Ini mungkin bukan pertama kalinya kamu baca judul kayak gini. Tapi kalau kamu udah scroll 10 artikel dan masih bingung, kemungkinan besar karena kebanyakan artikel cuma kasih tabel perbandingan doang tanpa ngejar akar masalah yang bikin kamu beneran galau: **”Kalau uang saya terbatas, tes mana yang paling likely diterima LPDP?”**
Oke, mari kita bedah pelan-pelan.
## Cerita di Balik Bingung Kamu
Kamu nggak sendirian. Setiap tahun, ribuan pelamar LPDP stuck di tahap awal不是因为 mereka nggak bisa bahasa Inggris — tapi karena mereka salah pilih tes. Mereka udah spending jutaan rupiah buat TOEFL iBT, eh ternyata skor yang diminta sebenernya bisa dicapai lewat TOEFL ITP yang jauh lebih murah. Atau sebaliknya: mereka ambil TOEFL ITP buat apply beasiswa yang sebenernya nge-demand IELTS.
Ini bukan cerita karangan. Ini pattern yang repeat sendiri setiap gelombang pendaftaran LPDP.
Jadi di artikel ini, kita nggak cuma kasih tabel. Kita kasih kerangka berpikir yang bisa kamu pake buat decide: **tes mana yang paling masuk akal buat situasi kamu.**
—
## Pengenalan Singkat: Apa Bedanya Ketiganya?
Sebelum masuk ke perbandingan, kamu perlu paham dulu sebenarnya apa yang lagi kamu pilih.
### TOEFL ITP — “Tes Pertamax” Orang Indonesia
TOEFL ITP (Institutional Testing Program) adalah versi paper-based yang dikelola oleh IIEF Indonesia. **Bukan tes resmi ETS yang lengkap**, tapi tetap diakui oleh banyak institusi di Indonesia termasuk LPDP untuk sebagian категорий pendaftaran.
Formatnya tiga section:
– **Section 1:** Listening Comprehension (50 soal, ~35 menit)
– **Section 2:** Structure & Written Expression (40 soal, ~35 menit)
– **Section 3:** Reading Comprehension (50 soal, ~55 menit)
Skor: **310–677** (Level 1) atau **200–500** (Level 2). Masa berlaku: **2 tahun**.
Biaya: **Rp 575.000 – Rp 750.000** (tergantung lokasi tes).
### TOEFL iBT — Versi Lengkap dari ETS
TOEFL iBT (Internet-Based Test) adalah tes resmi dari ETS yang diakui secara global. Mulai **Juli 2024**, ETS menghadirkan format baru dengan beberapa perubahan signifikan:
**Struktur TOEFL iBT Format Baru (2024-2026):**
– **Reading:** 20 soal, ~35 menit (vs 36 soal/60 menit di format lama)
– **Listening:** 28 soal, ~36 menit (vs 36 soal/60 menit)
– **Speaking:** 4 task (termasuk Format Baru: Read, Listen, Then Speak + Integrated Task)
– **Writing:** 2 task (Academic Discussion + Write an Email)
Skor baru: **1–6** per section, total **4–24** (konversi dari skala lama 0–120). Masa berlaku: **2 tahun**.
Biaya di Indonesia: **Rp 3.450.000** (belum termasuk score report ke universitas).
### IELTS — Standar British yang Global
IELTS (International English Language Testing System) dikelola bersama oleh British Council, IDP, dan Cambridge Assessment. Ada dua versi yang relevant buat pelamar LPDP:
– **IELTS Academic** — untuk akademik (kampus, beasiswa)
– **IELTS UKVI Academic** — versi yang disyaratkan khusus untuk visa UK (lebih mahal sedikit)
Format: empat skill diuji terpisah (Listening, Reading, Writing, Speaking — semuanya dilakukan di hari yang sama).
Skor: **Band 1–9** per skill, overall band adalah rata-rata dari keempatnya. Masa berlaku: **2 tahun**.
Biaya di Indonesia (2026): **Rp 3.200.000 – Rp 3.800.000** tergantung type dan lokasi.
—
## Tabel Perbandingan Cepat: TOEFL ITP vs TOEFL iBT vs IELTS
| Aspek | TOEFL ITP | TOEFL iBT (Format Baru) | IELTS Academic |
|—|—|—|—|
| **Biaya (estimasi 2026)** | Rp 575K – 750K | Rp 3.450.000 | Rp 3.200.000 – 3.800.000 |
| **Format** | Paper-based | Computer-based | Paper-based atau Computer-delivered |
| **Durasi** | ~2 jam | ~2 jam | ~2 jam 45 menit |
| **Speaking** | ❌ Tidak ada | ✅ Ada (4 tasks) | ✅ Ada (face-to-face dengan examiner) |
| **Listening accents** | Mostly American | American + sedikit variasi | British, Australian, American, Canadian, New Zealand |
| **Skor minimal LPDP** | Sesuai permintaan kampus tujuan | Sesuai permintaan kampus tujuan | Band 6.5 – 7.0 (umumnya) |
| **Diterima LPDP** | ✅ Ya (untuk sebagian kategori) | ✅ Ya | ✅ Ya |
| **Diterima globally** | Terbatas (khusus institution) | ✅ Sangat luas | ✅ Sangat luas |
| **Masa berlaku** | 2 tahun | 2 tahun | 2 tahun |
| **Ketersediaan di Indonesia** | Banyak lokasi (IIEF + kampus) | Terbatas (Jakarta, Surabaya, Bandung, dll.) | Banyak (British Council, IDP, mitra) |
—
## Bagian yang Sebenernya Penting: Apa yang LPDP Minta?
Ini yang sering diabaikan orang. Mereka udah ngambil tes duluan, baru nyadar ada syarat khusus.
### Kebijakan Umum LPDP (2026)
LPDP nggak nge-specify “harus TOEFL iBT” atau “harus IELTS.” Yang mereka minta adalah: **sertifikat proficiency dalam bahasa Inggris yang diterbitkan oleh lembaga resmi dan diakui secara internasional** — dengan skor minimum sesuai requirements yang ditetapkan oleh masing-masing програм atau kampus tujuan.
Secara umum:
– **Skor minimal yang sering muncul:** setara TOEFL iBT 80-100 atau IELTS Band 6.0-6.5
– Beberapa програм prestige (merit-based, Fellowship) bisa minta **TOEFL iBT 100+ atau IELTS 7.0+**
– Kalau kamu apply програм yang bekerja sama dengan universities abroad, kadang kampus abroad-nya yang nentuin standard — dan university itu mungkin cuma terima specific test types
### Dampak Kebijakan “Tes Terjamin” LPDP
Starting 2024-2025, beberapa категории LPDP mulai menerapkan stricter English proficiency requirements sebagai bagian dari seleksi. Ini artinya:
– Skor rendah bukan cuma bikin kamu nggak lolos tahap bahasa
– Beberapa programas sekarang juga memperhatikan **recentness of the test** — tes yang diambil >12 bulan sebelum deadline dianggap outdated
– Untuk програмprestige, ada kecenderungan preferensi terhadap **IELTS Academic** karena dinilai lebih comprehensive (ada speaking langsung dengan examiner)
### Prinsip Utama: Cek Dulu, Ambil Tes Depois
Ini rules of thumb yang simpel tapi sering dilanggar:
1. **Cek halaman persyaratan LPDP** yang kamuincar — catat apakah mereka specify test type atau minimum scores
2. **Cek juga requirements dari university partner** di luar negeri kalau kamu apply ke програм yang cobranded
3. **Budget constraint?** TOEFL ITP adalah option paling murah — tapi pastikan test type-nya diterima
4. **Need global recognition kuat?** TOEFL iBT atau IELTS. Kedua-duanya.
—
## Kapan TOEFL ITP Saja Sudah Cukup?
Kamu boleh cuma ambil TOEFL ITP kalau:
– ✅ **LPDP program yang kamuincar nggak specify test type** dan cuma minta “English proficiency certificate”
– ✅ **Kampus tujuan dalam negeri** yang juga terima TOEFL ITP sebagai bukti bahasa Inggris
– ✅ **Budget kamu terbatas** (Rp 600-750K vs Rp 3-4 juta)
– ✅ **Kamu nggak butuh skor tinggi banget** — misalnya cuma perlu setara 80-90 TOEFL iBT atau Band 6.0 IELTS
– ✅ **Waktu kamu sangat terbatas** (TOEFL ITP sering tersedia lebih cepat jadwalnya)
**Kapan TOEFL ITP TIDAK cukup:**
– ❌ Program yang explicitly minta IELTS Academic atau TOEFL iBT
– ❌ University abroad partner yang cuma terima specific test types
– ❌ Programs yang kamuincar specify UKVI-compliant tests
– ❌ Kalau kamu apply ke programas degan prestise tinggi yang prefer IELTS
—
## Kapan Harus Pilih TOEFL iBT?
TOEFL iBT adalah pilihan yang masuk akal kalau:
– 🏅 Kamu apply ke **university abroad yang spesifik require TOEFL iBT** (banyak kampus US, Canada, Australia yang prefer TOEFL)
– 💰 Budget kamu memungkinkan (Rp 3.45 juta, masih plus biaya score report)
– 📝 Kamu butuh **proof of English proficiency yang mencakup speaking** (format baru TOEFL iBT sudah include 4 tasks speaking)
– 🌏 Kamu apply ke програмprestige yang minta **skor TOEFL iBT 95-100+**
– 🤖 Kamu mau persiapan dengan **AI-powered tools** yang banyak tersedia untuk TOEFL iBT
**Kekurangan TOEFL iBT:**
– Mahal
– Jadwal tes di Indonesia nggak seramai IELTS atau TOEFL ITP
– Format baru (2024+) masih relative baru, jadi beberapa resources prep masih dalam proses update
—
## Kapan Harus Pilih IELTS?
IELTS masuk akal kalau:
– 🇬🇧 Kamu apply ke **UK universities** (IELTS adalah standard de facto untuk UK)
– 🇦🇺 Atau **Australia, New Zealand** — IELTS preferred, tapi TOEFL iBT juga diterima
– 🗣️ Kamu **confident sama speaking** kamu dan mau langsung dapat penilaian dari human examiner
– 📄 Kamu perlu **IELTS UKVI** buat keperluan visa (kalau програм kamu abroad-nya UK)
– 🏆 Kamu apply ke програмprestige yang **Secara eksplisit minta IELTS Band 7.0+**
– ✈️ Kamu punya rencana **kerja atau imigrate ke luar negeri** suatu hari — IELTS lebih widely recognized untuk immigration purposes
**Kekurangan IELTS:**
– Paling mahal di antara ketiganya
– Speaking dengan examiner langsung bisa intimidating buat beberapa orang
– Beberapa orang merasa IELTS Writing lebih challenging dibanding TOEFL Writing
—
## Perbandingan Realistis: Kalau Saya di Posisi Kamu, Saya Pilih yang Mana?
Mari kita kasih 3 skenario nyata yang sering muncul:
### Skenario 1: “Saya apply LPDP reguler, budget terbatas, dan belum pernah ambil tes bahasa Inggris sama sekali.”
Pilihan realistis: **TOEFL ITP dulu.**
Ini bukan karena TOEFL ITP superior, tapi karena你这个 kasus: budget terbatas, belum tentu LPDP-nya nge-demand specific test type, dan 600-750K itu bisa kamu alokasikan buat mock test dan preparation materials. Ambil TOEFL ITP, cek apakah skor yang kamu dapat udah memenuhi syarat. Kalau belum atau kalau ternyata program kamu butuh IELTS/TOEFL iBT, baru escalate.
### Skenario 2: “Saya apply LPDP ke programasprestige atau ke university abroad yang saya nggak yakin terima TOEFL ITP.”
Pilihan realistis: **TOEFL iBT atau IELTS** — tergantung mana yang kamu lebih familiar dan mampu.
Kalau kamu lebih nyaman dengan American English accent dan suka format yang lebih structured (MCQ-based), TOEFL iBT format baru bisa lebih familiar. Kalau kamu suka British accent dan mau ada human interaction di speaking, pilih IELTS.
Dari perspektif biaya dan effort, **keduanya equivalent** — jadi pilih yang kamu more comfortable with.
### Skenario 3: “Saya apply LPDP tapi juga kepikiran untuk apply ke UK universities atau澳大利亚.”
Pilihan realistis: **IELTS Academic.**
Ini karena IELTS adalah gold standard untuk UK dan juga widely accepted di Австралия, New Zealand, dan Kanada. TOEFL iBT juga diterima di many of这些 negara, tapi IELTS lebih universally recognized untuk immigration dan work purposes. Kalau kamu apply ke keduanya, IELTS Academic mencakup semua bases.
—
## Kesalahan Fatal yang Orang Indonesia Sering Lakukan
### ❌ Ambil TOEFL iBT tanpa cek dulu apakah memang dibutuhkan
TOEFL iBT itu mahal. Kalau program kamu menerima TOEFL ITP dan требования-skornya achievable dengan TOEFL ITP, ya kenapa harus buang Rp 3.45 juta?
### ❌ Ambil TOEFL ITP padahal program menuntut IELTS/TOEFL iBT
Ini lebih fatal. Kamu udah spending waktu dan uang buat TOEFL ITP, skor bagus, tapi ternyata nggak diakui. Waktu dan uang kamu gone.
### ❌ Tunda-nunda ambil tes sampai dekat deadline
Semua tes ini punya masa berlaku 2 tahun. Tapi beberapa програм LPDP mulai menerapkan stricter time requirements. **Ambil tes secepat mungkin** — kalau bisa, 6-12 bulan sebelum deadline.
### ❌ Skip persiapan khusus dan thinkscore naturais aja
Sempat kami bilang “saya kan udah lancar bahasa Inggris” — terus gagal. Persiapan spesifik tes itu penting karena format, waktu, dan types of questions berbeda-beda. TOEFL ITP reading comprehension itu BEDA challenge-nya dengan IELTS reading.
—
## Persiapan Cerdas: Dari Mana Mulai?
Apapun tes yang kamu pilih, preparation adalah kunci.
**Untuk TOEFL ITP:**
– Fokus ke **grammar foundations** (Structure & Written Expression sering jadi penentu)
– Latihan **Reading Comprehension** dengan waktu limit
– Improving **Listening comprehension** dengan American English accents
**Untuk TOEFL iBT:**
– Format baru (2024+) masih evolving — pastikan kamu pakai materials yang updated
– Practice with **AI-powered tools** buat speaking dan writing feedback
– TOEFL iBT Reading yang baru (20 soal dalam 35 menit) menuntut efisiensi tinggi
**Untuk IELTS:**
– IELTS Writing Task 2 adalah pembeda utama — banyak orang Indonesia yang kemampuan bahasa Inggris-nya bagus tapi skor writing rendah
– Speaking — latihan dengan orang (bukan对着镜子 sendiri) because the face-to-face format itu challenging
– Beware of **spelling and punctuation** — IELTS penalizes these more explicitly
**Pendekatan terbaik?** Gabungkan self-study dengan AI-powered tools. AI Tutor dari OSEE (@listening_turbo_bot) bisa bantu kamu simulate speaking responses dan give feedback on writing — tanpa perlu kursus mahal.
—
## Rekomendasi OSEE: Test Center Resmi ETS + AI Tutor Terintegrasi
Ngomong-ngomong tentang persiapan, kalau kamu decide untuk ambil **TOEFL iBT**, OSEE (osee.co.id) adalah official ETS Test Center yang berlokasi di Surakarta. Ini artinya:
– Kamu bisa **daftar TOEFL iBT langsung** di tempat yang recognized secara internasional
– Sebagai test center resmi, mereka punya akses ke **materials dan informasi paling updated** tentang format TOEFL iBT
– Biaya competitive dan **tanpa hidden costs**
– Didukung dengan **AI Tutor terintegrasi** buat persiapan — unik di Indonesia
Kunjungi [ossee.co.id](https://osee.co.id) untuk informasi lengkap tentang jadwal tes, biaya, dan paket persiapan.
—
## TL;DR: Kalau Cuma Bisa Pilih Satu
– **Budget terbatas, program dalam negeri atau nggak specify test type** → **TOEFL ITP**
– **Apply ke university abroad (khususnya US/Canada/Australia) atau butuh proof yang sangat komprehensif** → **TOEFL iBT** (Rp 3.45 juta)
– **Apply ke UK, Australia, NZ, atau butuh tes dengan human speaking examiner** → **IELTS Academic** (Rp 3.2-3.8 juta)
**Paling penting:** Check requirements dulu. Bukan soal mana yang terbaik secara absolute, tapi mana yang paling tepat buat програм yang kamuincar.
—
## Pertanyaan yang Sering Muncul
**Q: Apakah LPDP menerima TOEFL ITP?**
A: Ya, untuk большинство kategori LPDP, TOEFL ITP diterima sebagai bukti proficiency bahasa Inggris. Namun, beberapa програмprestige mungkin mensyaratkan TOEFL iBT atau IELTS. Selalu проверьте требования spesifik dari програм yang Andaincar.
**Q: Berapa skor minimal TOEFL ITP untuk LPDP?**
A: Bergantung pada програм dan kampus tujuan. Secara umum, skor setara TOEFL iBT 80-100 (atau TOEFL ITP 500-550) sudah memenuhi требования большинства програм LPDP. Programsprestige bisa minta skor lebih tinggi.
**Q: Apakah TOEFL iBT format baru (2024+) lebih mudah atau lebih sulit dari yang lama?**
A: Ini subjektif. Format baru punya fewer questions (20 reading vs 36, 28 listening vs 36) dengan waktu yang lebih short per section. Some students find it less daunting; others struggle with the faster pace. Perubahan terbesar ada di Speaking dan Writing — format baru masih relative baru, jadi persiapannya harus lebih targeted.
**Q: TOEIC — kenapa nggak masuk dalam perbandingan ini?**
A: TOEIC adalah tes yang designed untuk konteks profesional/kantor — fokus ke workplace English. Untuk LPDP dan keperluan akademik, TOEFL ITP, TOEFL iBT, atau IELTS adalah pilihan yang lebih tepat. TOEIC НЕ generally accepted untuk purposes akademik или beasiswa.
**Q: Berapa kali boleh ambil tes bahasa Inggris untuk LPDP?**
A: Tidak ada batas maksimal. Kamu boleh ambil berkali-kali sampai dapat skor yang dibutuhkan. Однако, каждый тест имеет biaya dan waktu. Идеально adalah persiapkan dengan matang agar tidak perlu retake berkali-kali.
—
## Langkah Selanjutnya
1. **Cek halaman persyaratan LPDP** yang kamuincar — tulis require specific test type atau minimum scores
2. **Cek juga требования dari university partner** kalau ada
3. **Budget planning** — allocate tidak hanya untuk test fee, tapi juga untuk preparation
4. **Jadwalkan tes** — targetnya 6-12 bulan sebelum deadline
5. **Persiapan terstruktur** — pakai AI Tutor dan simulasi tes untuk maksimal результат
Bingung mau mulai dari mana? Hubungi OSEE via WhatsApp untuk konsultasi gratis tentang tes mana yang paling tepat buat situasi kamu. Mereka adalah official ETS test center di Surakarta dengan AI-powered preparation support — satu-satunya di Indonesia dengan kombinasi ini.
Kunjungi [osee.co.id](https://osee.co.id) sekarang.
🎓 Mau Kuliah Gratis? Cek 123+ Beasiswa 2026!
Dari LPDP sampai Fulbright, dari Jepang sampai Eropa. Semua info lengkap + tips persiapan TOEFL.
OSEE — Official ETS Test Center | Gold Award 2024 IIEF
Leave a Reply