Saat merencanakan studi di luar negeri, salah satu persyaratan penting yang sering muncul adalah skor TOEFL. Tes ini menjadi standar untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris calon mahasiswa, baik untuk program sarjana (S1) maupun pascasarjana (S2).
📑 Daftar Isi
Namun, kebutuhan skor TOEFL untuk kedua jenjang ini sering berbeda, tergantung pada institusi dan program yang dituju.
Apa Itu TOEFL dan Mengapa Penting?
TOEFL (Test of English as a Foreign Language) adalah tes standar yang dirancang oleh ETS (Educational Testing Service) untuk menilai kemampuan berbahasa Inggris seseorang dalam konteks akademik. Tes ini mengukur empat keterampilan utama, yaitu membaca (Reading), mendengarkan (Listening), berbicara (Speaking), dan menulis (Writing).
Banyak universitas di negara berbahasa Inggris, seperti Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia, menggunakan skor TOEFL sebagai salah satu syarat masuk untuk memastikan calon mahasiswa mampu mengikuti perkuliahan dalam bahasa Inggris.
Untuk program S1 dan S2, persyaratan TOEFL bisa berbeda karena tingkat kompleksitas bahasa dan ekspektasi akademik yang tidak sama. Universitas biasanya menetapkan skor minimum yang harus dicapai, tetapi skor ini bervariasi berdasarkan negara, institusi, dan bidang studi.
Skor TOEFL untuk Program S1 (Undergraduate)
Untuk program sarjana, persyaratan skor TOEFL cenderung lebih fleksibel dibandingkan program pascasarjana. Hal ini karena program S1 biasanya mencakup mata kuliah yang lebih umum dan tidak selalu membutuhkan kemampuan bahasa Inggris tingkat lanjut sejak awal. Namun, universitas ternama seperti di Amerika Serikat atau Inggris tetap menetapkan standar yang cukup tinggi.
Berdasarkan data dari berbagai universitas terkemuka, skor TOEFL iBT (Internet-Based Test) untuk program S1 biasanya berkisar antara 80 hingga 100. Misalnya:
- Universitas di Amerika Serikat: Banyak universitas, seperti University of California, Los Angeles (UCLA) atau New York University (NYU), mensyaratkan skor TOEFL iBT minimal 80–92 untuk program sarjana.
- Universitas di Inggris: Universitas seperti University of Manchester menetapkan skor minimal sekitar 80–90, tergantung pada jurusan.
- Universitas di Australia: Universitas seperti University of Melbourne biasanya meminta skor TOEFL iBT minimal 79–90 untuk program sarjana.
Namun, beberapa universitas dengan persyaratan lebih rendah, seperti community college di AS, mungkin menerima skor mulai dari 61–79. Selain itu, beberapa institusi menawarkan program jalur (pathway programs) untuk mahasiswa dengan skor TOEFL di bawah standar, yang memungkinkan mereka mengikuti kursus bahasa Inggris tambahan sebelum memulai perkuliahan penuh.
Skor TOEFL untuk Program S2 (Graduate)
Program pascasarjana, seperti master atau doktoral, biasanya memiliki persyaratan TOEFL yang lebih ketat. Hal ini disebabkan oleh tingkat kesulitan akademik yang lebih tinggi, seperti penulisan makalah penelitian, presentasi, dan diskusi mendalam dalam bahasa Inggris.
Skor TOEFL iBT untuk program S2 umumnya berkisar antara 90 hingga 110, dengan beberapa universitas top dunia bahkan mensyaratkan skor hingga 120.
Contoh persyaratan dari beberapa universitas terkemuka:
- Harvard University (AS): Program S2 di bidang seperti bisnis atau hukum sering kali mensyaratkan skor TOEFL iBT minimal 100–109, dengan penekanan pada skor Speaking dan Writing yang tinggi.
- University of Oxford (Inggris): Skor minimal biasanya 100, dengan persyaratan sub-skor minimal 25 untuk setiap bagian.
- University of Toronto (Kanada): Skor TOEFL iBT minimal 93–100, tergantung pada program pascasarjana yang dipilih.
Bidang studi juga memengaruhi persyaratan. Misalnya, program di bidang humaniora atau ilmu sosial, yang membutuhkan kemampuan menulis dan analisis yang kuat, sering kali menetapkan skor Writing minimal 24–26. Sementara itu, program teknik atau sains mungkin lebih fleksibel, dengan fokus pada skor Reading dan Listening.
Perbandingan Skor TOEFL S1 dan S2
Untuk memudahkan pemahaman, berikut adalah tabel perbandingan umum skor TOEFL untuk program S1 dan S2 berdasarkan standar beberapa universitas ternama:
| Jenjang Studi | Skor TOEFL iBT Minimum | Catatan Tambahan |
|---|---|---|
| S1 (Undergraduate) | 80–100 | Beberapa universitas menerima skor lebih rendah dengan syarat tambahan, seperti program bahasa. |
| S2 (Graduate) | 90–110 | Persyaratan sub-skor (misalnya Writing atau Speaking) sering lebih ketat, terutama untuk jurusan humaniora. |
Catatan: Skor ini adalah gambaran umum. Setiap universitas memiliki kebijakan sendiri, jadi selalu periksa situs resmi universitas yang dituju untuk informasi akurat.
Faktor yang Memengaruhi Persyaratan Skor TOEFL
Beberapa faktor yang memengaruhi perbedaan skor TOEFL antara S1 dan S2 meliputi:
- Tingkat Akademik: Program S2 menuntut kemampuan bahasa yang lebih kompleks, seperti menulis esai akademik atau berpartisipasi dalam seminar.
- Bidang Studi: Jurusan seperti hukum, sastra, atau bisnis membutuhkan skor lebih tinggi dibandingkan teknik atau ilmu alam.
- Kebijakan Universitas: Universitas top dunia seperti Ivy League atau Oxbridge cenderung menetapkan standar lebih tinggi.
- Negara Tujuan: Negara seperti Inggris sering kali mensyaratkan skor lebih tinggi dibandingkan Australia atau Kanada.
- Jenis Tes TOEFL: Selain TOEFL iBT, beberapa universitas menerima TOEFL PBT (Paper-Based Test) atau TOEFL ITP, tetapi konversi skornya berbeda.
Tips Mempersiapkan TOEFL untuk S1 dan S2
- Pahami Persyaratan Universitas: Selalu cek skor minimum yang dibutuhkan universitas tujuan Anda, termasuk sub-skor untuk setiap bagian tes.
- Latihan Konsisten: Gunakan sumber belajar resmi seperti ETS Official Guide to the TOEFL Test atau platform latihan online seperti Magoosh dan ETS TOEFL Practice Online.
- Fokus pada Kelemahan: Jika Anda lemah di Speaking, latihan berbicara dengan tutor atau rekam diri Anda untuk mengevaluasi pengucapan.
- Ikut Kursus Persiapan TOEFL: Pilih lembaga terpercaya yang memiliki kurikulum berbasis standar ETS untuk meningkatkan skor Anda secara efektif.
- Manajemen Waktu: Tes TOEFL membutuhkan stamina. Latihan simulasi tes lengkap untuk membiasakan diri dengan durasi dan tekanan waktu.
Kesimpulan
Skor TOEFL yang dibutuhkan untuk program S1 biasanya lebih rendah (80–100) dibandingkan S2 (90–110), karena tingkat kesulitan akademik yang berbeda. Namun, persyaratan ini sangat bergantung pada universitas, negara, dan bidang studi yang dipilih.
Untuk memastikan Anda memenuhi standar, selalu periksa situs resmi universitas dan persiapkan diri dengan latihan intensif serta strategi belajar yang tepat. Dengan perencanaan yang baik, Anda bisa mencapai skor yang dibutuhkan untuk mewujudkan impian studi di luar negeri.
Sebagai TOEFL Test Center resmi ETS, OSEE menawarkan kursus persiapan TOEFL yang dirancang untuk membantu Anda mencapai skor terbaik. Dengan pengajar berpengalaman, kurikulum berstandar internasional, dan fasilitas tes resmi, OSEE siap mendampingi Anda meraih impian kuliah di luar negeri.
🎓 Mau Kuliah Gratis? Cek 123+ Beasiswa 2026!
Dari LPDP sampai Fulbright, dari Jepang sampai Eropa. Semua info lengkap + tips persiapan TOEFL.
OSEE — Official ETS Test Center | Gold Award 2024 IIEF

Leave a Reply