal, kerjasama riset — semua ini biasanya butuh TOEFL atau IELTS.
Kapan Harus Pilih IELTS?
Beasiswa ke UK, Australia, atau Eropa
IELTS sering lebih disukai (atau bahkan satu-satunya yang diterima) oleh universitas di Inggris, Australia, Selandia Baru, dan beberapa negara Eropa.
Imigrasi ke Australia, Kanada, atau UK
Proses imigrasi ke negara-negara ini mensyaratkan IELTS General Training (bukan Academic).
Anda Lebih Nyaman dengan British English
IELTS menggunakan campuran British dan aksen lainnya, sementara TOEFL dan TOEIC cenderung ke American English. Kalau Anda terbiasa dengan British English, IELTS mungkin terasa lebih natural.
Apakah TOEIC Bisa Dipakai untuk Beasiswa?
Pertanyaan ini sering muncul, dan jawabannya: tergantung program beasiswanya.
Mayoritas beasiswa besar (LPDP, Chevening, AAS, DAAD, Fulbright) tidak menerima TOEIC dan mensyaratkan TOEFL iBT atau IELTS.
Namun, beberapa program beasiswa dan pertukaran pelajar — terutama yang disponsori oleh perusahaan Jepang atau Korea — memang menerima TOEIC. Contohnya:
- Beberapa program beasiswa MEXT (Jepang) menerima TOEIC
- Program pertukaran pelajar tingkat SMK yang berafiliasi dengan perusahaan Jepang
- Beasiswa internal perusahaan untuk karyawan yang ingin studi lanjut
Jadi, selalu cek persyaratan spesifik dari program yang Anda tuju. Jangan berasumsi.
Bisa Tidak Ambil Keduanya?
Tentu saja bisa, dan ini strategi yang cukup cerdas jika Anda punya budget dan waktu. Memiliki TOEIC dan TOEFL di CV menunjukkan bahwa kemampuan bahasa Inggris Anda teruji di dua konteks berbeda.
Strategi yang efisien:
- Ambil TOEIC dulu (lebih murah, lebih mudah) sebagai “pemanasan” dan bukti untuk dunia kerja
- Kalau nanti butuh TOEFL untuk akademik, ambil kemudian dengan persiapan yang lebih intensif
Dengan cara ini, Anda tidak membuang uang dan sudah punya sertifikat yang bisa dipakai sambil mempersiapkan tes berikutnya.
Kesalahan Umum dalam Memilih Tes
Berdasarkan pengalaman OSEE melayani ribuan peserta tes selama lebih dari satu dekade, berikut kesalahan yang paling sering terjadi:
1. Ambil TOEFL padahal butuh TOEIC
Ini yang paling sering terjadi. Seseorang diminta “sertifikat bahasa Inggris” oleh perusahaannya, lalu langsung ambil TOEFL karena lebih familiar namanya. Padahal perusahaan yang minta — terutama perusahaan Jepang atau Korea — seringkali secara spesifik meminta TOEIC. Hasilnya? Sertifikat TOEFL-nya tidak diterima dan harus tes ulang. Buang waktu, buang uang.
2. Ambil Prediction Test padahal butuh Official
Banyak orang tergoda harga murah prediction test (Rp 100.000-200.000), padahal yang dibutuhkan adalah sertifikat official. Prediction test hanya berguna untuk latihan dan mengukur kemampuan, bukan untuk keperluan formal. Selalu pastikan: apakah yang diminta itu official certificate atau prediction boleh?
3. Tidak Mengecek Persyaratan Spesifik
Beberapa instansi sangat spesifik. Misalnya, LPDP hanya menerima TOEFL dan IELTS — TOEIC tidak berlaku. Sebaliknya, Garuda Indonesia hanya menerima TOEIC — TOEFL tidak berlaku. Selalu baca persyaratan dengan teliti sebelum memutuskan tes mana yang akan diambil.
4. Menunggu Terlalu Lama untuk Tes
Banyak orang menunda tes karena merasa belum siap. Padahal, semakin cepat Anda tahu posisi (skor) Anda saat ini, semakin cepat Anda bisa menyusun strategi perbaikan. Ambil tes sebagai diagnostic, baru kemudian belajar dan ambil tes ulang untuk skor yang lebih baik.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Perbedaan TOEIC dan TOEFL
Mana yang lebih mudah, TOEIC atau TOEFL?
Secara umum, TOEIC L&R dianggap lebih mudah karena formatnya 100% pilihan ganda, tidak ada writing atau speaking, dan konteks soalnya sehari-hari (bukan akademik). Namun, skor tinggi tetap membutuhkan persiapan serius.
Apakah sertifikat TOEIC bisa menggantikan TOEFL?
Tidak bisa secara langsung. Masing-masing tes punya kegunaan yang berbeda. Perusahaan yang minta TOEIC tidak akan menerima TOEFL sebagai pengganti, begitu juga sebaliknya. Pastikan Anda mengambil tes yang sesuai dengan persyaratan yang diminta.
Kalau saya mahasiswa yang juga kerja, ambil yang mana?
Tergantung prioritas Anda saat ini. Kalau fokusnya melamar kerja, ambil TOEIC. Kalau fokusnya lanjut S2, ambil TOEFL. Kalau budget memungkinkan, ambil keduanya — TOEIC dulu untuk kerja, TOEFL belakangan untuk akademik.
Apakah TOEIC diakui di luar negeri?
Ya. TOEIC diakui di lebih dari 160 negara dan digunakan oleh ribuan perusahaan di seluruh dunia. Namun, untuk keperluan imigrasi atau studi ke luar negeri, biasanya yang diminta tetap TOEFL iBT atau IELTS.
Berapa lama persiapan yang dibutuhkan untuk TOEIC vs TOEFL?
Tergantung level kemampuan Anda saat ini. Sebagai patokan kasar: jika bahasa Inggris Anda sudah intermediate, Anda mungkin butuh 2-4 minggu persiapan intensif untuk TOEIC, dan 1-3 bulan untuk TOEFL iBT (karena harus melatih speaking dan writing juga).
TOEIC vs TOEFL, mana yang lebih murah?
TOEIC L&R (Rp 600.000 di OSEE) dan TOEFL ITP (Rp 550.000–700.000) hampir seharga. Yang mahal adalah TOEFL iBT (~Rp 3.300.000) dan IELTS (~Rp 3.400.000).
Ringkasan: Pilih Tes Sesuai Kebutuhan, Bukan Tren
Setelah membaca semua perbedaan TOEIC dan TOEFL di atas, harusnya Anda sudah punya gambaran yang cukup jelas. Intinya sederhana:
- Butuh untuk kerja? → TOEIC
- Butuh untuk kampus/beasiswa dalam negeri? → TOEFL ITP
- Butuh untuk kampus/beasiswa luar negeri? → TOEFL iBT atau IELTS
- Butuh untuk imigrasi? → IELTS General Training
Jangan ikut-ikutan ambil tes tertentu hanya karena teman Anda ambil itu. Pahami kebutuhan Anda, pilih tes yang tepat, persiapkan dengan serius, dan ambil hasilnya.
Sudah yakin butuh TOEIC? Daftar tes sekarang di OSEE — sertifikat resmi ETS, bisa tes online dari rumah setiap hari, hanya Rp 600.000. Langsung daftar di halaman pembayaran atau tanya-tanya dulu via WhatsApp OSEE.
Artikel TOEIC Lainnya
Kenapa Memilih OSEE?
✅ Mitra Resmi ETS
Penyelenggara tes resmi yang terverifikasi langsung oleh ETS
🏠 Tes Online dari Rumah
Tidak perlu datang ke lokasi, cukup laptop dan internet stabil
📋 Sertifikat Resmi ETS
Score Report resmi yang diakui ratusan institusi di Indonesia dan dunia
📦 Kirim ke Rumah
Sertifikat fisik dikirim langsung ke alamat Anda
OSEE — Test Center Resmi ETS Berpengalaman
OSEE (One Stop English Education) adalah ETS Certified Test Administrator yang telah dipercaya selama lebih dari 10 tahun. Dengan pengalaman melayani 16.000+ peserta tes dan bekerja sama dengan 42 mitra institusi, OSEE meraih Gold Award di IIEF 2024 & 2025 sebagai bukti komitmen kualitas tertinggi.
Tes yang tersedia di OSEE:
- TOEFL ITP® Digital — untuk beasiswa, kelulusan, CPNS, BUMN (Rp 600.000)
- TOEFL iBT® Home Edition — untuk kuliah luar negeri
- TOEFL® Essentials — tes cepat, 1,5 jam
- TOEIC® L&R — untuk karir dan dunia kerja (Rp 600.000)
- TOEFL® Junior & Primary — untuk siswa SMP/SD
📅 Jadwal Tes Setiap Hari
5 sesi fleksibel: 09:30, 13:30, 16:30, 19:30, 22:00 WIB — termasuk akhir pekan dan hari libur.
📍 Lokasi OSEE
Surakarta, Jawa Tengah — melayani peserta dari seluruh Indonesia secara online.
🎯 Daftar Tes Sekarang!
Sertifikat resmi ETS • Tes online dari rumah • Jadwal setiap hari
🎓 Mau Kuliah Gratis? Cek 123+ Beasiswa 2026!
Dari LPDP sampai Fulbright, dari Jepang sampai Eropa. Semua info lengkap + tips persiapan TOEFL.
OSEE — Official ETS Test Center | Gold Award 2024 IIEF
Leave a Reply