Memilih antara TOEFL dan IELTS sering kali menjadi dilema bagi mereka yang ingin melanjutkan studi atau bekerja di negara berbahasa Inggris. Kedua tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris, tetapi memiliki pendekatan dan format yang berbeda.
Banyak yang bertanya, mana yang lebih sulit? Jawabannya tidak sederhana karena tingkat kesulitan bergantung pada kekuatan dan preferensi masing-masing individu.
Artikel ini akan membahas perbedaan utama antara TOEFL dan IELTS, serta faktor-faktor yang dapat membantu Anda menentukan pilihan.
Sekilas tentang TOEFL dan IELTS
TOEFL (Test of English as a Foreign Language) dikembangkan oleh ETS, sebuah organisasi berbasis di Amerika Serikat. Tes ini berfokus pada bahasa Inggris akademik, yang sering digunakan di lingkungan universitas. TOEFL iBT (Internet-Based Test) adalah versi yang paling umum, dilakukan sepenuhnya melalui komputer dengan durasi sekitar 3 jam.
IELTS (International English Language Testing System), dikelola oleh British Council, IDP Education, dan Cambridge Assessment English, memiliki dua varian: Academic untuk keperluan pendidikan dan General Training untuk imigrasi atau pekerjaan. IELTS menawarkan pilihan tes berbasis kertas atau komputer, dengan durasi total sekitar 2 jam 45 menit. Tes ini lebih menekankan pada penggunaan bahasa Inggris dalam konteks praktis dan akademik.
Perbandingan Format Tes
Untuk memahami mana yang lebih sulit, penting untuk melihat perbedaan format tes dalam empat keterampilan: mendengarkan, membaca, menulis, dan berbicara.
1. Listening (Mendengarkan)
TOEFL: Bagian listening TOEFL berlangsung selama 36 menit, dengan 3-4 kuliah akademik dan 2-3 percakapan sehari-hari. Semua soal berbentuk pilihan ganda, dan aksen yang digunakan sebagian besar adalah aksen Amerika. Tantangannya adalah konsentrasi yang tinggi karena Anda harus mengingat detail dari audio yang panjang sebelum menjawab pertanyaan. Pelajari lebih lanjut tentang: Apa Itu TOEFL Junior / TOEFL Young Students Series
IELTS: Durasi listening IELTS sekitar 30 menit (ditambah 10 menit untuk menulis jawaban pada tes berbasis kertas). Tes ini mencakup empat rekaman, mulai dari percakapan sosial hingga monolog akademik, dengan berbagai aksen seperti Inggris, Australia, dan Kanada. Jenis pertanyaannya lebih bervariasi, termasuk isian, pencocokan, dan pelabelan diagram. Beberapa orang merasa ini lebih mudah karena pertanyaan diberikan sebelum audio dimainkan.
Mana yang lebih susah? Jika Anda terbiasa dengan aksen Amerika dan nyaman dengan soal pilihan ganda, TOEFL mungkin lebih mudah. Namun, jika Anda fleksibel dengan berbagai aksen dan menyukai variasi pertanyaan, IELTS bisa terasa lebih ringan.
2. Reading (Membaca)
TOEFL: Bagian reading TOEFL terdiri dari 2-3 teks akademik panjang (masing-masing sekitar 700 kata) dengan 10-14 pertanyaan per teks, semua berbentuk pilihan ganda. Teksnya sering kali menggunakan kosakata teknis dan struktur kalimat yang kompleks, yang bisa menantang bagi mereka yang kurang terbiasa dengan bacaan akademik.
IELTS: Reading IELTS memiliki 3 teks dengan panjang total sekitar 2.150-2.750 kata, diambil dari buku, jurnal, atau majalah. Pertanyaannya bervariasi, seperti mencocokkan judul, melengkapi kalimat, atau menjawab singkat. Teks pada IELTS Academic cenderung lebih ringkas dan praktis dibandingkan TOEFL.
Mana yang lebih susah? TOEFL sering dianggap lebih sulit karena teksnya lebih akademik dan membutuhkan pemahaman mendalam. IELTS mungkin lebih mudah bagi mereka yang terbiasa membaca teks umum dan menjawab pertanyaan dengan format beragam.
3. Writing (Menulis)
TOEFL: Bagian writing TOEFL terdiri dari dua tugas. Tugas pertama (Integrated Writing) mengharuskan Anda menggabungkan informasi dari teks dan audio dalam 150-225 kata. Tugas kedua (Independent Writing) adalah esai opini sepanjang minimal 300 kata. Tantangannya adalah kemampuan multitasking dan menulis dalam waktu singkat. Cek juga: Cara Lulus TOEFL Tanpa Belajar, Mitos atau Fakta?
IELTS: Writing IELTS juga memiliki dua tugas. Tugas pertama (Task 1) meminta Anda mendeskripsikan grafik atau diagram dalam minimal 150 kata. Tugas kedua (Task 2) adalah esai argumentatif sepanjang minimal 250 kata. IELTS lebih menekankan pada struktur esai yang jelas dan kosakata yang tepat.
Mana yang lebih susah? TOEFL bisa terasa lebih sulit karena tugas Integrated Writing membutuhkan kemampuan memadukan informasi dari dua sumber. IELTS mungkin lebih mudah bagi mereka yang terampil menulis esai langsung dan ringkas.
4. Speaking (Berbicara)
TOEFL: Bagian speaking TOEFL dilakukan melalui komputer, dengan 4 tugas yang mencakup respons independen dan terintegrasi (berdasarkan teks atau audio). Anda berbicara ke mikrofon, dan respons direkam untuk dinilai. Banyak yang merasa ini kurang alami karena tidak ada interaksi langsung.
IELTS: Speaking IELTS berlangsung selama 11-14 menit dalam wawancara tatap muka dengan penguji. Tes ini terdiri dari tiga bagian: perkenalan, monolog singkat, dan diskusi mendalam. Interaksi langsung ini bisa terasa lebih nyaman bagi mereka yang percaya diri berbicara secara lisan.
Mana yang lebih susah? TOEFL sering dianggap lebih sulit bagi mereka yang tidak nyaman berbicara ke komputer atau kurang terbiasa dengan tugas terintegrasi. IELTS mungkin lebih mudah jika Anda menyukai percakapan langsung, tetapi bisa menantang jika Anda gugup saat diwawancarai.
BACA JUGA: Tabel Perbandingan Nilai TOEFL dan IELTS
Faktor Lain yang Perlu Dipertimbangkan
Selain format tes, beberapa aspek lain juga memengaruhi persepsi kesulitan: Pelajari lebih lanjut tentang: Daftar Lembaga Resmi Penyelenggara Tes TOEFL ITP di Indonesia
- Durasi dan Stamina: TOEFL lebih panjang (3 jam) dibandingkan IELTS (2 jam 45 menit). Bagi sebagian orang, menjaga konsentrasi selama TOEFL bisa lebih melelahkan.
- Aksen dan Kosakata: TOEFL berfokus pada aksen Amerika dan kosakata akademik, sedangkan IELTS menggunakan berbagai aksen dan bahasa yang lebih beragam, mencakup Inggris Britania dan Australia.
- Persiapan: Persiapan untuk TOEFL biasanya memakan waktu 2-3 bulan, sedangkan IELTS sekitar 3-6 minggu, tergantung pada kemampuan awal Anda. Jika waktu persiapan terbatas, IELTS mungkin lebih praktis.
- Penerimaan Universitas: TOEFL lebih disukai di Amerika Serikat, sedangkan IELTS lebih umum diterima di Inggris, Australia, dan Kanada (khususnya untuk imigrasi). Pastikan Anda memeriksa persyaratan institusi tujuan Anda.
- Biaya: Di Indonesia, biaya TOEFL iBT sekitar Rp2,5-3 juta, sedangkan IELTS sekitar Rp2,8-3,2 juta. Perbedaan ini mungkin tidak signifikan, tetapi perlu dipertimbangkan.
Mana yang Lebih Cocok untuk Anda?
Tidak ada jawaban pasti tentang mana yang lebih sulit karena keduanya menantang dengan cara yang berbeda. Berikut adalah panduan untuk membantu Anda memilih:
Pilih TOEFL jika:
- Anda terbiasa dengan aksen Amerika dan kosakata akademik.
- Anda nyaman dengan format komputer dan soal pilihan ganda.
- Anda melamar ke universitas di Amerika Serikat.
- Anda kuat dalam multitasking, terutama untuk tugas writing dan speaking terintegrasi.
Pilih IELTS jika:
- Anda menyukai interaksi tatap muka dalam tes speaking.
- Anda fleksibel dengan berbagai aksen dan pertanyaan yang bervariasi.
- Anda melamar ke universitas di Inggris, Australia, atau Kanada.
- Anda lebih suka menulis esai langsung dan mendeskripsikan data visual.
Sebelum memutuskan, cobalah tes latihan resmi untuk keduanya, tersedia di situs ETS (untuk TOEFL) dan IDP/British Council (untuk IELTS). Tes latihan ini akan memberi gambaran tentang format mana yang lebih sesuai dengan kekuatan Anda.
Kesimpulan
TOEFL dan IELTS sama-sama mengukur kemampuan bahasa Inggris, tetapi pendekatan mereka berbeda. TOEFL lebih akademik, berbasis komputer, dan menuntut konsentrasi tinggi, sementara IELTS lebih fleksibel dengan formatnya dan menawarkan interaksi langsung pada tes speaking.
Tingkat kesulitan bergantung pada preferensi pribadi, seperti kenyamanan dengan aksen, format pertanyaan, dan lingkungan tes. Dengan memahami perbedaan ini dan menyesuaikannya dengan kebutuhan Anda, Anda dapat memilih tes yang paling sesuai dan mempersiapkannya dengan lebih baik.






Leave a Reply